Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Bawa Batara Kala ke Runway, TOTON 2027 Hadirkan Koleksi 'KALA'

Bawa Batara Kala ke Runway, TOTON 2027 Hadirkan Koleksi 'KALA'
dok. TOTON
Intinya Sih
  • TOTON memperkenalkan koleksi KALA pada 10 Juli 2026 di Hotel Mulia Senayan Jakarta, menyoroti waktu sebagai kekuatan yang membentuk manusia dan budaya di tengah ketidakpastian dunia modern.
  • KALA terinspirasi dari filosofi Batara Kala yang melambangkan siklus kehidupan, mengajak publik melihat perubahan sebagai peluang untuk tumbuh dan beradaptasi di era penuh tantangan.
  • Koleksi ini memadukan tradisi busana Indonesia dengan gaya modern melalui 48 look bernuansa lembut dan kuat, menggunakan material handmade serta bahan berkelanjutan hasil kolaborasi dengan Asia Pacific Rayon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta kembali jadi saksi lahirnya karya terbaru dari TOTON. Lewat koleksi bertajuk KALA, TOTON mengajak kita melihat waktu sebagai kekuatan yang membentuk manusia, budaya, dan kehidupan.

Diperkenalkan pada 10 Juli 2026 di Hotel Mulia Senayan dalam rangkaian acara Mulia in Fashion 2026, koleksi ini lahir dari keresahan terhadap kondisi dunia modern yang semakin sulit diprediksi. Berbagai perubahan dalam bidang membuat ketidakpastian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

TOTON melihat perubahan sebagai sebuah siklus. Di balik kekacauan selalu ada pola, proses adaptasi, dan kemampuan manusia untuk bertahan.

1. TOTON 2027 KALA Mengangkat Filosofi Tentang Waktu

@Fawzypadly-9451.jpg
dok. TOTON

Nama KALA diambil dari sosok Batara Kala dalam mitologi Jawa dan Bali. Selama ini Batara Kala sering dikenal sebagai simbol kehancuran atau kematian. Tapi di balik itu, ada makna yang lebih besar yaitu setiap akhir selalu membuka jalan untuk awal yang baru.

Lewat filosofi ini, TOTON ingin menunjukkan bahwa perubahan memang nggak bisa dihindari. Meski dunia terasa makin penuh ketidakpastian, selalu ada kesempatan untuk tumbuh, beradaptasi, dan menemukan harapan baru.

2. Terinspirasi dari Realita Dunia Sekarang

@Fawzypadly-9431.jpg
dok. TOTON

Koleksi KALA juga lahir dari keresahan terhadap kondisi dunia saat ini. Mulai dari krisis ekonomi, perubahan sosial, konflik politik, sampai isu lingkungan yang bikin masa depan terasa sulit ditebak.

Alih-alih melihat semua itu sebagai sesuatu yang menakutkan, TOTON justru mengajak kita memahami bahwa hidup memang penuh siklus. Akan selalu ada tantangan, tapi manusia juga selalu punya kemampuan untuk bertahan dan berkembang.

4. Tradisi Indonesia Bertemu Gaya Modern

@Fawzypadly-9207.jpg
dok. TOTON

Salah satu hal paling menarik dari koleksi ini adalah cara TOTON menggabungkan dua dunia yang terlihat sangat berbeda.

Di satu sisi, inspirasi datang dari kekayaan busana tradisional Indonesia seperti kebaya, Baju Bodo, busana tradisional Bali, hingga budaya berkain yang sudah diwariskan selama ratusan tahun. Di sisi lain, hadir sentuhan safari suit dan gaya militer yang khas dengan struktur, fungsi, dan ketegasan.

5. Tampilkan 48 Look dengan Warna yang Penuh Makna

@Fawzypadly-9182.jpg
dok. TOTON

Melalui total 48 look, TOTON menghadirkan permainan warna yang kalem sekaligus elegan. Mulai dari krem, putih gading, abu-abu, hitam, emas, merah muda lembut, hingga berbagai warna tanah.

Yang paling mencuri perhatian adalah aksen biru yang terinspirasi dari bunga telang. Warna ini dipilih karena melambangkan ketahanan, regenerasi, dan kekuatan perempuan. Perpaduan seluruh palet warna tersebut menciptakan kesan lembut sekaligus kuat dalam setiap desain.

6. Detail Material dan Teknik Handmade Jadi Identitas TOTON

@Fawzypadly-9250.jpg
dok. TOTON

Tak hanya fokus pada desain, TOTON juga memperhatikan material yang digunakan. Koleksi KALA memadukan berbagai bahan seperti katun, organza, lace, tulle, satin, hingga denim yang diolah dengan teknik manipulasi tekstil dan detail handmade khas rumah mode ini.

Menariknya lagi, TOTON tetap melanjutkan komitmennya terhadap fashion yang lebih bertanggung jawab melalui penggunaan material daur ulang, daur naik, serta bekerja sama dengan Asia Pacific Rayon (APR). Dalam koleksi ini, material Lyocell dan Rayon digunakan sebagai bagian dari upaya menghadirkan fashion yang lebih berkelanjutan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More