Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Paris Memanas! Show Louis Vuitton jadi Sorotan
vogue.com

Paris kembali menjadi panggung utama dunia mode, namun kali ini bukan dengan suasana klasik yang tenang. Kota tersebut justru berubah menjadi arena panas ekstrem yang memicu rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah.

Di tengah kondisi itu, Louis Vuitton memilih jalur yang tidak biasa, yakni menghadirkan runway yang terasa seperti pantai tropis dengan ombak buatan, pasir, dan energi surfing yang meledak-ledak.

Di balik semua ini, Pharrell Williams kembali menunjukkan visinya yang semakin matang dalam membentuk ulang definisi menswear mewah.

Koleksi Spring/Summer 2027 ini bukan sekadar pakaian, tetapi pengalaman multisensori yang memadukan budaya pantai, tailoring kelas atas, dan storytelling khas dunia luxury.

Runway yang berubah jadi pantai buatan di tengah Paris

Show ini digelar di area kampus di pinggiran Paris, sebuah pilihan lokasi yang tak biasa untuk rumah mode sekelas Louis Vuitton.

Area tersebut disulap menjadi ruang terbuka berisi pasir halus, sementara catwalk membentang keluar dari sebuah instalasi ombak buatan raksasa yang menyemburkan air ke udara.

Ketika suhu Paris mencapai titik ekstrem, elemen air dalam show ini terasa bukan hanya simbolis, tetapi juga sangat relevan. Seakan-akan Louis Vuitton tidak hanya memamerkan koleksi, tetapi juga merespons kondisi dunia nyata melalui bahasa visual yang kuat.

Para tamu undangan (termasuk aktor Jeremy Allen White serta musisi Jackson Wang dan J-Hope) duduk mengelilingi arena seperti sebuah festival pantai eksklusif.

Ketika suara ombak buatan berganti menjadi orkestra live, runway pun dimulai dengan atmosfer yang dramatis dan tidak biasa.

Surf culture bertemu luxury tailoring

vogue.com
wwd.com

Koleksi ini bergerak di antara dua dunia, yakni formalitas bisnis dan kebebasan budaya surfing.

Di satu sisi, ada setelan tailored yang rapi, mantel duffel klasik, dan bomber jacket yang terasa sangat "executive".

Di sisi lain, muncul elemen yang jauh lebih santai seperti Hawaiian shirt bermotif palem, celana denim cut-off, hingga wetsuit dengan monogram khas Louis Vuitton. Sebuah langkah berani yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh rumah mode ini.

Untuk pertama kalinya, logo ikonik LV hadir pada perlengkapan diving fungsional. Ini menandai perluasan bahasa desain Louis Vuitton ke ranah performance wear, bukan hanya fashion semata.

Koleksi ini seolah menjawab kebutuhan pria modern yang menjalani berbagai peran dalam kesehariannya. Ia bisa menjadi eksekutif di pagi hari, dan peselancar di akhir pekan, tanpa harus berganti dunia sepenuhnya.

Inspirasi personal Pharrell Williams

vogue.com

Di balik konsep besar ini, Pharrell Williams membawa narasi yang sangat personal. Ia tumbuh di Virginia Beach, kota pesisir di Amerika Serikat yang dekat dengan Samudra Atlantik.

Keterikatan emosionalnya dengan air sudah terbentuk sejak kecil, bahkan ia pernah menceritakan pengalaman traumatis masa kecil yang justru membentuk obsesinya terhadap dunia perairan.

Namun menariknya, meskipun koleksi ini sangat terinspirasi oleh surfing, Pharrell sendiri mengakui bahwa ia baru mulai mencoba olahraga tersebut belakangan ini.

Baginya, surfing bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi simbol kebebasan, keseimbangan, dan gaya hidup kreatif.

Ia bahkan menyebut bahwa runway ini bukan sekadar fashion show, melainkan "dandy experience". Sebuah pengalaman estetika yang dirancang untuk dirasakan, bukan hanya dilihat.

Luxury, material, dan evolusi brand

wwd.com

Koleksi ini tetap mempertahankan DNA luxury dengan eksplorasi material tinggi seperti cashmere teknis, kulit python, dan crocodile berwarna pastel. Beberapa material dikembangkan bersama Loro Piana, sehingga memperkuat fokus pada kualitas dan craftsmanship.

Sneaker "Combi" dan surfboard berlogo LV menjadi highlight yang memperluas definisi produk fashion ke arah lifestyle objek.

Di tengah tren quiet luxury, Louis Vuitton memilih arah berbeda. Teatrikal, imersif, dan penuh narasi.

Koleksi ini menegaskan bahwa luxury kini bukan hanya tentang pakaian, tetapi tentang pengalaman dunia yang dibangun di sekelilingnya.

Editorial Team

Related Article