COTTONINK Archipelago kembali menghadirkan cara baru untuk merayakan wastra Indonesia melalui trunk show bertema “Pasar Sukaria”. Digelar di Nirmana Falatehan, Blok M, acara ini menjadi momen peluncuran koleksi terbaru bertajuk Cita Senada, sekaligus menghadirkan pengalaman yang mengajak pengunjung melihat tradisi dalam sudut pandang yang lebih modern dan dekat dengan keseharian. Berikut beberapa hal menarik dari trunk show tersebut.
COTTONINK Archipelago Rayakan Wastra Indonesia Lewat Pasar Sukaria

1. Koleksi Cita Senada Terinspirasi dari Motif Wajik Tenun Jepara
Koleksi terbaru COTTONINK Archipelago mengeksplorasi motif wajik yang banyak ditemukan pada tenun Jepara. Motif tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai desain melalui teknik embroidery dan weaving yang selama ini menjadi ciri khas lini Archipelago.
Menariknya, koleksi ini juga menjadi semacam perjalanan nostalgia bagi brand. Cita Senada membawa kembali semangat awal saat COTTONINK Archipelago pertama kali lahir melalui ketertarikannya pada kekayaan tenun dan ikat Nusantara.
2. Menghadirkan Suasana Pasar Tradisional dalam Interpretasi Modern
Sesuai namanya, trunk show ini mengusung konsep pasar yang dikemas dengan pendekatan lebih kontemporer. Lewat berbagai instalasi dan pengalaman yang dihadirkan, pengunjung diajak merasakan suasana pasar yang hangat, ramai, dan penuh cerita.
Alih-alih hanya menjadi ajang presentasi koleksi, Pasar Sukaria dirancang sebagai ruang yang menghubungkan budaya, fesyen, dan pengalaman komunitas dalam satu suasana yang terasa akrab.
3. Diramaikan Pertunjukan Budaya dan Jajanan Pasar
Nuansa pasar semakin terasa lewat berbagai elemen pendukung yang dihadirkan selama acara berlangsung. Salah satunya adalah pertunjukan tari dari Omah Wulangreh yang menambah sentuhan budaya dalam keseluruhan pengalaman.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati beragam kudapan dan jajanan pasar yang semakin memperkuat atmosfer khas Indonesia. Perpaduan antara fesyen, kuliner, dan seni pertunjukan membuat acara terasa lebih hidup dan menyenangkan.
4. Menjadi Perayaan Perjalanan Panjang COTTONINK Archipelago
Bagi COTTONINK, koleksi ini memiliki makna yang cukup personal. Setelah lebih dari satu dekade sejak koleksi tenun dan ikat pertamanya diperkenalkan, Archipelago tetap konsisten mengangkat warisan tekstil Indonesia melalui pendekatan yang relevan dengan generasi masa kini.
Melalui Cita Senada, brand ingin menunjukkan bahwa wastra Nusantara tidak hanya dapat dinikmati sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern yang mudah dikenakan dalam berbagai kesempatan.
5. Hadir dengan 83 Desain untuk Perempuan, Pria, dan Anak
Koleksi Cita Senada terdiri dari 83 desain yang mencakup pakaian perempuan, pria, hingga anak-anak. Pilihannya pun beragam, mulai dari kebaya, kain lilit, kemeja, hingga berbagai luaran yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari.
Dengan siluet yang lebih kasual dan mudah dipadukan, koleksi ini menunjukkan bagaimana unsur tradisional dapat hadir dalam bentuk yang lebih praktis tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi inspirasinya.