Koleksi terbaru LAKON Indonesia, HARSA, diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan. Ini menjadi kelanjutan dari perjalanan yang dimulai melalui koleksi Urub dan Pasar Malam. Jika Urub berbicara tentang semangat yang terus menyala, dan Pasar Malam merayakan kehidupan serta pertemuan manusia di dalamnya, maka HARSA menjadi refleksi tentang menikmati perjalanan, menghargai setiap proses, dan mensyukuri segala hal yang lahir darinya.
Di tengah dunia yang semakin menghargai kecepatan, HARSA justru mengajak merayakan sesuatu yang tidak dapat dipercepat, yakni proses, keterampilan, dan waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah karya. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu ditemukan pada tujuan akhir, melainkan pada keberanian untuk terus belajar, berkarya, dan bertumbuh.
"Selama delapan tahun membangun LAKON Indonesia, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya datang ketika sebuah karya selesai. Kebahagiaan justru hadir dalam setiap proses yang kami jalani - ketika berdiskusi, bereksperimen, menyelesaikan berbagai tantangan, hingga melihat hasilnya yang terus berkembang. Perjalanan itu yang membawa kami hingga hari ini.
HARSA lahir dari rasa syukur atas perjalanan tersebut. Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, kami diingatkan bahwa ada hal-hal yang memang tidak seharusnya dipercepat. Sebuah karya tangan membutuhkan waktu, kesabaran, ketelitian, dan hati. Justru di situlah letak nilainya.
Melalui HARSA, kami ingin merayakan proses. Merayakan sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati karena mengerti tujuannya. Dan ketika semuanya berproses, kebahagiaan menemukan jalannya. Semoga kebahagiaan itu juga dapat dirasakan oleh setiap orang yang mengenakan karya kami," ujar Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia, Co-Initiator PINTU Incubator, dan Advisor to JF3 Fashion Festival.