Bersama PILLAR, ANW Rilis Koleksi Imlek yang Wearable untuk Keseharian

- Warna Merah dan Biru dengan Makna yang Lebih Tenang
- Fokus pada dua palet utama yaitu merah dan biru
- Siluet Tradisional yang Diolah Lebih Modern
Menyambut Tahun Baru Imlek, banyak koleksi hadir dengan pendekatan seremonial yang kuat. Tapi tidak semuanya ingin berhenti sebagai pakaian yang seasonal. Melalui kolaborasi terbarunya bersama PILLAR, label Jakarta ANW menghadirkan koleksi Year of the Horse yang terasa lebih fleksibel, masih punya sentuhan tradisi, tapi tetap relevan untuk dipakai setelah perayaan selesai.
Kolaborasi ini bukan sekadar soal simbol tahun baru, tapi tentang bagaimana elemen budaya, siluet klasik, dan pendekatan modern bisa bertemu dengan cara yang lebih ringan dan wearable.
1. Warna Merah dan Biru dengan Makna yang Lebih Tenang

Bukan bermain di banyak warna, koleksi ini fokus pada dua palet utama yaitu merah dan biru. Merah merepresentasikan energi, keberanian, dan semangat perayaan, sementara biru membawa nuansa yang lebih seimbang dan tenang.
Perpaduan keduanya terasa kontras tapi tetap harmonis. Warna-warna ini dibuat cukup bold untuk memberi statement, tapi tetap mudah dipadukan dengan item lain di lemari, tanpa terasa terlalu “kostum”.
2. Siluet Tradisional yang Diolah Lebih Modern

ANW dikenal dengan kemampuannya memadukan elemen lama dan baru, dan hal ini kembali terasa di koleksi ini. Kebaya top dihadirkan dengan detail lining bordir transparan yang memberi kesan ringan, sementara cheongsam klasik diterjemahkan ulang lewat potongan asimetris dengan aksen scarf.
Hasilnya adalah siluet yang masih menyimpan akar tradisional, tapi tampil lebih segar dan relevan dengan gaya berpakaian saat ini.
3. Material Ringan untuk Kesan Santai

Meski terinspirasi dari pakaian tradisional, koleksi ini tidak terasa kaku. Penggunaan material seperti katun, sutra, dan tenun sutra memberikan jatuh yang lembut dan mengikuti gerak tubuh.
Ditambah teknik shirring khas ANW, tiap potongannya terasa nyaman dan effortless, mendukung ide bahwa pakaian perayaan juga bisa dipakai dalam keseharian.
4. Detail Bordir yang Punya Cerita

Salah satu highlight koleksi ini ada pada panel bordir di bagian bawah pakaian. Motifnya terinspirasi dari saputangan vintage Peranakan yang memadukan pengaruh Tionghoa, Melayu, dan Eropa.
Detail ini memberi lapisan cerita pada setiap piece, tanpa harus tampil terlalu dominan. Sebuah pendekatan halus yang membuat pakaian terasa personal dan penuh karakter.
5. Instalasi yang Memperkuat Narasi Koleksi

Peluncuran koleksi ini di PILLAR dilengkapi dengan instalasi artistik hasil kolaborasi dengan Khayalkini. Terinspirasi dari patung kuda Arjuna Wijaya karya Nyoman Nuarta, instalasi ini menghadirkan figur kuda merah berukuran besar, dihiasi bunga khas ANW.
Instalasi ini bukan sekadar latar visual, tapi menjadi simbol kekuatan, harapan, dan energi baru yang ingin dibawa koleksi Year of the Horse ini ke awal tahun.


















