Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Yummy Expo 2026 Soroti Perkembangan Brand Kuliner Lokal

Yummy Expo 2026 Soroti Perkembangan Brand Kuliner Lokal
Dok. Yummy
Intinya Sih
  • Yummy Expo 2026 menyoroti perkembangan brand kuliner lokal yang semakin kompetitif, menekankan pentingnya kualitas produk, kekuatan branding, dan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.

  • Sesi interaktif seperti Cookversation dan Table Talks menghadirkan kolaborasi antara pelaku industri untuk membahas inovasi menu lokal serta strategi memperluas jangkauan brand ke pasar global.

  • Diskusi tentang standar halal menegaskan pentingnya penerapan menyeluruh dari bahan baku hingga dapur sebagai fondasi kepercayaan konsumen dan komitmen terhadap kualitas produk.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasuki hari kedua, Yummy Expo 2026 menyoroti bagaimana brand kuliner lokal Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global.

Seiring dengan pertumbuhan industri food & beverage (F&B), pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga membangun brand yang kuat, relevan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.

Pengalaman Interaktif Membuka Hari Kedua Yummy Expo 2026

Rangkaian hari kedua dibuka melalui sesi Cookversation "Home Café Experience" yang menghadirkan pengalaman membuat kopi ala kafe secara langsung di rumah, hasil kolaborasi bersama Frisian Flag dan KRUPS.

Dalam sesi ini, pengunjung diajak memahami proses pembuatan kopi secara menyeluruh, mulai dari pemilihan biji kopi, teknik ekstraksi menggunakan mesin, hingga menghasilkan tekstur susu yang creamy untuk menciptakan sajian seperti Kopi Susu Gula Aren & Montblanc dengan kualitas layaknya di kafe profesional.

Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan antara produk susu berkualitas dari Frisian Flag yang berperan penting dalam menciptakan rasa dan tekstur minuman yang optimal, serta teknologi mesin kopi dari KRUPS yang memungkinkan siapapun meracik minuman ala kafe dengan lebih praktis dan konsisten di rumah.

Dari Brand Lokal Menuju Panggung Global

Yummy Expo 10.jpg
Dok. Yummy

Insight mengenai perkembangan brand lokal kemudian diperdalam melalui sesi Table Talks "Local Stories, Global Impact: From Local Roots to Global Reach", yang menghadirkan Alvin Pranata sebagai moderator, Donny Pramono (Owner Sour Sally – Perspektif Brand Global & Business Scaling), Cikhita Virginia (Ketua HCI – Perspektif Ekosistem & Kolaborasi UMKM), serta pelaku industri lainnya.

"Untuk bisa berkembang ke pasar global, brand lokal perlu memastikan fondasi bisnisnya kuat terlebih dahulu. Konsistensi kualitas, diferensiasi produk, dan positioning yang jelas menjadi kunci agar brand tidak hanya relevan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing secara global," ungkap Donny Pramono, selaku CEO of Sour Sally Group.

Melengkapi perspektif tersebut, Cikhita Virginia selaku ketua HIPMI Culinary Indonesia melihat bahwa kekuatan brand lokal juga sangat dipengaruhi oleh dukungan ekosistem yang kolaboratif.

"Potensi brand lokal untuk naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas sangat besar. Namun, hal ini perlu didukung oleh ekosistem yang kolaboratif, di mana pelaku usaha dapat saling belajar, bertumbuh, dan memperkuat daya saing," jelas Cikhita.

Eksplorasi Inovasi Menu Lokal

Yummy Expo 9.jpg
Dok. Yummy

Yummy Expo 2026 juga menghadirkan sesi Cookversation by Unilever Food Solutions (UFS) yang mengangkat menu "Ayam Kremes Sambal Tangkap", sebagai contoh bagaimana eksplorasi menu lokal dapat dikembangkan menjadi sajian yang lebih inovatif dan memiliki daya tarik yang lebih luas.

Melalui sesi ini, pengunjung mendapatkan mengenai pengolahan bahan, teknik memasak, serta pentingnya inovasi dalam menghadirkan menu yang tetap relevan dengan selera konsumen.

Standar Halal sebagai Fondasi Kepercayaan

Yummy Expo 11.jpg
Dok. Yummy

Sesi "Halal Beyond Food: Dari bahan, Peralatan hingga Dapur" menghadirkan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), homLiv, dan Potteria, yang membahas pentingnya penerapan standar halal secara menyeluruh di seluruh rantai produksi. Tidak hanya berfokus pada produk akhir, diskusi ini menekankan bahwa aspek halal perlu diterapkan sejak pemilihan bahan baku, penggunaan peralatan, hingga proses pengolahan di dapur. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga integritas produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan kehalalan yang konsisten.

drg. Deden Edi S., Direktur LPPOM DKI Jakarta, menegaskan bahwa penerapan halal perlu dilihat sebagai sebuah sistem yang terintegrasi. "Mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga peralatan yang digunakan, semuanya harus memenuhi standar agar kehalalan dapat terjamin secara menyeluruh," jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Yudiana Lyn, CEO homLiv, menambahkan bahwa penerapan standar halal juga menjadi bagian dari komitmen pelaku usaha terhadap kualitas. "Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan konsumen yang kini semakin memperhatikan proses di balik sebuah produk," ujarnya.

Sementara itu, Monica Liefanny, Co-Founder & COO Potteria, menyoroti pentingnya konsistensi dalam implementasi di lapangan. "Dalam praktiknya, memastikan standar halal di dapur membutuhkan perhatian pada detail, mulai dari pemilihan bahan hingga penggunaan peralatan. Konsistensi ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan," tutupnya.

Melalui rangkaian sesi di hari kedua, Yummy Expo 2026 menegaskan perannya sebagai platform yang tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner, tetapi juga menjadi wadah berbagi insight, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing brand lokal di tengah perkembangan industri yang semakin kompetitif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
Niken Ari Prayitno
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Latest in Lifestyle

See More