Dok. Indonesian Contemporary Art & Design
Tahun ini, ICAD 16 menampilkan karya seniman dan praktisi kreatif dari 12 negara, antara lain Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Palestina, Turki, Prancis, Belanda, Uganda, dan Amerika Serikat. Special Appearance tahun ini mempersembahkan penghormatan kepada nama besar dari Indonesia yaitu Made Wianta, seniman kontemporer yang dikenal lewat eksplorasi gaya dan bahasa visualnya yang tak terbatas.
Sejumlah nama lain turut memperkaya ICAD 16 lewat karya yang beragam. Dari kategori In Focus, Putu Sutawijaya, pelukis asal Yogyakarta yang dikenal luas melalui karya-karya figuratifnya. Hadir pula Ahmet Öğüt, seniman lintas media berbasis di Belanda yang mengangkat solidaritas terhadap Palestina melalui karyanya.
Di kategori Featured, Jamaluddin Phonna, seniman asal Aceh yang juga dikenal sebagai filmmaker dokumenter dan peneliti, mengangkat cara masyarakat setempat mengenang peristiwa tsunami, sementara Larissa Sansour, perupa asal Palestina yang menggunakan fiksi ilmiah untuk membahas sejarah dan identitas bangsanya.
Dok. Indonesian Contemporary Art & Design
Perspektif baru juga hadir melalui Open Call, yang mempertemukan seniman terpilih dari lebih dari 100 pendaftar. Di antaranya Clarissa Tiffany seorang Perupa dan kurator dari Indonesia, yang menelusuri pengalaman, memori, dan sejarah perempuan Tionghoa-Indonesia, serta Yang Amat Mulia Pengiran Anak Hamlatul Arsy Mulia Bolkiah dari Brunei Darussalam sebagai kurator, sekaligus peneliti independen yang mengangkat berbagai kepercayaan budaya Melayu dalam pameran tahun ini.
"ICAD sejak awal menjadi ruang yang mempertemukan seni, desain, dan berbagai disiplin secara inklusif. Di ICAD 16, kami kembali membuka ruang bagi seniman dan praktisi kreatif dari Indonesia maupun berbagai negara untuk menghadirkan karya dan perspektif mereka. Kami berharap ICAD dapat menjadi ruang yang dekat dan terbuka bagi publik untuk menikmati karya, bertemu dengan gagasan yang berbeda, dan melihat berbagai kemungkinan yang muncul dari pertemuan lintas disiplin," ujar Edwin Nazir, Festival Director ICAD.
Berkolaborasi dengan seniman, pelaku kreatif, asosiasi, dan pusat kebudayaan asing, ICAD 16 juga menghadirkan berbagai program publik berupa talks dan workshop sepanjang penyelenggaraan pameran, serta program kawasan Kemang 12730.
Melanjutkan program yang telah diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya, ICAD 16 kembali menghadirkan ICAD Student Tour yang bekerja sama dengan 24 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga universitas. Melalui program ini, para peserta dapat mengunjungi pameran serta bertemu langsung dengan kurator dan sejumlah seniman. Rombongan yang ingin berpartisipasi dapat menjadwalkan kunjungan dengan menghubungi ICAD melalui email atau situs resmi.