Sebastian Gunawan Ajak Nostalgia ke Era 1920 Lewat 'Jazz & Jasper'

- Sebastian Gunawan menghadirkan koleksi 'Jazz & Jasper' dalam fashion show 2026 di Hotel Mulia Senayan, terinspirasi dari semangat kebebasan perempuan era 1920-an.
- Nama Jazz & Jasper menggambarkan perpaduan energi kreatif dan keanggunan elegan, mencerminkan karakter perempuan modern yang bebas berekspresi namun tetap berkelas.
- Gaya flapper klasik diolah lebih modern dengan potongan ringan, warna glamor, serta kolaborasi aksesori dan tata rias yang menonjolkan nuansa vintage-meets-modern.
Pernah terbayang rasanya masuk ke pesta tahun 1920-an? Suasana itu yang dibawa Sebastian Gunawan lewat koleksi terbarunya, Jazz & Jasper, dalam Sebastian Gunawan Signature Annual Fashion Show 2026.
Digelar di Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada 7 Juli 2026, fashion show ini membawa cerita tentang era twenties yang penuh perubahan. Koleksi ini bercerita tentang keberanian perempuan untuk tampil lebih bebas, percaya diri, dan punya gaya sendiri.
1. Terinspirasi Era 1920-an yang Penuh Perubahan

Era 1920-an memang punya tempat spesial dalam sejarah fashion. Di masa ini, perempuan mulai meninggalkan gaya berpakaian yang terasa kaku dan memilih pakaian yang lebih nyaman, ringan, serta lebih bebas bergerak.
Semangat tersebut yang menjadi inspirasi utama koleksi Jazz & Jasper. Sebastian Gunawan mencoba menangkap energi perempuan masa itu yang mulai berani menunjukkan karakter dan mengekspresikan dirinya tanpa batas.
Lewat koleksi ini, nuansa klasik era lama bertemu dengan sentuhan modern yang terasa fresh dan tetap cocok untuk perempuan masa kini.
2. Jazz dan Jasper sebagai Dua Sisi yang Saling Melengkapi

Nama Jazz & Jasper punya cerita menarik di baliknya. Jazz menggambarkan energi, kebebasan, dan suasana penuh kreativitas yang berkembang pesat di era 1920-an.
Sementara Jasper terinspirasi dari batu yaspis yang dikenal punya karakter kuat dan cantik. Ditambah dengan sentuhan estetika Art Deco, Jasper membawa kesan elegan yang timeless.
Dua karakter ini akhirnya berpadu menjadi satu koleksi yang menggambarkan sosok perempuan modern yang bebas berekspresi, tapi tetap punya sisi anggun dan berkelas.
3. Gaya Flapper yang Dibuat Lebih Modern

Bermula dari pengalaman menikmati konser jazz di Paris, Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese mengolah kembali gaya flapper khas twenties yang lebih kekinian.
Potongan low waist, rok berumbai, tulip skirt, hingga siluet cocoon hadir dalam bentuk yang lebih ringan dan nyaman. Permainan tailoring yang rapi juga dipadukan dengan desain yang lebih loose dan relax.
Cristina Panarese mengatakan koleksi kali ini memang dibuat dengan nuansa yang sedikit berbeda. Lebih santai, lebih effortless, tapi tetap punya ciri khas Sebastian Gunawan Signature.
4. Warna-Warna Glamor yang Jadi Statement

Kalau bicara era 1920-an, tentu nggak bisa lepas dari kesan mewah dan penuh drama. Hal itu terasa lewat pilihan warna dalam koleksi ini. Warna emas, perak, merah, perunggu, hingga biru memberikan sentuhan glamor yang langsung membawa suasana ke zaman pesta jazz yang ikonik.
Selain warna, detail-detail seperti motif elemen Art Nouveau, patchwork lace, hingga tekstur bulu dari olahan benang membuat setiap busana terlihat semakin unik dan punya karakter.
5. Detail yang Bikin Koleksi Makin Spesial

Sebuah fashion show tentu bukan soal pakaian saja. Detail pendukung juga punya peran besar dalam membangun cerita. Untuk Jazz & Jasper, Sebastian Gunawan berkolaborasi dengan Rinaldy A. Yunardi untuk menghadirkan aksesori kepala yang dramatis dan memperkuat karakter koleksi.
Sementara tampilan makeup dan rambut para model dipercayakan kepada Donny Liem x Artisan Pro yang berhasil menerjemahkan atmosfer era 1920-an ke dalam tampilan yang tetap fresh dan modern.





















