Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mudah Mengatasi Rasa Cemas Saat Wawancara Kerja
magnific.com/yanalya
  • Persiapan sebelum wawancara, termasuk mempelajari perusahaan, posisi, CV, portofolio, dan poin jawaban umum, membantu mengurangi kecemasan tanpa membuat respons terdengar hafalan.

  • Simulasi wawancara secara mandiri atau bersama teman dapat membiasakan kandidat menjelaskan pengalaman dan kemampuan, sehingga jawaban lebih jelas saat menghadapi recruiter.

  • Kecemasan dapat dikelola dengan mengatur napas, mengambil jeda untuk berpikir, memandang interview sebagai komunikasi dua arah, serta meminta penjelasan pertanyaan bila diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima cara mengelola rasa cemas saat wawancara kerja: mempersiapkan diri, simulasi wawancara, mengatur pernapasan, mengubah cara pandang, serta meminta waktu atau penjelasan atas pertanyaan.
  • Who?
    Kandidat pelamar kerja yang mengikuti wawancara, serta recruiter atau calon atasan yang mengajukan pertanyaan dalam proses rekrutmen.
  • Where?
    Di ruang wawancara kerja atau dalam sesi wawancara daring, termasuk saat kandidat mempersiapkan diri dan melakukan simulasi.
  • When?
    Sebelum dan selama wawancara kerja, terutama setelah kandidat menerima panggilan interview dan ketika menghadapi pertanyaan recruiter.
  • Why?
    Rasa cemas dapat muncul karena kandidat merasa belum siap, takut tidak mengetahui jawaban, menghadapi pertanyaan tak terduga, atau khawatir salah menjawab.
  • How?
    Kandidat dapat mempelajari perusahaan dan CV, berlatih, bernapas perlahan, menyusun jawaban tanpa terburu-buru, fokus pada kemampuan relevan, serta meminta pertanyaan diulangi bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Wawancara kerja sering kali jadi salah satu tahapan rekrutmen yang paling bikin deg-degan. Setelah mempersiapkan CV, mengirim lamaran, dan akhirnya mendapat panggilan interview, tantangan berikutnya adalah bagaimana bisa tetap tenang saat berhadapan langsung dengan recruiter atau calon atasan. 

Meski begitu, merasa gugup sebelum wawancara kerja merupakan hal yang wajar. Alih-alih berusaha menghilangkannya sepenuhnya, kamu bisa belajar mengelola rasa cemas tersebut agar tidak mengganggu performa selama interview. Berikut lima cara sederhana yang bisa kamu coba.

1. Persiapkan Diri dan Pelajari Perusahaan

magnific.com/lifeforstock

Salah satu penyebab munculnya rasa cemas saat wawancara adalah perasaan tidak siap. Karena itu, persiapan bisa menjadi langkah pertama untuk membuat diri lebih tenang. Sebelum hari wawancara, luangkan waktu untuk mencari tahu lebih banyak tentang perusahaan, posisi yang dilamar, serta tanggung jawab yang mungkin akan kamu jalankan.

Kamu juga bisa membaca kembali CV dan portofolio agar lebih mudah menjelaskan pengalaman ketika recruiter memberikan pertanyaan. Selain itu, coba persiapkan jawaban untuk beberapa pertanyaan umum, seperti alasan melamar posisi tersebut, kelebihan dan kekurangan, pengalaman kerja sebelumnya, hingga kontribusi yang bisa kamu berikan kepada perusahaan. Namun, hindari menghafalkan jawaban kata demi kata. Buatlah poin-poin penting yang ingin disampaikan sehingga jawaban tetap terdengar natural saat berbicara.

2. Lakukan Simulasi Wawancara

magnific.com

Kalau rasa gugup muncul karena takut tidak tahu harus menjawab apa, simulasi wawancara bisa membantu. Cobalah berlatih menjawab pertanyaan interview seolah-olah sedang berada di hadapan recruiter.

Kamu bisa melakukannya sendiri di depan cermin, merekam jawaban menggunakan ponsel, atau meminta bantuan teman untuk menjadi interviewer. Dari latihan tersebut, kamu bisa melihat apakah jawaban yang diberikan sudah cukup jelas dan mudah dipahami.

Simulasi juga dapat membantu membiasakan diri berbicara mengenai pengalaman dan kemampuan tanpa terlalu banyak berpikir. Semakin sering berlatih, biasanya kamu akan merasa lebih familiar dengan situasi wawancara.

3. Atur Pernapasan Sebelum Interview

magnific.com/prostooleh

Rasa cemas bisa membuat tubuh memberikan respons secara spontan. Dalam kondisi tersebut, mengambil beberapa menit untuk mengatur pernapasan dapat membantu tubuh terasa lebih rileks.

Sebelum memasuki ruang interview atau bergabung ke sesi wawancara online, cobalah menarik napas secara perlahan, lalu mengembuskannya dengan tenang. Lakukan beberapa kali sambil memusatkan perhatian pada pernapasan.

Kamu juga bisa memberikan jeda sejenak sebelum menjawab pertanyaan recruiter. Tidak perlu terburu-buru memberikan respons hanya karena takut terlihat tidak siap. Mengambil waktu beberapa detik untuk menyusun jawaban justru dapat membuat respons terdengar lebih terarah.

4. Ubah Cara Pandang terhadap Wawancara

magnific.com/pressfoto

Interview memang menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mengenal kandidat, tetapi bukan berarti kamu sedang diuji untuk menjadi sempurna. Ingat bahwa proses ini juga menjadi kesempatan bagi kamu untuk mengetahui apakah perusahaan dan posisi tersebut sesuai dengan ekspektasi.

Cobalah mengubah pola pikir dari “Aku harus membuat recruiter terkesan” menjadi “Aku ingin menunjukkan kemampuan dan pengalaman yang relevan dengan posisi ini”. Perubahan sudut pandang sederhana tersebut dapat membuat tekanan terasa lebih ringan.

Jangan terlalu fokus pada kemungkinan salah menjawab. Alih-alih memikirkan apa yang mungkin gagal, arahkan perhatian pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan, seperti cara berkomunikasi, sikap, dan kesiapan menghadapi pertanyaan.

5. Jangan Takut Mengakui Jika Membutuhkan Waktu

magnific.com/katemangostar

Terkadang, rasa cemas justru semakin besar ketika mendapatkan pertanyaan yang tidak terduga. Jika tiba-tiba kehilangan fokus atau membutuhkan waktu untuk mengingat suatu pengalaman, kamu tidak harus langsung memberikan jawaban secara terburu-buru.

Berikan jeda sejenak untuk berpikir. Kamu juga bisa meminta recruiter mengulangi atau menjelaskan kembali pertanyaannya jika memang belum memahami maksudnya. Yang terpenting, tetap berusaha menjawab dengan jujur dan relevan. Recruiter tidak selalu mencari kandidat dengan jawaban yang sempurna, tetapi juga ingin melihat bagaimana seseorang berkomunikasi dan merespons situasi yang tidak terduga.

Jadi, daripada berusaha tampil tanpa rasa cemas sama sekali, fokuslah untuk tetap hadir, menjawab dengan jujur, dan menunjukkan kemampuan terbaik yang kamu miliki. Semoga artikel ini bisa membantu ya, Bela!

Curated For You

Editorial Team

Related Article