Foto-Foto Keringnya Sungai di Venesia, Kesan Romantisnya Hilang?

Sungai Po alami kekeringan dalam 70 tahun terakhir

Foto-Foto Keringnya Sungai di Venesia, Kesan Romantisnya Hilang?

Italia memang punya destinasi wisata dengan kesannya tersendiri. Tak jarang, negara ini menjadi salah satu pilihan sejumlah pasangan sebagai tempat bulan madu di Eropa. Sarat akan sejarah, Italia juga menjadi pusat seni dan fashion ternama di dunia. Berbicara soal wisata, negara ini memiliki tempat yang menarik dan begitu memikat. Tak lain dan tak bukan ialah Venesia.

Tempat tersebut menawarkan keindahan pemandangan autentiknya, terlebih jika kamu menaiki gondola saat menjelang matahari terbenam. Wah, rasanya bakal jadi pengalaman yang mengesankan! Akan tetapi, tahukah kamu kalau kanal Venesia mulai mengering baru-baru ini?

Foto-Foto Keringnya Sungai di Venesia, Kesan Romantisnya Hilang?

Hal ini terjadi lantaran cuaca musim dingin yang kering selama berminggu-minggu membuat negara dengan julukan The Boot menghadapi ancaman kekeringan yang baru. Menurut para ilmuwan dan kelompok lingkungan, peristiwa ini juga diikuti dengan pegunungan Alpen yang mulai berkurang dari setengah hujan saljunya.

Oleh karena peringatan ini, kegiatan keseharian di Venesia menjadi terkendala, khususnya untuk para pendayung gondola, taksi air, maupun ambulans yang kerap kali melewati kanalnya yang terkenal itu. Timbulnya masalah ini membuat bermunculan berbagai faktor, mulai dari kurangnya curah hujan, sistem tekanan tinggi (antisiklon), bulan purnama, hingga arus laut

Menurut kelompok lingkungan Legambiente, sejumlah danau dan sungai di Italia tengah menghadapi kekeringan hebat. Sungai terpanjangnya, yakni Po—yang mengalir dari pegunungan Alpen bagian barat laut sampai Laut Adriatik—memiliki air 61 persen lebih sedikit dari biasanya pada tahun ini. 

Pada Juli lalu, Italia mengumumkan peringatan untuk area sekitar Sungai Po, yang menyumbang sekitar sepertiga dari produksi pertanian negara itu, alami kekeringan terburuk selama 70 tahun terakhir. 

"Kami berada dalam situasi defisit air yang telah terjadi sejak musim dingin 2020-2021," kata pakar iklim Massimiliano Pasqui dari lembaga penelitian ilmiah Italia CNR, mengutip dari harian Corriere della Sera.

Ia juga menambahkan, "Kami butuh memperoleh kembali 500 milimeter di wilayah barat laut. Kami membutuhkan hujan selama 50 hari."

Selain Sungai Po, hal ini juga berdampak pada Danau Garda di Italia utara. Ketinggian airnya turun ke rekor terendah sehingga memungkinkan untuk mencapai pulau kecil San Biagio di danau melalui jalur terbuka. Antisiklon yang mendominasi cuaca di Eropa Barat selama 15 hari membuat suhu sering terasa sejuk di akhir musim semi. 

Prakiraan cuaca terbaru mengungkapkan bahwa Pegunungan Alpen begitu membutuhkan kedatangan curah hujan dan salju dalam beberapa hari mendatang.

Penjelasan singkat terkait antisiklon

Menyinggung soal antisiklon, lantas apa definisi dari peristiwa tersebut? Antisiklon adalah area yang memiliki tekanan atmosfer lebih tinggi dari tekanan udara sekitarnya dan meningkat dari pinggiran menuju pusat. Hal ini biasa dikaitkan dengan cuaca stabil, langit cerah, hingga sinar matahari. Udara antisiklon yang jatuh ke bawah menimbulkan fenomena 'tenggelam', artinya mencegah pembentukan presipitasi.

Nah, presipitasi sendiri termasuk dalam bagian utama dari siklus air. Tahu peristiwa turun hujan dan salju? Itulah sederet contohnya, yang artinya presipitasi ini membawa bentuk partikel air yang cair atau padat dan jatuh dari atmosfer hingga mencapai permukaan bumi.

Kembali pada antisiklon, aliran udaranya lebih mudah berkembang di musim panas, yang semakin memperparah musim kemarau. Antisiklon memiliki dampak pada permukaan, yang meliputi langit terlihat jernih dan udara terasa dingin dan kering. Selain itu, kabut juga dapat terbentuk di wilayah dengan tekanan lebih tinggi.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasanmu, ya! Bagaimana menurutmu, Bela?

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here