Banyak yang mengira kepergian Riccardo Tisci dari Givenchy sejak Februari tahun lalu adalah menuju ke rumah mode Versace, namun fakta berkata lain ketika baru-baru ini diumumkan kalau Riccardo Tisci akan menjabat sebagai chief creative officer di Burberry, efektif per tanggal 12 Maret ini. Berita menyenangkan ini diumumkan oleh rumah mode Inggris tersebut yang baru saja menggelar show terakhir karya Christopher Bailey - desainer sebelumnya yang sudah menyatakan keluar sejak Oktober 2017.

Riccardo Tisci sendiri mempunyai track record baik saat berkarya di Givenchy selama 12 tahun. Dimana sejak kedatangannya di tahun 2005 di salah satu rumah mode terkuat milik LVMH ini, Tisci sukses menginjeksikan gaya street dan komersialitas ke dalam DNA Givenchy. Nantinya pun Riccardo Tisci akan kembali reunian dengan Marco Gobbetti yang menjabat sebagai CEO di Burberry, yang sebelumnya menjabat di Givenchy dan Céline. Tampaknya nama Tisci memang sengaja dijadikan kejutan yang tidak terprediksi.

Riccardo Tisci Resmi Menjadi Desainer Baru BurberryTheseattletimes.com

 

Ini pun akan menjadi sangat menarik. Dan sekali lagi tidak terprediksi jika membayangkan seperti apa desain Burberry di tangan Riccardo Tisci. Christopher Bailey sendiri terkenal akan gaya klasiknya, sementara Tisci lebih ke arah gaya glamor selebritas. Tapi disitulah sisi positifnya! Tisci dipercaya dapat mengeksplor ranah baru bagi Burberry di bagian haute couture. Tisci sangat akrab dengan gaun-gaun karpet merah yang memukau!

Riccardo Tisci Resmi Menjadi Desainer Baru BurberryWorldallaround.com

 

"Saya sangat bangga dan senang bisa bergabung dengan Burberry sebagai chief creative officer dan kembali reuni dengan Marco Gobbetti. Saya sangat menghargai akar budaya Inggris yang melekat di Burberry dan secara global, dan saya begitu bersemangat melihat potensi yang dimiliki oleh brand yang luar biasa ini." jelas Riccardo Tisci dalam kutipannya di Vogue.com.

BACA JUGA: Tommy Hilfiger Tutup Milan Fashion Week dengan Koleksi F1