Tembus Rp15 Juta, Ini 7 Rincian Biaya Hidup di Jakarta, Kenapa Mahal?

Menurutmu, mengapa kehidupan di Jakarta dapat semahal itu?

Tembus Rp15 Juta, Ini 7 Rincian Biaya Hidup di Jakarta, Kenapa Mahal?

Banyak faktor yang menyebabkan biaya hidup meningkat, termasuk inflasi atau kenaikan harga barang di pasaran. Khusus kota metropolitan, seperti Jakarta, kenaikan biaya hidup juga dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi makan di restoran dan biaya pendidikan.

Melansir dari akun Instagram Narasi Newsroom (@narasinewsroom), mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama, menyebutkan bahwa nilai rata-rata pengeluaran ideal bagi penduduk Jakarta setidaknya mencapai Rp5-15 juta per bulan.

Namun, apakah ada data konkret yang membenarkan pernyataan tersebut? Dan, apa saja rincian biaya hidup di kota metropolitan Jakarta yang menyebabkan nilai tinggi tersebut?

Data pengeluaran idea penduduk Jakarta

Tembus Rp15 Juta, Ini 7 Rincian Biaya Hidup di Jakarta, Kenapa Mahal?

Melansir dari sumber yang sama, setidaknya ada beberapa hasil data yang dilakukan oleh suatu badan untuk menganalisis biaya hidup penduduk di kota-kota di Indonesia. Dua di antaranya adalah Survei Biaya Hidup dan data Pengeluaran Riil per Kapita.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda-beda; Survei Biaya Hidup berfungsi untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat, sementara Pengeluaran Riil per Kapita ditujukan untuk menyusun Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mana ini menjadi acuan untuk melihat standar atau kualitas hidup layak masyarakat di Indonesia. 

Berdasarkan Survei Biaya Hidup pada Desember 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa rata-rata nilai konsumsi rumah tangga per bulan di Jakarta mencapai Rp14,9 juta, yang mana angka ini menjadi biaya hidup tertinggi di Indonesia.

Diketahui, angka tersebut meningkat dibandingkan data Survei Biaya Hidup pada 2013 yang menyatakan bahwa rata-rata nilai konsumsi rumah tangga per bulan di Jakarta saat itu mencapai Rp13,4 juta. 

Sementara itu, data Pengeluaran Riil per Kapita yang dikeluarkan pada November 2023 menunjukkan angka berbeda. Di sini, Jakarta menduduki posisi provinsi dengan pengeluaran per kapita tertinggi mencapai Rp19,37 per tahun.

Dengan demikian, kedua data yang telah ditelusuri pada sekitar akhir 2023 tersebut benar membuktikan bahwa biaya hidup di kota metropolitan, seperti Jakarta, terbilang tinggi. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengemukakan bahwa hal ini harus menjadi perhatian pemerintah. Spesifiknya, ia mendorong pemerintah untuk membantu para penduduk Jakarta mencapai angka pendapatan minimal tersebut.

Rincian biaya hidup di Jakarta

Sebagai kota metropolitan, Jakarta telah menarik perhatian banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia karena menawarkan pusat perputaran ekonomi, industri pemasaran, lapangan pekerjaan, dan gaya hidup modern yang digandrungi anak-anak muda. 

Meskipun tampak menarik secara kasat mata, faktor-faktor tersebut turut menyebabkan biaya hidup yang semakin meningkat. Terlebih lagi, tidak semua lapangan pekerjaan di Jakarta memberikan upah minimum yang sesuai dengan biaya hidup yang tinggi tersebut.

Namun, pertanyaannya, berapakah estimasi rincian biaya hidup di Jakarta selama sebulan? Apakah benar mencapai nilai rata-rata sebesar Rp5-15 juta atau lebih banyak?

Melansir dari ruangmenyala.com, berikut adalah rincian biaya hidup di Jakarta per bulan.

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here