Ilustrasi memotong butter. (magnific.com/magnific)
Butter dan margarin sama-sama bisa digunakan untuk menumis, tetapi keduanya memiliki karakter berbeda ketika dipanaskan. Butter mengandung komponen susu yang dapat berubah warna dan bisa gosong pada suhu tinggi.
Maka dari itu, penggunaan butter untuk menumis sebaiknya dilakukan dengan api yang sesuai agar tidak cepat gosong. Butter juga lebih sering digunakan ketika rasa gurih dan aroma khasnya ingin dipertahankan dalam masakan.
Margarin sendiri memiliki formulasi lemak yang berbeda dan pada penggunaan tertentu dapat lebih stabil terhadap panas. Meski begitu, margarin juga bukan pilihan utama untuk memasak pada suhu yang sangat tinggi dalam waktu lama.
Untuk menggoreng dengan suhu tinggi, minyak goreng justru lebih sesuai karena memang diperuntukkan untuk metode tersebut.
Sederhananya, perbedaan butter dan margarin bisa dilihat dari asal bahan, rasa, tekstur, harga, penggunaan, dan kandungan lemaknya. Pilih butter ketika ingin mendapatkan karakter rasa dan aroma yang khas, sementara margarin bisa menjadi pilihan saat membutuhkan bahan yang lebih ekonomis dengan tekstur yang stabil.
Dengan memahami perbedaan butter dan margarin, kamu bisa lebih mudah menentukan bahan yang sesuai dengan resep sekaligus memperhatikan komposisi gizi yang dibutuhkan.