Memiliki ratusan followers di Instagram (IG) memang sangat menguntungkan. Selain fotomu disukai dan mendapat komen banyak orang, rezeki juga bisa mengalir deras. Mulai dari online shop hingga brand ternama bisa saja membutuhkan promosi darimu, Bela.

Tentu semakin banyaknya brand yang ingin bekerjasama denganmu, pendapatanmu pun bisa sangat spektakuler nilainya. Maka nggak heran kalau saat ini semakin banyak pemilik akun Instagram sudah mendapat predikat sebagai Selebgram atau Influencer. Tapi banyak juga pengguna Instagram pemula yang ingin menjadi Selebgram.

 
Tergiur ingin memiliki pendapatan lebih, ataupun ingin sekedar terkenal di dunia media sosial, seseorang atau bahkan akun Online Shop rela mengeluarkan uang untuk membeli ribuan followers. Padahal cara ini sangatlah fatal, Bela. Untuk Online Shop yang membeli jutaan followers, tentu ia hanya mempunyai followers pasif! Bukannya untung, tetapi malah rugi karena followers yang ia miliki hanyalah akun fiktif.
 
Faktanya, fenomena followers fiktif juga dirasakan oleh Selebgram di luar negeri, Bela. Mereka justru merasa muak dengan akun yang sering mengomentari foto mereka dengan komen yang seragam, seperti “Very Nice” atau “This is cool.” Komen seperti inilah yang dinilai sebagai parasit alias mengganggu banget!
 
 
Akun @canon_bw yang memiliki 11 ribu Followers ini pun mengaku pernah menggunakan jasa tools automation IG yang bisa meningkatkan likes, comments, follow, dan unfollow. “Jika kamu berprofesi sebagai fotografer yang ingin hasil karyamu dilihat banyak orang dan mendapatkan teman baru, saat kamu berhasil mendapatkan interaksi yang nyata, berarti akun milikmu sudah bagus,” ucap Wilson, pemilik akun @canon_bw. 
 
“Orang-orang menggunakan tools seperti ini karena menurut mereka lebih gampang untuk meningkatkan audiens, tapi audiens yang kamu miliki itu robot, bukan akun aktif,” ungkap Alex Taub, co-founder dari  SocialRank.

 

BACA JUGA: 5 Kesalahan Pengusaha Dalam Membangun Usaha Start-Up