Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation
Film pendek Jalan Pulang dapat disaksikan melalui kanal YouTube Indonesia Kaya mulai 24 Juli 2026. Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, mengatakan kalau film pendek ini menjadi ajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk memahami bahwa setiap kebaya menyimpan kisah yang layak untuk diteruskan. Mereka bukan hanya busana, tapi juga sarat makna dan nilai.
“Selama tiga tahun terakhir, kami terus mengajak masyarakat melihat kebaya dari berbagai sudut pandang. Jika sebelumnya kami mengangkat kebaya sebagai ekspresi diri dan identitas budaya yang hidup, melalui Jalan Pulang kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap kebaya menyimpan kisah yang layak diteruskan.
Kebaya bukan hanya sesuatu yang dikenakan, tetapi juga membawa jejak keluarga, kenangan, nilai, dan perjalanan hidup yang membentuk siapa diri kita hari ini. Karena itu, merawat kebaya berarti juga merawat memori dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Jalan Pulang menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, memperlihatkan bagaimana warisan budaya seringkali hidup melalui hal-hal sederhana di dalam keluarga.
Kebaya tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan hidup yang menyimpan memori tentang rumah, keluarga, dan akar yang membentuk identitas seseorang. Alih-alih bertutur tentang sejarah kebaya secara harfiah, film ini mengajak penonton menemukannya melalui hubungan antargenerasi yang hangat dan penuh emosi.
“Melalui Jalan Pulang, saya ingin mengajak penonton melihat kebaya bukan sebagai benda yang hanya dikenakan pada momen tertentu, melainkan sebagai saksi perjalanan hidup. Di balik setiap lipatan kainnya ada kenangan, ada rumah, ada ibu, ada keluarga, dan ada identitas yang sering kali baru kita sadari nilainya ketika kita mencoba mencarinya kembali. Saya berharap film ini membuat kita tidak hanya ingin mengenakan kebaya, tetapi juga ingin mendengar dan meneruskan cerita yang dibawanya,” ujar Bramsky, Sutradara Jalan Pulang.
“Bagi saya, kebaya tidak pernah sekadar pakaian. Sejak kecil, saya melihat kebaya selalu hadir dalam momen-momen penting bersama keluarga, sehingga tanpa disadari ia menjadi bagian dari banyak kenangan yang saya miliki. Karena itu, ketika membaca naskah Jalan Pulang, saya langsung merasa dekat dengan Dara.
Perjalanannya membuat saya kembali menyadari bahwa di balik setiap kebaya selalu ada cerita tentang rumah, keluarga, dan perjalanan hidup yang membentuk diri kita. Film pendek ini terasa sangat personal dan emosional bagi saya karena mengingatkan bahwa warisan yang paling berharga bukan hanya kebayanya, tetapi juga kisah yang menyertainya.
Saya berharap setiap orang yang menonton Jalan Pulang bisa menemukan kembali kenangan mereka sendiri dan semakin mencintai kebaya, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena makna yang dibawanya,” ujar Sheila Dara Aisha.
Lebih dari sekadar sebuah film pendek, Jalan Pulang menjadi ajakan untuk melihat kembali hubungan yang dimiliki setiap orang dengan kebaya. Tidak sedikit kebaya yang diwariskan dari ibu kepada anak, dari nenek kepada cucu, atau dikenakan dalam berbagai momen penting kehidupan. Di balik setiap helainya tersimpan kenangan yang membentuk identitas keluarga sekaligus menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia.
Jadi, jangan sungkan lagi untuk memakai kebaya di keseharianmu, dan coba untuk membuat cerita menarik di dalamnya yang bisa kamu bagikan ke generasi selanjutnya, ya!