Ferragamo SS27 Hadirkan Kembali Gaya 1940-an dengan Twist Modern

Koleksi Ferragamo Spring-Summer 2027 karya Maximilian Davis menghadirkan 63 look yang menggali kemandirian perempuan era 1940-an melalui siluet modern, sensual, dan berani.
Tailoring tegas, potongan berinspirasikan seragam, utility pockets, serta belt dekoratif membentuk siluet koleksi; proporsi dan material dimainkan agar tampilan klasik terasa lebih bebas.
Material rubber transparan bergaya latex, reinterpretasi F wedge 1947 menjadi heels skulptural, serta Cara dan Hug Bag menjadi sorotan aksesori koleksi ini.
Take a Deeper Reads

Untuk Spring-Summer 2027, Creative Director Ferragamo, Maximilian Davis, kembali menggali cerita tentang kebebasan melalui sejarah pakaian. Kali ini, fokusnya adalah perempuan era 1940-an. Perempuan yang mulai masuk dunia kerja, bepergian, dan semakin berani menentukan cerita mereka sendiri.
Davis lalu mengambil wardrobe di era tersebut dan memberinya sedikit twist. Lebih sensual, sleek, berani dan kekinian. Koleksi ini terdiri dari 63 look dan menjadi salah satu eksplorasi menarik Davis terhadap arsip Ferragamo.
1. Menengok ke Era 1940-an

dok. Ferragamo Inspirasi Davis berawal dari perempuan-perempuan di 1940-an. Salah satu referensinya datang dari dunia fotografi, khususnya potret karya Man Ray terhadap Lee Miller. Ketertarikan itu kemudian membawa Davis pada periode ketika peran perempuan, pekerjaan, dan kemandirian sedang mengalami perubahan besar.
Semangat itu kemudian diterjemahkan Davis ke dalam waistline yang tegas, tailoring, uniform-inspired pieces, hingga utility pockets. Tapi semuanya diberi napas baru yang lebih bebas dan sensual. Ada latex trench coat, sculptural heels, dan sequined dress.
2. Tailoring yang Nggak Kaku

dok. Ferragamo Tailoring menjadi salah satu fondasi utama koleksi ini. Namun Davis mempermainkan proporsi dan material untuk membuat tailoring terasa lebih sensual.
Look pembuka, misalnya, menampilkan coat double-breasted sepanjang lutut yang dikencangkan dengan leather belt di bagian pinggang.
3. Decorative Belt

dok. Ferragamo Davis mengambil belt yang biasanya punya fungsi praktis dan mengubahnya menjadi elemen styling. Bukan cuma buat mengunci celana atau dress, ikat pinggang dipakai untuk membentuk waist, masuk ke oversized loops di rok dan dress, bahkan ditumpuk bareng belt lain untuk menciptakan look yang lebih bold.
Ada belt yang dipakai menyilang di bagian dada yang ikut membentuk siluet, menambah attitude, sekaligus bikin look terasa lebih playful.
4. Latex Jadi Elemen Paling Mencolok

dok. Ferragamo Salah satu elemen paling eye-catching adalah material translucent rubber yang tampil seperti latex. Davis menggunakannya untuk trench coat, minidress, pencil skirt, hingga fitted jacket.
Sekilas, material tersebut terdengar sangat provokatif. Tapi Davis justru memasukkannya ke dalam siluet yang sangat klasik. Warnanya nggak dibuat terlalu loud seperti brown, olive, dan muted blue.
6. Footwear Dari F Wedge ke Heels yang Sculptural

dok. Ferragamo Ferragamo tentu tidak akan lengkap tanpa footwear. Untuk SS27, Davis kembali membuka arsip Salvatore Ferragamo dan melihat F wedge yang pertama kali diperkenalkan pada 1947.
Bukan mengulang desain vintage tersebut, ia menerjemahkannya menjadi pointed-toe slingbacks, wedges, dan stiletto dengan curved heel yang terlihat hampir seperti sebuah sculpture.
7. Cara dan Hug Bag

dok. Ferragamo Untuk aksesori, Cara Bag kembali menjadi salah satu highlight. Setelah debut di runway Fall 2026 dan mulai terlihat dikenakan sejumlah selebritas, versi SS27 hadir dalam seasonal leather dan suede dengan konstruksi accordion khasnya serta Gancini closure. Sementara Hug Bag tampil dalam beberapa versi, termasuk clutch dan bentuk East-West dengan material double silk.
Banyak tas dalam koleksi ini dikenakan dekat dengan tubuh, digenggam sebagai clutch, bukan sekadar diselempangkan dan dibiarkan menggantung.























