8 Film tentang Budaya Indonesia, Angkat Adat dan Tradisi

Delapan film rekomendasi memperkenalkan keragaman budaya Indonesia, dari adat Batak, Minangkabau, Bugis-Makassar, Baduy, Jawa, hingga Papua, melalui drama, komedi, laga, dan kisah keluarga.
Mursala, Uang Panai', Tarung Sarung, serta Uang Passolo menyoroti bagaimana adat pernikahan, status sosial, konflik, dan tradisi pemberian uang memengaruhi pilihan hidup para tokohnya.
Tabula Rasa menampilkan kuliner Minangkabau dan Papua, sedangkan Ambu, Mantan Manten, dan Ngeri-Ngeri Sedap menggambarkan kehidupan Baduy, tata rias Jawa, serta dinamika keluarga Batak.
Indonesia dikenal dengan budayanya yang beragam, mulai dari kuliner khas daerah, upacara adat, hingga ritual yang diwariskan secara turun-temurun. Menariknya, kekayaan budaya ini juga bisa kamu pelajari lewat film, lho!
Dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh pada 17 Oktober 2026, menonton film tentang budaya Indonesia bisa menjadi cara seru untuk mengenal kembali tradisi lokal dari berbagai wilayah Indonesia yang mungkin sempat kamu lupakan. Yuk, intip rekomendasi filmnya di bawah ini!
Table of Content
1. Mursala (2013)
Mursala adalah film tentang budaya Indonesia yang dibintangi oleh Rio Dewanto dan Titi Sjuman. Film ini mengangkat kisah cinta yang terhalang adat Batak, saat dua tokoh utama bermarga Simbolon dan Saragi tidak bisa bersatu karena keduanya tergolong dalam Parna.
Dalam budaya Batak, larangan pernikahan tidak hanya berlaku bagi pasangan yang memiliki marga sama. Kelompok Parna (Pomparan Raja Nai Ambaton atau keturunan Raja Nai Ambaton) juga tidak diperbolehkan menikah satu sama lain karena dianggap berasal dari garis keturunan yang sama.
Lewat film Mursala, kamu bisa mengenal lebih dekat tradisi dan nilai-nilai adat Batak yang masih dipegang teguh masyarakatnya. Penggunaan bahasa Batak dan bahasa Indonesia dengan aksen khas Batak juga membuat suasana film terasa makin autentik.
2. Tabula Rasa (2014)
Tabula Rasa mengisahkan Hans (Jimmy Kobogau), pemuda asal Serui, Papua, yang gagal mewujudkan mimpinya menjadi pemain sepak bola profesional akibat cedera. Hidup sebagai gelandangan, ia kemudian ditolong oleh Ma Uwo (Dewi Irawan), pemilik rumah makan Padang.
Dari pertemuan mereka, Hans mulai mengenal dunia kuliner Minangkabau dan belajar memasak langsung dari Ma Uwo. Tak hanya menyuguhkan kisah yang menyentuh, Tabula Rasa juga memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia, khususnya masakan Padang.
Kamu bisa melihat proses pengolahan makanan ini, mulai dari membeli bahan di pasar hingga menyajikan hidangan yang menggugah selera. Beberapa makanan khas daerah yang di-shoot dalam film tersebut antara lain gulai kepala kakap (Padang), papeda kuah kuning (Papua), ayam balado Padang (Padang), hingga rendang (Padang).
3. Uang Panai' (2016)
Film Uang Panai' merupakan film romcom yang menyoroti tradisi pernikahan masyarakat Bugis. Film ini berhasil meraih penghargaan Film Produksi Daerah Terlaris dalam ajang Box Office Movie Award 2017, lho. Dalam budaya Bugis, uang panai dikenal sebagai uang yang diberikan calon mempelai laki-laki kepada pihak perempuan di luar mahar dengan nominal yang disepakati kedua keluarga.
Sayangnya, tradisi ini sering menjadi masalah bagi pasangan karena jumlahnya bisa cukup tinggi dan dipengaruhi oleh status sosial, pendidikan, atau lainnya dari calon pengantin perempuan. Isu inilah yang kemudian diangkat dalam film untuk memperlihatkan dilema antara cinta dan adat.
4. Ambu (2019)
Masih ingat dengan lagu Kasih Ibu yang selalu melekat di hati orang-orang? Film Ambu berhasil mengidupkan kembali makna lagu tersebut melalui kisah hubungan anak dan ibu di tengah masyarakat Baduy Luar. Film ini menjadi film pertama yang mengangkat kehidupan Baduy, lho.
Menariknya lagi, syuting dilakukan selama 32 hari untuk menampilkan kehidupan masyarakat Baduy sesungguhnya dengan segala kesederhanaan dan penuh nilai tradisi. Tak heran jika Ambu menyajikan visual pemandangan alam dan budaya Baduy yang masih asli (autentik), jauh dari kesan dibuat-buat.
5. Mantan Manten (2019)
Mantan Manten menceritakan Yasnina (Atiqah Hasiholan), perempuan karier yang harus menghadapi keterpurukan usai hidupnya yang sukses tiba-tiba berantakan. Di tengah kesulitan itu, Yasnina ingat bahwa ia masih punya rumah yang pernah dibelinya namun belum diganti nama.
Ia kemudian bertemu Marjanti, seorang pemaes atau perias pengantin adat Jawa asal Tawangmangu yang menempati rumah miliknya. Demi bisa mengklaim aset satu-satunya yang tersisa, Yasnina harus menjadi asisten Marjanti selama tiga bulan.
Bahkan, ia juga harus mempelajari berbagai ilmu tentang tata rias pengantin Jawa. Lewat Mantan Manten, kamu akan disuguhi budaya Jawa yang kental, terutama dalam prosesi pernikahan adat Jawa yang yang sarat akan makna dan nilai luhur.
6. Tarung Sarung (2020)
Tarung Sarung merupakan film laga garapan sutradara Archie Hekagery yang mengangkat budaya Sulawesi Selatan, khususnya tradisi masyarakat Bugis dan Makassar. Film ini memperkenalkan Sigajang Laleng Lipa (Bugis) atau Sitobo Lalang Lipa (Makassar), yakni tradisi penyelesaian konflik melalui pertarungan di dalam sarung.
Dalam tradisi tersebut, dua orang yang berselisih akan masuk ke dalam satu sarung dan bertarung menggunakan senjata tikam. Tradisi ini sebenarnya tergolong ekstrem karena pertarungannya dapat berakhir dengan hilangnya nyawa salah satu pihak.
7. Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
Ngeri-Ngeri Sedap menyuguhkan kisah keluarga yang hangat dan kental akan kultur Batak, khususnya Batak Toba. Membawa genre komedi dan drama keluarga, film tersebut berkisah tentang sepasang orang tua keturunan Batak dan tinggal di Batak yang melakukan segala cara untuk mengumpulkan anaknya di rumah.
Bahkan, mereka sempat pura-pura hendak bercerai agar anak-anak mereka yang sudah lama merantau merasa perlu mudik ke kampung halaman.
8. Uang Passolo (2026)
Terbaru, ada Uang Passolo. Filmnya menyoroti kisah Biba (Masita Aspam) dan Rizky (Imran Ismail) yang bermimpi menggelar pernikahan sederhana untuk memulai hidup bersama. Namun, harapan itu berbenturan dengan keluarga Biba yang lebih mementingkan gengsi sosial dan berharap mendapatkan banyak uang passolo.
Istilah uang passolo ini menjadi bagian dari tradisi yang dikenal di beberapa daerah di Sulawesi, khususnya dalam budaya masyarakat Bugis dan Makassar. Passolo merujuk pada amplop uang yang diberikan tamu undangan saat datang ke acara pernikahan.
Tradisi itu kerap dianggap sebagai bagian dari ikatan sosial dan simbol balas jasa. Tak jarang, jumlah uang passolo yang diterima menjadi perhitungan tersendiri bagi tuan rumah, bahkan sering dijadikan alasan untuk menggelar pesta besar dengan harapan balik modal.
Itu dia beberapa film tentang budaya Indonesia, mulai dari budaya Batak hingga Sulawesi. Kira-kira film mana nih yang pernah kamu tonton?





















