3 Tips Layering Scarf untuk Perempuan Berhijab, No Bulky!

- Listiyani Wulandari dari ESMOD Jakarta berbagi tips styling scarf di BeautyFest Asia 2026 agar perempuan berhijab bisa tampil modis tanpa terlihat bulky.
- Ia menyarankan penggunaan scarf sebagai aksen di area pinggang untuk menciptakan proporsi seimbang dan menghindari penumpukan kain di bagian atas tubuh.
- Scarf juga dapat dibentuk menjadi vest atau bolero sebagai alternatif layering ringan yang tetap memperkaya tampilan hijab.
Scarf menjadi salah satu fashion item yang cukup fleksibel untuk dipadukan ke berbagai gaya berpakaian. Namun, bagi perempuan berhijab, teknik layering terkadang menjadi tantangan tersendiri karena tampilan bisa terlihat terlalu penuh atau bulky jika tidak ditata dengan tepat.
Usai sesi workshop Beads on Scarf with ESMOD di BeautyFest Asia 2026 Jakarta, Sabtu (30/5), Popbela berbincang dengan Listiyani Wulandari, pengajar di ESMOD Jakarta, mengenai cara memanfaatkan scarf sebagai elemen layering tanpa membuat penampilan terasa bertumpuk.
Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
Table of Content
1. Manfaatkan scarf sebagai layering di area pinggang

Menurut Listiyani, salah satu tren yang banyak digunakan anak muda saat ini adalah layering pada bagian bawah outfit. Teknik ini bisa menjadi pilihan menarik bagi perempuan berhijab karena tidak menambah volume di area atas tubuh yang sudah tertutup hijab.
"Salah satu yang lagi tren, saya suka lihat anak muda main di layering. Jadi misalkan mereka pakai celana, di atasnya itu ada selembar kain seperti rok. Mungkin scarfnya bisa dipakai di sana, di area pinggang," jelasnya.
Scarf bisa diikat atau ditata menyerupai rok pendek sebagai aksen tambahan di atas celana. Selain membuat tampilan lebih dinamis, styling seperti ini juga membantu menciptakan proporsi yang lebih seimbang.
2. Hindari menumpuk scarf di area badan

Saat bereksperimen dengan layering, Listiyani menyarankan perempuan berhijab untuk lebih berhati-hati jika ingin menambahkan scarf di area atas tubuh.
Menurutnya, bagian kepala dan leher sudah tertutup oleh hijab sehingga penambahan kain berlebihan di area yang sama berisiko membuat siluet tubuh terlihat lebih penuh.
"Kalau berhijab itu kan bagian atas udah ter-cover. Sebaiknya scarf jangan ditempatkan di badan lagi karena bakal terlihat numpuk. Supaya lebih berjarak aja," sarannya.
Karena itu, penting untuk mempertimbangkan distribusi layering agar tampilan tetap ringan dan nyaman dipandang.
3. Ubah scarf menjadi vest atau bolero

Selain digunakan sebagai aksesori di pinggang, scarf juga bisa diubah menjadi lapisan atasan yang unik. Salah satu caranya adalah dengan membentuk scarf menyerupai vest.
"Scarf juga bisa dipakai untuk layering atasan. Stylingnya harus kayak vest. Tapi mungkin memang harus paham teknik mengikatnya karena scarf itu bentuknya hanya selembar kain," ungkap Listiyani.
Jika belum terbiasa membuat bentuk vest, alternatif yang lebih mudah adalah menjadikan scarf sebagai syal atau bolero. Cara ini tetap memberikan efek layering tanpa membuat outfit terlihat terlalu berat.
Dengan penempatan yang tepat, scarf bisa menjadi item serbaguna yang memperkaya tampilan hijab tanpa membuat siluet terlihat bulky. Kuncinya adalah memperhatikan proporsi dan menghindari penumpukan kain di area yang sudah memiliki banyak layer.
Selamat berkreasi, Bela!

















