Cara Baca Croissant yang Benar di Dunia FnB

- Cara baca croissant yang benar dalam Bahasa Indonesia adalah “kroisan” menurut KBBI.
- Dalam Bahasa Prancis, croissant diucapkan mendekati “kwa-sã”, dengan bunyi akhir sengau yang khas.
- Croissant berbentuk melengkung dan umumnya tidak berisi apa pun, sedangkan pain au chocolat berbentuk persegi panjang dan berisi cokelat di bagian tengahnya.
Cara baca croissant sering jadi topik menarik di dunia Food and Beverage karena pengucapannya kerap berbeda antara versi lokal dan internasional. Di kafe, restoran, atau dapur profesional, cara menyebut menu dengan tepat bisa memberi kesan paham produk dan budaya kuliner. Artikel ini akan membahas cara baca croissant secara benar, informatif, dan mudah dipahami, khususnya buat kamu yang tertarik dengan dunia FnB.
Croissant bukan sekadar roti biasa, tapi bagian dari budaya kuliner Prancis yang kini mendunia. Karena itu, pengucapannya pun mengalami penyesuaian saat masuk ke bahasa Indonesia.
Table of Content
Apa itu croissant?
Croissant adalah roti berlapis khas Prancis yang dibuat dari adonan bermentega dan dipanggang hingga bertekstur renyah di luar serta lembut di dalam. Bentuknya melengkung menyerupai bulan sabit dan sering disajikan sebagai menu sarapan atau pastry pendamping kopi. Dalam dunia FnB, croissant termasuk produk viennoiserie yang membutuhkan teknik khusus dalam proses pembuatannya.
Di Indonesia, croissant sudah menjadi menu umum di bakery, hotel, hingga coffee shop. Popularitasnya membuat istilah croissant akrab di telinga, meski cara bacanya masih sering bervariasi.
Cara baca croissant

Cara baca croissant sering jadi perbincangan di dunia FnB karena berkaitan langsung dengan standar bahasa dan latar budaya kuliner. Di satu sisi, ada pengucapan baku dalam Bahasa Indonesia yang digunakan secara resmi. Di sisi lain, ada pengucapan asli dari bahasa asalnya yang kerap dipakai di lingkungan internasional.
Memahami perbedaan ini penting agar kamu bisa menyesuaikan cara menyebut croissant sesuai konteks, baik saat melayani pelanggan lokal maupun saat bekerja di lingkungan kuliner global.
1. Cara baca croissant menurut KBBI
Menurut KBBI, cara baca croissant yang benar dalam Bahasa Indonesia adalah “kroisan”. Pengucapan ini merupakan hasil penyerapan dari Bahasa Prancis yang sudah disesuaikan dengan kaidah pelafalan bahasa Indonesia. Karena itu, menyebut “kroisan” dianggap baku dan sah secara linguistik.
Dalam konteks profesional FnB di Indonesia, pengucapan “kroisan” paling aman digunakan. Cara baca ini umum dipakai dalam penulisan menu, pelatihan staf, hingga komunikasi dengan pelanggan lokal, sehingga lebih mudah dipahami dan terdengar natural.
2. Cara baca croissant dalam bahasa Prancis (bahasa asal)
Dalam Bahasa Prancis, croissant diucapkan mendekati “kwa-sã”, dengan bunyi akhir sengau yang khas. Pengucapan ini tidak mengucapkan huruf t di akhir dan terdengar lebih halus saat dilafalkan. Cara baca ini sering dianggap lebih otentik karena mengikuti bahasa asalnya.
Di dunia FnB internasional atau fine dining, pengucapan ala Prancis bisa menjadi nilai tambah, terutama saat berinteraksi dengan chef atau tamu asing. Meski begitu, pengucapan ini tidak wajib digunakan di Indonesia, selama konteks dan audiensnya dipahami dengan baik.
Kenapa cara bacanya bisa berbeda?
Perbedaan cara baca croissant terjadi karena proses penyerapan bahasa. Kata croissant berasal dari Bahasa Prancis lalu masuk ke Bahasa Indonesia, sehingga pelafalannya disesuaikan dengan sistem bunyi lokal. Dari proses ini, lahirlah pengucapan “kroisan” yang lebih mudah diucapkan oleh penutur Indonesia.
Dalam dunia FnB, kedua pengucapan ini sering dipakai tergantung konteks. Di dapur profesional atau kelas kuliner internasional, pengucapan ala Prancis bisa terdengar lebih familiar. Sementara di pelayanan pelanggan lokal, “kroisan” justru lebih komunikatif dan mudah dipahami.
Bedanya croissant dan pain au chocolat

Croissant dan pain au chocolat sama-sama berasal dari Prancis dan dibuat dari adonan berlapis mentega. Keduanya pun umum dijadikan sarapan a la hotel. Perbedaan utamanya terletak pada bentuk dan isinya. Croissant berbentuk melengkung dan umumnya tidak berisi apa pun, meski kini banyak variasi modern.
Sementara itu, pain au chocolat berbentuk persegi panjang dan berisi cokelat di bagian tengahnya. Dalam dunia FnB, memahami perbedaan ini penting agar kamu tidak salah menyebut atau menyajikan menu kepada pelanggan.
Cara menyebut croissant di dunia FnB
Dalam konteks profesional FnB di Indonesia, cara baca croissant yang paling aman dan baku adalah “kroisan”. Pengucapan ini cocok digunakan saat menulis menu, menjelaskan produk ke pelanggan, atau komunikasi internal tim. Selain sesuai KBBI, pengucapan ini juga terdengar natural di telinga lokal.
Jika kamu bekerja di lingkungan internasional atau fine dining, memahami pengucapan ala Prancis bisa jadi nilai tambah. Meski begitu, yang terpenting adalah konsistensi dan kejelasan saat berkomunikasi, terutama dalam pelayanan makanan dan minuman.
Penutup
Cara baca croissant yang benar secara baku dalam Bahasa Indonesia adalah “kroisan”, dan pengucapan ini sudah tepat digunakan di dunia FnB lokal. Memahami asal-usul dan perbedaan pengucapan croissant membantu kamu tampil lebih profesional saat membahas menu atau bekerja di industri kuliner. Dengan pengetahuan ini, kamu bisa lebih percaya diri menyebut croissant, baik di dapur maupun di depan pelanggan.
FAQ seputar cara baca croissant
| Apakah huruf R dalam kata croissant tidak dibaca? | Huruf r dalam kata croissant tetap dibaca dalam versi Bahasa Indonesia. Pada pengucapan “kroisan”, bunyi r terdengar jelas di awal kata. Berbeda dengan pengucapan ala Prancis yang terdengar lebih lembut, versi Indonesia tetap mempertahankan bunyi r. |
| Kenapa ada perbedaan cara baca croissant? | Perbedaan cara baca croissant terjadi karena proses penyerapan bahasa. Kata ini berasal dari Bahasa Prancis lalu disesuaikan dengan sistem bunyi Bahasa Indonesia. Akibatnya, muncul dua pengucapan yang sama-sama dikenal, yaitu versi baku Indonesia dan versi bahasa asal. |
| Apakah pengucapan ala Prancis wajib digunakan di dunia FnB? | Pengucapan ala Prancis tidak wajib digunakan, terutama dalam konteks lokal. Di Indonesia, menyebut “kroisan” sudah tepat dan mudah dipahami pelanggan. Pengucapan ala Prancis biasanya digunakan di lingkungan internasional atau fine dining. |
| Cara baca croissant yang paling tepat untuk pelayanan pelanggan apa? | Untuk pelayanan pelanggan di Indonesia, cara baca croissant yang paling tepat adalah “kroisan”. Pengucapan ini terdengar jelas, profesional, dan sesuai standar bahasa. Hal ini membantu menghindari kesalahpahaman saat komunikasi di dunia FnB. |
Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.


















