Terpilih menjadi Dewi Fashion Knights, dan baru memenangkan International Woolmark Asia Regional final untuk womenswear, Toton menjadi desainer yang paling ditunggu-tunggu. Banyak faktor yang membuat sang desainer begitu dikagumi. Complexity of his mind, beautiful craftmanships, hingga pendekatan emosi yang selalu ia bangun ditiap show-nya. Sebuah karya yang berbicara. Mungkin ungkapan tersebut tepat menggambarkan tiap busana masterpiece yang ia ciptakan. Karyanya tidak pernah terlalu ribet (baca: still wearable) tapi eksekusinya selalu bercita rasa seni yang high fashion. Malam ini show-nya dibuka dengan empat look yang bergaya maskulin/feminin, lewat jas-jas pria bersiluet tegas berwarna hitam yang menyembunyikan hasil ketrampilannya. "Kadang perasaan yang di dalam tak seperti yang terlihat di eksterior kita," ungkap Toton begitu poetic.

#JFW2017 Toton : Sebuah Kisah Perpisahan Dibalik Koleksinya

Sebuah perasaan sentimental pun mendadak memenuhi panggung Jakarta Fashion Week. Ketika lagu akustik dari Sheila on 7 yang berjudul "Sebuah Kisah Klasik" mengiringi busana tiap busana, kita seperti menyelami perasaan terdalam sang desainer. Keindahan dari koleksinya kali ini ternyata adalah sebuah bentuk salam perpisahan. "Koleksinya memang didedikasikan untuk salah satu anggota tim Toton yang meninggal dunia beberapa bulan yang lalu," jelas Toton. "Koleksi ini menjadi paradoks perasaan dan emosi yang berbeda-beda."

#JFW2017 Toton : Sebuah Kisah Perpisahan Dibalik Koleksinya

Tidak hanya hidup karena nilai emosional yang dibangun saat presentasinya, signature Toton yang memadukan keberagaman budaya dan menghasilkan berbagai siluet kontemporer terus memukau. Eksplorasinya pada material menghasilkan beberapa outerwear yang tampak premium dengan memakai kain kinran - yang ditenun dengan benang berlapis kertas emas (gold foil) - menciptakan efek metalik yang natural. Jaket berkerah kimono dengan aksen zipper yang dikenakan ala dropped shoulder menjadi gaya kekinian yang artsy. Sementara bunga-bunga yang dibordir tiga dimensi menjadi focal point yang menarik. "Tumbuh" pada atasan transparan, rok berpotongan pensil, hingga pada bagian lengan. Tapi yang menarik adalah saat melihat keberhasilannya mengubah motif batik Truntum yang dituangkan sebagai detail beading yang super delicate.

#JFW2017 Toton : Sebuah Kisah Perpisahan Dibalik Koleksinya

Cara pandang yang maju selalu tertuang pada koleksi yang terdepan, dengan akar warisan budaya yang tidak pernah ditinggalkannya. Caranya me-reworks, menghadirkan statement pieces, craftmanships yang dipadukan dengan daya pakai, hingga finishing detail tradisional, menciptakan koleksi yang mampu membawa harum nama Bangsa kelak (maybe already!). Well... Expectations fullfilled.

#JFW2017 Toton : Sebuah Kisah Perpisahan Dibalik Koleksinya

#JFW2017 Toton : Sebuah Kisah Perpisahan Dibalik Koleksinya

BACA JUGA: #JFW2017 I.K.Y.K : Dari Hanbok Hingga Debut Menswear