Di balik keindahan langit yang gelap di siang hari, para peneliti telah menyiapkan berbagai eksperimen ilmiah selama fase totalitas berlangsung.
Salah satu proyek yang paling menarik adalah rencana peluncuran balon pemantau ke atmosfer untuk merekam gerhana dari ketinggian sekaligus mengamati pergerakan bayangan Bulan di permukaan Bumi.
Eksperimen ini terinspirasi dari pengamatan gerhana matahari tahun 1919 yang menjadi bukti penting bagi teori relativitas umum milik Albert Einstein.
Saat itu, para ilmuwan berhasil membuktikan bahwa gravitasi Matahari mampu membelokkan cahaya dari bintang-bintang yang jauh.
Selain itu, masyarakat umum juga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek citizen science atau ilmu pengetahuan warga.
Peserta dapat membuat instrumen sederhana untuk mengukur perubahan suhu, cahaya, hingga kondisi atmosfer saat gerhana berlangsung.
Data yang dikumpulkan nantinya dapat membantu para peneliti memahami dampak gerhana terhadap lingkungan sekitar.