Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Kasus Penipuan Nyata Mirip The Art of Sarah, Bagaimana Kisahnya?

Kasus Penipuan Nyata Mirip The Art of Sarah, Bagaimana Kisahnya?
instagram.com/netflixkr
Intinya Sih
  • Kasus Vincent & Co adalah skandal jam mewah palsu sempat mengguncang Korea Selatan pada 2006.

  • Pelaku membangun citra Swiss luxury lewat promosi glamor, lokasi elite, dan klaim eksklusivitas palsu.

  • Kisah ini kembali ramai karena dinilai memiliki kemiripan dengan drama The Art of Sarah yang viral di 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Drama Korea The Art of Sarah tengah menjadi perbincangan dan trending di Netflix. Serial ini mengangkat kisah manipulasi, identitas palsu, dan intrik di balik dunia fashion yang penuh kepentingan tersembunyi. Kisahnya juga menyoroti bagaimana citra, reputasi, dan nilai sebuah karya bisa dimainkan demi keuntungan pribadi.

Di luar layar, kasus dengan pola serupa ternyata juga terjadi di dunia nyata. Sorotan publik kini mengarah pada dugaan penipuan yang melibatkan jam tangan mewah Vincent & Co pada 2006. Penipuan itu yang memperlihatkan bagaimana narasi, kepercayaan, dan persepsi eksklusivitas dapat dimanfaatkan dalam praktik bisnis.

Kasus penipuan nyata mirip The Art of Sarah ini pun memunculkan perbandingan dengan drama tersebut karena sama-sama menyinggung soal konstruksi reputasi dan klaim nilai yang dipertanyakan. Penasaran dengan kisah Vincent & Co dan seberapa mirip dengan drama The Art of Sarah? Yuk, simak kisahnya berikut ini!

Table of Content

1. Vincent & Co dikenalkan oleh Phillip Lee

1. Vincent & Co dikenalkan oleh Phillip Lee

https://search.naver.com/search.naver?ssc=tab.image.all&where=image&sm=tab_jum&query=%EB%B9%88%EC%84%BC%ED%8A%B8+%EC%95%A4+%EC%BD%94#imgId=image_sas%3Ablog_ee2914ce6072b40459ea867bf3543e72
naver.com

Kasus penipuan nyata mirip The Art of Sarah ini bermula dari Lee Dong Jin, yang juga dikenal sebagai Phillip Lee. Pada 2005, ia membuka kantor dan toko jam di Seoul dengan nama Vincent & Co, mengklaimnya sebagai merek Swiss eksklusif yang hanya dipakai 1 persen populasi dunia.

Ia bahkan menyebut jam tersebut digunakan oleh tokoh seperti Ratu Elizabeth II, Putri Diana, dan Grace Kelly. Untuk menciptakan kesan eksklusif, ia menulis pertanyaan di portal internet tentang di mana membeli jam Vincent, lalu menjawabnya sendiri seolah-olah berasal dari konsumen lain.

2. Budget fantastis untuk pemasaran

Pengguna Vincent & Co
x.com/ayachan__1004

Vincent & Co mempromosikan produknya lewat pesta peluncuran mewah di kawasan Cheongdam Dong, Gangnam dengan budget 100 juta won atau Sekitar 1 miliar rupiah. Acara tersebut turut mengundang kalangan kaya dan selebritas papan atas.

Strategi lain yang dilakukan merek ini adalah menciptakan daftar tunggu dengan alasan produksi handmade dan terbatas. Sejumlah artis seperti Ryu Seung Beom, Lee Jung Jae, dan Ha Yu Mi terlihat mengenakan jam tersebut di media sehingga makin meyakinkan publik.

3. Fakta produksi jam tangan Vincent & Co

Vincent & Co jam
x.com/infodrakor_id

Kasus penipuan nyata mirip The Art of Sarah semakin jelas ketika penyelidikan mengungkap bahwa jam tersebut diproduksi di Siheung, Provinsi Gyeonggi. Komponennya diimpor dari China, lalu dirakit secara lokal dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dari harga jual.

Jika ada pelanggan yang meminta sertifikat impor, produk dikirim lebih dulu ke Swiss lalu diekspor kembali ke Korea agar tampak sebagai barang impor resmi. Polisi mencatat sejak Maret 2005, Lee meraup sekitar 700 juta won dari penjualan sekitar 300 jam.

4. Kerugian miliaran dan gugatan investor

Bukti Vincent & Co jam
x.com/infodrakor_id

Kasus ini mulai mencuat ketika CEO Juno Hair, Hwang Sok Ki, yang membeli hak distribusi resmi senilai 1 miliar won, menuntut pengembalian dana. Selain itu, empat orang lain disebut membayar total 156,7 juta won untuk hak keagenan yang dijanjikan.

Dari laporan media Korea, biaya produksi jam berkisar antara 80 ribu hingga 3 juta won, sementara harga jualnya berkali lipat lebih tinggi. Pada akhirnya, distributor utama dijatuhi hukuman empat tahun penjara.

5. Lokasi toko strategis

Vincent & Co
x.com/infodrakor_id

Kasus penipuan nyata mirip The Art of Sarah begitu cerdik hinnga ke strategi pemilihan toko. Toko offline Vincent & Co berada di Apgujeong Dong, tepatnya di Seolleung Ro 155-gil, Gangnam, kawasan yang dikenal sebagai pusat gaya hidup elite. Meski lokasinya strategis, sejumlah pelaku industri jam dan pekerja toko mewah sebenarnya sempat meragukan kredibilitas merek tersebut.

Mereka menilai interior toko dan materi promosi tidak mencerminkan standar merek jam Eropa dengan sejarah panjang. Namun, bagi masyarakat umum, label Swiss luxury dan pencitraan glamor sudah cukup meyakinkan.

6. Kasusnya diangkat di berbagai program dan serial

Official Poster The Art of Sarah
instagram.com/netflixkr

Kasus ini kemudian dibahas dalam berbagai program investigasi Korea Selatan. MBC mengangkatnya dalam acara Field Record Detective dengan tema Cheongdam Dong Shock, The Truth of Fake Luxury Watches. Kasus ini juga muncul di O tvN Freehan 19 episode 94 serta dibedah dalam JTBC Case Chief pada 20 Desember 2021.

Fenomena ini kembali naikketika drama The Art of Sarah viral pada 2026. Selain itu, publik juga mengaitkannya dengan kasus Anna Sorokin alias Anna Delvey yang diangkat dalam serial Inventing Anna di Netflix. Ia juga memalsukan identitas dan citra glamor yang digunakannya untuk menipu kalangan elite.

Demikianlah kasus penipuan nyata mirip The Art of Sarah yang perlu kamu ketahui. Mengejutkan, bukan?

FAQ seputar Vincent & Co

Apa itu kasus Vincent & Co?

Mengapa kasus ini disebut mirip The Art of Sarah?

Mengapa kasus ini disebut mirip The Art of Sarah?

Karena sama-sama menampilkan strategi pencitraan glamor, klaim identitas palsu, dan manipulasi kepercayaan kalangan elite.

Berapa kerugian dalam kasus Vincent & Co?

Kasus ini menyebabkan kerugian miliaran won, termasuk investasi distribusi senilai 1 miliar won dan ratusan juta won dari agen lain.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidhza Putri Andiza
Nafi Khoiriyah
Hafidhza Putri Andiza
EditorHafidhza Putri Andiza
Follow Us

Latest in Fashion

See More