Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Saat Desainer ESMOD Tampilkan Identitas di ‘Ethernal Elegance Trunk Show’

Saat Desainer ESMOD Tampilkan Identitas di ‘Ethernal Elegance Trunk Show’
Elegance Trunk Show Presented by ESMOD Featuring PAPION and POPBELA Community. (Dok. IDN)
Intinya Sih
  • Ethereal Elegance Trunk Show di BeautyFest Asia Jakarta 2026 menampilkan koleksi anggun dan feminin dari desainer ESMOD dengan siluet elegan serta detail yang memperkuat karakter tiap rancangan.

  • Annisa Zahrina, alumni ESMOD, menghadirkan koleksi terinspirasi dari pottery artist Swedia, Malin Eriksson, yang menonjolkan desain flowy dan percaya diri yang mencerminkan selera serta identitas pribadinya.

  • ESMOD mendorong mahasiswa mengembangkan identitas kreatif tanpa batasan pakem desain, sehingga setiap karya di trunk show merepresentasikan personal branding dan kepribadian unik masing-masing desainer.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Hari ketiga BeautyFest Asia Jakarta 2026 yang berlangsung di Kota Kasablanka pada 31 Mei 2026 menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang memanjakan para beauty enthusiast. Di antara deretan acara yang berlangsung sepanjang hari, sesi Ethereal Elegance Trunk Show presented by ESMOD featuring PAPION and POPBELA Community menjadi salah satu showcase yang berhasil menarik perhatian pengunjung.

Mengusung nuansa anggun dan feminin, pertunjukan ini menampilkan berbagai koleksi dengan siluet yang elegan, permainan material yang kaya, serta detail-detail yang memperkuat karakter setiap rancangan. Setiap look yang melenggang di runway menghadirkan interpretasi gaya yang modern dan dreamy, sekaligus memperlihatkan bagaimana para desainernya menerjemahkan inspirasi mereka ke dalam karya yang personal.

Trunk Show, BFA
Elegance Trunk Show Presented by ESMOD Featuring PAPION and POPBELA Community. (Dok. POPBELA.com/Evelyn Anggraini)

Di balik deretan koleksi yang tampil di runway, tersimpan proses kreatif yang berangkat dari referensi, pengalaman, dan preferensi masing-masing desainer. Salah satunya datang dari Annisa Zahrina, alumni ESMOD yang membagikan inspirasi di balik koleksi yang ia hadirkan dalam trunk show tersebut.

Menurut Annisa, sosok yang banyak memengaruhi arah kreatif koleksinya adalah Malin Eriksson, seorang pottery artist asal Swedia yang dikenal lewat karya-karya keramik dengan bentuk organik dan ekspresi artistik yang kuat. Pengaruh tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam desain yang mengedepankan siluet mengalir dan karakter yang percaya diri.

"Aku terinspirasi dari pottery artist, yaitu namanya Malin Eriksson. Dia itu adalah Swedish pottery artist, dan bisa dilihat dari koleksi aku yang flowy dan confidence. Memang aku suka dengan karya seperti itu, dan aku pengin koleksi pertamaku jadi koleksi yang aku suka juga," ujar Annisa.

Pilihan untuk mengangkat inspirasi yang dekat dengan selera pribadinya membuat koleksi tersebut terasa autentik. Melalui karya perdananya, Annisa ingin menghadirkan sesuatu yang merepresentasikan dirinya sebagai seorang desainer sekaligus memperlihatkan preferensi estetik yang selama ini ia sukai.

Jika memperhatikan keseluruhan showcase, sejumlah koleksi juga tampak berani mengeksplorasi bentuk, material, hingga styling yang cukup eksperimental. Pendekatan tersebut ternyata memang sejalan dengan filosofi pembelajaran yang diterapkan ESMOD kepada para mahasiswanya.

Trunk Show, BFA
Elegance Trunk Show Presented by ESMOD Featuring PAPION and POPBELA Community. (Dok. IDN)

Ms. Angelina selaku Lecturer Fashion Design & Business ESMOD Jakarta menjelaskan bahwa pihak kampus tidak menetapkan satu pakem desain yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa. Fokus utama justru diarahkan pada pengembangan identitas kreatif masing-masing individu.

"Untuk pengajaran dari perspektif kami, kami tidak pernah punya satu pendekatan kreatif yang spesifik untuk semua murid. In the end of the day, kami mau semua murid itu punya identitasnya masing-masing," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap mahasiswa didorong untuk menyelesaikan proyek akhir yang mampu merepresentasikan personal branding mereka sebagai desainer. Tak heran bila hasil karya yang ditampilkan dalam trunk show tersebut memiliki karakter yang sangat beragam.

Menurut Angelina, setiap proyek yang dikerjakan mahasiswa memiliki nilai yang spesial karena mencerminkan kepribadian dan sudut pandang kreatif yang berbeda-beda.

"Jadi, kami mau mereka lulus dengan final project mereka yang menggambarkan personal branding-nya. Oleh karena itu, setiap project sangat spesial, dan juga menunjukkan personality dari setiap mahasiswa sendiri," pungkasnya

Semangat untuk membangun identitas personal tersebut terlihat jelas sepanjang Ethereal Elegance Trunk Show. Setiap koleksi membawa cerita, inspirasi, dan pendekatan desain yang berbeda, mulai dari referensi seni, eksplorasi tekstur, hingga interpretasi terhadap feminitas modern. Melalui runway ini, para desainer ESMOD menghadirkan gambaran tentang bagaimana kreativitas dan karakter pribadi dapat berkembang menjadi karya yang memiliki ciri khas tersendiri.

Share Article
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit

Related Articles

See More