Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Bahan Blazer yang Tidak Panas, Cocok untuk Cuaca Indonesia

4 min read
Bahan Blazer yang Tidak Panas, Cocok untuk Cuaca Indonesia
pexels.com/Monstera Production
  • Cuaca panas tidak akan menghalangi kamu memakai blazer karena ada pilihan bahan yang adem dan breathable.

  • Katun dan linen bisa menjadi pilihan untuk menunjang gaya smart-casual, sedangkan tropical wool dan sutra cocok untuk tampilan formal yang elegan.

  • Pilihan lainnya adalah seersucker, bamboo fabric, dan campuran katun-polyester yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memakai blazer saat cuaca panas dianggap bukan pilihan yang tepat. Padahal, tidak ada salahnya memakai blazer di cuaca panas asalkan bahan yang dipakai menyejukkan. 

Itulah mengapa penting memilih bahan blazer yang tidak panas untuk menghadapi cuaca yang sedang ekstrem. Penasaran apa saja jenis bahan yang direkomendasikan? Baca sampai akhir, ya!

  1. 1. Katun (Cotton)

    kain katun jepang
    unsplash.com/Susan Wilkinson

    Bahan blazer yang tidak panas di urutan pertama adalah katun. Yup, kamu tidak salah, bahan ini memang sudah dikenal nyaman, bahkan di cuaca panas. Katun termasuk bahan blazer yang cocok dipakai saat cuaca panas.

    Seperti yang diketahui, katun terbuat dari serat kapas alami. Material ini lembut dan breathable sehingga adem di kulit. Di antara berbagai jenis serat alam, katun memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap keringat, itulah yang membuat katun terasa adem saat digunakan dalam cuaca panas sekalipun. Kamu bisa memilih katun yang tidak terlalu tebal dan ringan untuk bahan blazer.

    Berbagai jenis kain yang berbahan dasar katun bisa digunakan untuk blazer di antaranya adalah katun drill, katun twill, katun canvas, katun oxford, katun Jepang, katun flannel, dan katun ripstop.

  2. 2. Linen

    ilustrasi kain linen
    pexels.com/Artem Podrez

    Bukan cuma katun, bahan blazer yang tidak panas di urutan selanjutnya adalah linen. Sama dengan katun, linen memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap keringat. Bahan ini memiliki serat dengan struktur yang membuat udara lebih mudah masuk. Karakteristik yang sama dengan katun ini membuat badan tidak cepat gerah.

    Linen juga punya tampilan khas dengan sedikit kusut dan berkerut yang jadi ciri khasnya. Salah satu yang menjadi sifat dari linen adalah tidak tahan kusut atau dengan kata lain, linen mudah sekali lecek. Beberapa orang menganggap ini sebagai kekurangan bahan linen. Namun, sifat tersebut justru membuat blazer terlihat lebih santai dan cocok untuk gaya smart-casual.

  3. 3. Tropical Wool

    Tropical Wool
    pexels.com/tima miroshnichenko

    Jangan langsung menganggap wol hanya cocok untuk cuaca dingin. Siapa sangka, bahan bernama tropical wool atau fresco justru dirancang untuk digunakan dalam kondisi yang lebih hangat. Berat kain tropical wool mulai dari ringan menuju sedang sangat cocok digunakan sebagai bahan blazer yang tidak panas. 

    Struktur anyaman tropical wool memungkinkan udara bersirkulasi melewati kain. Bahan ini juga tetap kokoh dan mampu mempertahankan bentuk blazer. Oleh karena itu, tropical wool cocok untuk pakaian kerja atau acara yang membutuhkan tampilan lebih formal.

  4. 4. Sutra (Silk)

    ilustrasi kain sutra
    pexels.com/Artem Podrez

    Untuk kamu yang ingin blazer dengan kesan lebih mewah, sutra bisa menjadi pilihan. Bahan yang dipintal dan ditenun langsung dari ulat sutra ini lembut dan ringan sehingga nyaman di kulit.

    Berbagai jenis kain berbahan dasar serat sutra bisa menjadi pilihan, di antaranya adalah silk satin, silk taffeta, dan silk chiffon. 

    Penggunaan blazer sutra dapat memberikan kesan elegan pada acara formal maupun semi-formal. Untuk menghadiri acara formal, pilihlah blazer yang dilengkapi furing agar strukturnya tampak kokoh. Sebaliknya, untuk acara semi-formal, gunakan blazer sutra tanpa furing agar memberikan kesan yang lebih santai dan loose.

  5. 5. Seersucker

    Seersucker
    pexels.com/Tanita Lupa

    Kalau kamu mencari blazer yang terasa lebih airy saat dipakai, seersucker layak dipertimbangkan. Bahan katun ini memiliki tekstur berkerut yang membuat kain tidak menempel kulit. Dengan demikian, udara bisa lebih mudah bergerak dan bahan tidak mudah menempel saat berkeringat.

    Karakter tersebut juga membuat seersucker tidak mudah terlihat lecek seperti linen. Teksturnya yang khas memberikan kesan santai, sehingga blazer seersucker lebih cocok untuk acara kasual atau smart-casual. 

  6. 6. Bamboo Fabric

    Bamboo Fabric, Kain Bambu
    pexels.com/kaboompics.com

    Pilihan bahan lain yang lebih modern bisa jatuh pada bamboo fabric. Material ini dikenal memiliki tekstur lembut serta karakter yang cocok untuk kondisi panas dan lembap.

    Melansir Polygiene, bahan berbasis bambu terasa lembut ketika bersentuhan dengan kulit. Material ini juga disebut memiliki sifat antibakteri alami. Namun, bamboo fabric cenderung kurang terstruktur sehingga penggunaannya untuk blazer perlu dukungan furing.

  7. 7. Campuran Katun dan Polyester

    ilustrasi kain berbahan polyester berwarna kuning (pexels/Engin Akyurt)
    ilustrasi kain berbahan polyester berwarna kuning (pexels/Engin Akyurt)

    Bahan blazer yang tidak panas terakhir adalah campuran katun dan polyester. Perpaduan ini menggabungkan kenyamanan katun dengan karakter polyester yang lebih kuat dan mudah dirawat. 

    Campuran katun dan polyester sebagai material blazer jadi cukup serbaguna. Namun, komposisi kedua bahan tetap perlu diperhatikan. Polyester murni cenderung kurang breathable dan dapat memerangkap panas. Makanya, kain dengan persentase kandungan katun lebih tinggi bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman untuk cuaca panas.

    Karakteristik katun yang sangat baik dalam menyerap keringat dipadukan dengan polyester yang tahan kusut membuat blazer yang terbuat dari serat campuran katun dan polyester memiliki banyak keunggulan. Katun akan membuatmu adem saat digunakan dan polyester akan membuat tampilan blazer tetap clean sepanjang hari.

    Jadi, blazer tetap bisa menjadi pilihan untuk cuaca panas selama kamu memperhatikan bahan yang digunakan. Semoga menjawab!

    Referensi

    1. Mafatlal Industries Limited. "Blazer Fabric Types: Best Materials for Summer, Winter, and All Seasons". Diakses 7 Oktober 2026.

    2. Bespoke By CB. "Best Fabric Types for a Summer Blazer". Diperbarui 13 Agustus 2026. Diakses 7 Oktober 2026.

    3. Polygiene. "10 of the Best Types of Fabrics for Hot Weather". Diakses 7 Oktober 2026, dari situs Polygiene.

    4. Suprijono, Poerwati, Widayat & Jumaeri (1973). Serat-serat Tekstil. Institut Teknologi Tekstil.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More