Setelah LinkedIn, kini giliran Twitter yang meluncurkan fitur Stories pada aplikasi mereka. Kesuksesan Snapchat dan Instagram Stories, seolah menjadi pemicu pengembang aplikasi sosial media untuk membuat fitur serupa.

Pada hari Rabu (4/3) lalu, Twitter meluncurkan uji coba fitur stories yang diberi nama Fleets di Brazil. FYI, nama Fleets sendiri memiliki makna cepat dalam bahasa Indonesia. Diberi nama demikian, karena unggahan pada fitur tersebut bertahan dalam waktu 24 jam dan kemudian hilang dengan sendirinya. Hmmm... sounds familiar?

Uji Coba Fitur Stories, Twitter Malah Panen Hujatantheverge.com

Meluncurkan fitur Fleets secara terbatas, Twitter malah mendapat hujatan keras dari warganet. Mereka ramai-ramai menggunakan hashtag #RIPTwitter sebagai bentuk protes terhadap fitur tersebut.

Merangkum dari unggahan para penggunanya di Twitter, rata-rata mereka tidak setuju dengan adanya fitur ini. Sebab, fitur serupa dapat kita temukan di media sosial lainnya, yakni Facebook, Instagram, dan tentu saja Snapchat.

Selain itu, para pengguna justru meminta Twitter untuk menghadirkan fitur Edit Post yang dinilai lebih berguna (untuk mengedit typo tulisan atau lainnya) dibandingkan fitur stories.

Uji Coba Fitur Stories, Twitter Malah Panen Hujatantheverge.com

Melansir dari The Verge, Twitter sendiri sudah mengembangkan fitur ini sejak tahun 2019 lalu. Mereka menilai fitur stories kini sangat digemari karena bisa merekam kejadian lebih real dan cepat. 

Berbeda dengan Instagram Stories yang membuat kita bisa me-repost atau memberikan like pada unggahan akun yang kita follow, pada Fleets nggak bisa demikian. Kita hanya bisa melihatnya tanpa bisa memberikan tanggapan apapun.

Menurutmu sendiri bagaimana, Bela? Apakah fitur ini perlu ada di Twitter atau bahkan tak perlu, karena kamu bisa menggunakan fitur serupa di media sosial lainnya? Tulis tanggapan kamu di kolom komentar, ya!

Baca Juga: Cuma Retweet, Triliuner Jepang Ini Bagikan Rp126 Miliar di Twitter