Louis Vuitton Men’s FW26 Tampilkan 'Timeless' ala Pharrell Williams

- Koleksi ini dirancang Pharrell Williams dengan tajuk Timeless yang mengeksplorasi sosok pria masa kini yang lebih fleksibel dan merangkul keberagaman gaya
- Show digelar dengan latar Drophaus, rumah prefabrikasi modern dengan dinding kaca yang berkolaborasi dengan arsitek Not a Hotel.
- Berbeda dari tren slim-fit yang mendominasi musim ini, Louis Vuitton FW26 menawarkan ragam siluet.
Louis Vuitton resmi membuka Paris Men’s Fashion Week lewat peragaan Men’s Fall/Winter 2026, di bawah arahan kreatif Pharrell Williams. Koleksi ini jadi panggung eksplorasi antara warisan klasik Louis Vuitton dengan interpretasi modern bagi pria masa kini yang dinamis dan berani bereksperimen.
Sebagai pembuka rangkaian perayaan 130 tahun monogram ikonis Louis Vuitton, show ini juga sekaligus merayakan warisan label dari trunk klasik legendaris hingga interpretasi menswear khas LV yang fresh dan modern.
1. Fokus pada timelessness

Koleksi Men’s Fall/Winter 2026 kali ini bertajuk 'Timeless' yang fokus pada fungsi, pengembangan material, dan konstruksi pakaian. Dengan pendekatan ini, wardrobe pria modern terasa praktis untuk penggunaan sehari-hari dan tetap stylish. Merangkul keberagaman gaya yang terkadang rapi, santai, tapi juga playful.
2. Suasana runway berlatar rumah modern

Show digelar di area set yang lush dan dinamis. Menghadirkan Drophaus, struktur rumah prefabrikasi yang dirancang Pharrell bersama firma arsitektur Not A Hotel. Interiornya menampilkan furnitur Homework hasil kolaborasi khusus, diisi aroma wewangian khas oleh Jacques Cavallier Belletrud.
3. Siluet beragam dan material inovatif

Berbeda dari tren slim-fit yang mendominasi musim ini, Louis Vuitton FW26 menawarkan ragam siluet. Ada sweater ketat yang sleek, setelan jas yang pas badan, sampai tailored shorts oversized yang tetap kelihatan rapi.
Louis Vuitton menonjolkan pengembangan material sebagai inti koleksinya. Contohnya, Kain klasik seperti houndstooth, herringbone, dan check dibuat reflektif di bawah cahaya. Denim dan jaket menggunakan teknologi thermo-adaptive yang tahan air, hingga kain aluminium-bonded membentuk pakaian yang ikut menyesuaikan gerakan tubuh.
4. Konsep 'rapi yang berantakan'

Salah satu highlight musim ini adalah konsep artfully undone. Kemeja dan atasan tampil dengan efek sedikit kusut, seolah tidak disengaja. Look-nya jadi terasa lebih real dan effortless
5. Inspirasi sang desainer

Koleksi ini banyak mengambil inspirasi dari ’80-an, dengan jas klasik dan mantel tailored yang dipadukan sportswear penuh warna dan aksesoris unik. Tailoring tetap rapi tapi lebih rileks dan fleksibel.
Pharrell juga menyebut bahwa Ralph Lauren jadi inspirasi besar, terutama gaya preppy yang lagi hits di kalangan Gen Z.
6. Palet warna netral dengan sentuhan nuansa cerah

Palet warna netral masih jadi dasar koleksinya, tapi diselipkan aksen warna cerah seperti pink dan baby blue. Detail yang unik seperti mantel berhias pita sampai kemeja yang sedikit berkilau membuat koleksi terasa hidup dan tetap youthful.
7. Diramaikan para bintang

Bukan cuma visualnya, Pharrell menggarap soundtrack bareng Jackson Wang, A$AP Rocky, Quavo, John Legend, Pusha T, dan Voices of Fire.
Runway juga makin spesial dengan debut Bambam (GOT7) yang memakai koleksi terbaru. Sementara di front row, deretan selebritas dunia hadir mulai dari SZA, Gong Yoo, Usher, John Legend, Joe Keery, sampai Jackson Wang.


















