Sejak temuan dua kasus pertama pada awal Maret, penyebaran COVID-19 makin meluas di Indonesia. Kini, sudah ada hampir 900 kasus positif terinfeksi yang ditemukan.

Upaya Indonesia menahan laju penyebaran COVID-19 terbentur kepada berbagai kendala, salah satunya adalah keterbatasan ketersediaan perangkat pengujian infeksi virus (test-kit). Kondisi ini menyulitkan Indonesia melacak penyebaran wabah COVID-19, langkah yang terbukti efektif menghambat laju penularan virus di Korea Selatan dan Singapura.

Pemerintah RI telah bertindak cepat dengan menyediakan ratusan ribu test kit untuk pengecekan massal dan cepat. Namun, populasi yang besar dan laju penambahan jumlah kasus menunjukkan bahwa kebutuhan atas test kit yang efektif untuk Indonesia masih sangat besar. Di sisi lain, keamanan pasokan dari luar negeri tidak terjamin karena permintaan yang tinggi dari banyak negara lain yang juga sedang menghadapi wabah COVID-19.

Lawan Corona, East Ventures Menginisiasi Indonesia Pasti BisaDok. IDN Media

Nusantics, startup deep-tech bidang genomic yang tergabung dalam keluarga besar East Ventures, kini tengah mengembangkan test kit untuk pengujian infeksi COVID-19. Proyek ini adalah bagian dari tugas Nusantics sebagai anggota Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC19) yang dibentuk oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 

Selama 3 pekan ke depan, Nusantics akan menggunakan keahlian dan sumber daya milik perusahaan dalam bidang genetika untuk mengembangkan test kit qPCR, dengan desain spesifik untuk populasi Indonesia berdasarkan hasil riset tentang COVID-19 dari seluruh dunia. Perusahaan berkomitmen untuk memproduksi 100 set test kit qPCR sebagai prototipe, kemudian melakukan produksi massal dengan target 100.000 test kit.

Secara paralel, Nusantics juga akan melaksanakan proyek whole genome sequencing untuk memetakan mutasi virus penyebab COVID-19 yang menyebar di Indonesia. Pemetaan genomika berbagai varian virus penting karena virus cenderung untuk bermutasi dengan cepat ke beragam bentuk yang unik sesuai wilayah penyebarannya.

Hasil dari pemetaan genomika virus kemudian akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan vaksin. Selain itu, data tersebut bisa dimanfaatkan untuk memvalidasi test kit hasil pengembangan Nusantics dan test kit lain yang digunakan di Tanah Air.

Lawan Corona, East Ventures Menginisiasi Indonesia Pasti BisaDok. IDN Media

East Ventures memutuskan untuk meluncurkan gerakan Indonesia Pasti Bisa sebagai sebuah platform untuk mengerahkan seluruh kekuatan ekosistem digital perusahaan untuk mendukung upaya Nusantics di dalam tim TFRIC19 yang dibentuk BPPT.

Selama 10 tahun berkecimpung di dalam pembangunan perekonomian digital Indonesia, East Ventures telah membangun ekosistem yang terdiri dari investor, perusahaan, komunitas, dan entrepreneur di dalam dan luar negeri. East Ventures akan memanfaatkan jaringan tersebut untuk membangun gerakan gotong royong menghadapi wabah COVID-19.

Sebagai langkah awal, East Ventures akan menghimpun pendanaan dengan target Rp10 miliar. Dana senilai Rp9 miliar akan digunakan untuk mendukung inisiatif Nusantics menyediakan 100.000 test kit secara gratis, sedangkan dana Rp1 miliar akan digunakan untuk proyek whole genome sequencing.

Lawan Corona, East Ventures Menginisiasi Indonesia Pasti BisaDok. IDN Media

Publik bisa berpartisipasi dalam upaya ini dengan menyumbangkan dana, bahan baku dan peralatan, atau tenaga dan keahlian dengan mengakses Indonesiapastibisa.com. Gerakan urun dana sudah berlangsung sejak Senin, 30 Maret 2020 pukul 09.00 WIB.

Gerakan Indonesia Pasti Bisa akan berjalan berdasarkan prinsip responsibilitas, akuntabilitas, dan transparansi. East Ventures akan memastikan setiap pihak bekerja dengan optimal sesuai prinsip dan result-oriented. Progres dan hasil dari proyek akan terus dalam pantauan, termasuk keandalan dan penggunaan test kit yang telah didistribusikan.

Koinworks, perusahaan fintech tepercaya dan berizin operasi, bergabung sebagai mitra akuntabilitas untuk menyediakan dan mengelola platform urun dana. Nantinya dana yang terkumpul akan langsung dan hanya disalurkan untuk pembelian bahan baku dan peralatan, agar berdampak sebesar mungkin untuk publik. Penggunaan dana juga akan diaudit oleh pihak ketiga.

IDN Media akan terlibat sebagai mitra transparansi. Setiap pekan, akan ada publikasi perkembangan dan hasil kerja tim. Adapun, setiap donasi yang masuk akan muncul di situs Indonesiapastibisa.com dengan timestamp dan nilai. East Ventures mengajak seluruh unsur masyarakat Indonesia untuk berperan aktif dalam menekan dampak dan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kontribusi terkecil setiap orang, besar dampaknya sebagai dukungan untuk para pejuang yang ada di garis terdepan seperti tenaga medis.

Lawan Corona, East Ventures Menginisiasi Indonesia Pasti BisaDok. IDN Media

“Memberikan dampak yang positif bagi masyarakat selalu menjadi visi dan misi dari IDN Media. Tidak hanya menyuguhkan konten-konten yang relevan dan berguna bagi pembaca, kami juga tidak pernah ragu untuk turut ambil bagian dalam inisiatif-inisiatif yang bertujuan positif bagi masyarakat Indonesia secara luas. Di tangan pandemi Corona yang melanda sebagian besar belahan dunia, khususnya Indonesia, IDN Media merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk ambil bagian dalam upaya menekan penyebaran COVID-19. 

Kami meyakini, Indonesia Pasti Bisa yang diinisiasi East Ventures dan beberapa partner lainnya dapat menjadi platform yang tepat untuk berkontribusi bagi penekanan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Melalui platform berita IDN Times (bagian dari IDN Media) yang menjangkau lebih dari 45 juta pembaca di seluruh Indonesia, kami siap menjaga transparansi dari inisiatif ini dan secara berkala menyampaikan perkembangannya kepada masyarakat luas," ujar Winston Utomo, CEO IDN Media.

Karena kalau bukan kita, siapa? Kalau bukan sekarang, kapan?

Baca Juga: Bantu Tenaga Medis Lewat #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona

Baca Juga: Atta Halilintar Galang Dana Untuk Bantu Tenaga Medis Atasi Corona

Baca Juga: Deretan CEO Ini Rela Berikan Semua Gaji untuk Lawan Corona