Tak terasa BeautyFest Asia (BFA) Jakarta 2026 telah memasuki hari terakhir. Acara yang berlangsung di Mall Kota Kasablanka ini digelar mulai tanggal 29-31 Mei 2026. Selain menjadi tempat berbelanja produk kecantikan favorit dan berburu berbagai promo menarik, BFA Jakarta 2026 juga menghadirkan beragam sesi talkshow inspiratif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Main Character Energy: Saat Fashion Jadi Kunci Tampil Percaya Diri

- BeautyFest Asia (BFA) Jakarta 2026 digelar di Mall Kota Kasablanka pada 29–31 Mei 2026 dan menjadi ajang belanja serta inspirasi bagi para beauty enthusiast.
- Talkshow bertajuk “Main Character Energy: Dressing for Confidence” menghadirkan Ms. Angelina dari ESMOD dan Aprilian Tika, model plus size sekaligus kreator.
- Sesi tersebut menyoroti bagaimana fashion berperan penting dalam membangun rasa percaya diri dan memperkuat personal branding di kehidupan modern.
Semangat para beauty enthusiast terlihat memenuhi area Main Stage, Grand Atrium untuk mengikuti talkshow bertajuk “Main Character Energy: Dressing for Confidence” bersama Ms. Angelina, Academic at ESMOD, serta Aprilian Tika, Plus Size Model & Creator.
Dalam sesi ini, keduanya membahas bagaimana fashion dapat menjadi alat untuk membangun kepercayaan diri sekaligus memperkuat personal branding di tengah kehidupan modern. Lantas, seperti apa pembahasannya? Simak melalui artikel ini yuk, Bela!
Table of Content
Apa Itu Main Character Energy?

Menurut Aprilian Tika, main character energy bukan berarti seseorang menjadi narsis atau merasa paling penting. Sebaliknya, konsep ini lebih merujuk pada kemampuan seseorang untuk hadir dengan percaya diri dan memiliki aura yang kuat dalam kehidupannya sendiri.
"Kalau menurut aku dari main character energy itu adalah seseorang yang berasa hidupnya itu adalah pemain utama di sebuah film. Bukannya lagi narsis ya, tapi kayak kita tuh punya presence yang kuat di hidup ini dan di dunia ini gitu. Dia tuh tau dia tuh maunya apa. Terus kedatangannya juga kayak punya aura sendiri dan orang lain bisa merasakannya," jelas Aprilian.

Senada dengan hal tersebut, Ms. Angelina menyoroti bahwa salah satu fondasi utama dari main character energy adalah kenyamanan terhadap diri sendiri, termasuk dalam hal berpakaian.
Menurutnya, di era modern saat ini, fashion tidak lagi sekadar mengikuti standar atau ekspektasi masyarakat. Sebaliknya, cara berpakaian telah berkembang menjadi bagian dari personal branding yang membantu seseorang mengekspresikan identitasnya.
"Menurut saya adalah hal yang paling penting itu pada saat seseorang sudah nyaman dengan caranya berpakaian. Karena zaman sekarang kan modern clothing itu bukan cuma kita harus conform ke apa yang society mau tapi ada yang namanya personal branding. Jadi gimana kita bisa balance antara style yang kita suka dengan apa yang available in the market," ujar Ms. Angelina.
Mengapa Cara Berpakaian Bisa Tingkatkan Kepercayaan Diri?

Banyak orang mungkin pernah mendengar kalimat seperti, "Kamu kelihatan cantik kalau pakai baju itu karena kamu jadi lebih pede," Lalu, mengapa rasa percaya diri seringkali berkaitan dengan fashion?
Menurut Aprilian, pakaian merupakan salah satu bentuk representasi diri yang paling mudah terlihat oleh orang lain. Apa yang seseorang kenakan sering kali menjadi cara pertama untuk menunjukkan kepribadian, karakter, hingga suasana hati.
"Soalnya apa yang kita pakai itu representasi diri kita. Jadi gimana cara kita berpakaian itu kita tuh sebenarnya mau dilihat oleh orang lain tuh seperti apa," ungkapnya.
Ia pun memberi contoh sederhana dari gaya pribadinya yang identik dengan warna-warna cerah. Bagi Aprilian, pilihan tersebut bukan hanya soal estetika, tetapi juga cara untuk menciptakan energi positif dalam kesehariannya.
"Mungkin aku suka colourful, mungkin kalau aku pribadi karena biar hari-hari aku lebih ceria dan mungkin aku bahagia pakai baju warna warni," tambahnya.
Personal Branding Dimulai dari Penampilan

Dalam dunia profesional maupun kehidupan sosial, personal branding menjadi aspek yang semakin penting. Menurut Ms. Angelina, memiliki gaya berpakaian yang khas dapat membantu orang lain memahami karakter dan identitas seseorang bahkan sebelum percakapan dimulai. Ketika seseorang konsisten dengan gaya tertentu, orang-orang di sekitarnya akan lebih mudah mengingat dan mengenali dirinya.
"Misalnya Kak April dengan warna-warninya. Orang jadi punya gambaran tentang dirinya, bagaimana perspektifnya, dan posisi identitas sosial yang ingin ia tampilkan," jelas Ms. Angelina.
Melalui fashion, seseorang dapat mengomunikasikan banyak hal tanpa harus berbicara panjang lebar. Karena pada akhirnya, penampilan menjadi salah satu bentuk komunikasi visual yang sangat kuat.
"In the end of the day, mau kita suka atau enggak, first impression matter. Sebelum kita buka mulut, sebelum kita ngomong bahkan orang pada kayak oh caranya pakai baju kayak gini," lanjutnya.
First Impression Masih Punya Pengaruh Besar

Tak bisa dipungkiri, kesan pertama masih memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan. Meski tidak menentukan segalanya, penampilan seringkali menjadi faktor awal yang memengaruhi cara seseorang dipersepsikan.
Menurut Ms. Angelina, pengaruh fashion terhadap persepsi orang lain memang cukup besar, meskipun tidak mencapai seratus persen. Ia kemudian mengutip pendapat desainer kostum legendaris, Edith Head, yang menyebut bahwa cara berpakaian sebaiknya dipandang sebagai sebuah strategi.
"Jadi cara kita berpakaian itu bukan cuma disesuaikan dengan situasi atau lingkungan kita sekarang. Tapi juga sebaiknya disesuaikan dengan where do you want to be in the next like 5 years for example. Ketika ada identitas dimana kamu akan ngebalance antara kamu itu mau jadi siapa dengan apa yang komunitas kamu harapkan," jelasnya.
Dengan kata lain, pakaian dapat menjadi alat untuk membantu seseorang membangun citra yang selaras dengan tujuan pribadi maupun profesionalnya.
Berpakaian untuk Versi Diri yang Ingin Kamu Capai

Menariknya, Ms. Angelina juga mengajak para pengunjung untuk melihat fashion dari perspektif jangka panjang. Menurutnya, gaya berpakaian tidak hanya mencerminkan siapa diri kita saat ini, tetapi juga bisa menjadi representasi dari siapa yang ingin kita menjadi di masa depan.
"Kalian bebas banget untuk bisa balance dengan apa yang kalian mau, identitas apa yang kalian mau sampaikan ke dunia. Oke, jadi fashion ini ada identitas seseorang juga ya," ungkapnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tetap harus diseimbangkan dengan norma dan konteks sosial yang berlaku. Berbeda dengan masa lalu, saat ini masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi identitas personal melalui fashion.
Cara berpakaian bisa menjadi sarana untuk mengekspresikan diri, membangun personal branding, hingga meningkatkan rasa percaya diri. Nantikan sesi talkshow menarik lainnya di BFA Jakarta 2026, jangan lupa datang ya, Bela!

















