Sebanyak 99 persen tim yang membangun Butter Baby adalah orang Indonesia. Kreator, desainer, strategi, konten, dan operasional semuanya lahir dan besar di negeri ini. Ketika Butter Baby melangkah ke dunia, Indonesia melangkah bersamanya.
"Butter Baby bukanlah kisah tentang sebuah brand yang datang ke Indonesia. Ini adalah kisah yang lahir di sini, dibangun oleh tangan-tangan Indonesia, dan kini berdiri di area Keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta karena memang di sanalah tempatnya. Patung ini menghadap ke luar karena dalam setiap langkahnya menuju dunia, Butter Baby membawa DNA Indonesia bersamanya. Keberangkatan inilah titik yang sesungguhnya," jelas Karen Tjahja, Head of Marketing & Business Development Butter Baby.
"Selama lebih dari dua puluh tahun, saya telah memasak di dapur-dapur di lima benua. Tidak ada negara yang menghentikan saya dan meninggalkan kesan sedalam Indonesia: dari budaya, cita rasa, kreativitas, hingga orang-orangnya. Butter Baby adalah refleksi dari semua itu. Kisah ini lahir di sini. Dan dari Terminal Keberangkatan Soekarno-Hatta, perjalanannya berlanjut," ungkap Shane Lewis, CEO Butter Baby
Dengan rencana ekspansi internasional ke Bangkok pada tahun 2027, Butter Baby terus membangun sesuatu yang sejak awal diyakininya mungkin: sebuah IP Indonesia yang dikenal dunia, bukan dengan mengikuti tren global, melainkan dengan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri.