Tak sedikit stigma negatif yang melekat pada millennials ketika dihubungkan dengan tempat kerja. Beberapa diantaranya adalah kutu loncat, tidak sabar, dan tidak fokus. Lalu, stigma negatif apa lagi yang sering kamu dengar, Bela? Meski begitu, faktanya kini banyak perusahaan-perusahaan startup yang sukses di Indonesia dibangun dan dijalankan oleh para millennials. Jadi, kalau kamu millennials dan ingin jadi pemimpin. Lakukan tiga tips ini ya!

Lepaskan kekhawatiran

Kamu Generasi Millenial dan Ingin Jadi Pemimpin yang Baik? Ini Caranya!unsplash.com/ lexis Brown

Takut gagal adalah ketakutan atau kekhawatiran nomor satu yang dirasakan oleh para millennials menurut beberapa survei. Karena teknologi berkembang super pesat, sehingga millennials merasa harus terus-terusan belajar sesuatu yang baru hampir di setiap proyek yang ditangani. Karena itulah, mereka kemudian merasa tidak memiliki satu keahlian andalan. Untuk menjadi pemimpin, kekhawatiran harus diminimalisir dan kepercayaan diri mesti ditingkatkan.

Biasakan bertindak efektif

Kamu Generasi Millenial dan Ingin Jadi Pemimpin yang Baik? Ini Caranya!unsplash.com/ rawpixel.com

Jangan hanya melakukan sesuatu dengan alasan lebih mudah atau lebih cepat, tapi lakukan seefektif mungkin. Kamu harus tahu, bahwa nyatanya efektivitas adalah salah satu dari empat atribut teratas seorang pemimpin besar. Seringkali para pemimpin menganggap bahwa selama mereka memiliki gagasan, visi, dan tujuan, itu akan cukup untuk memimpin jalan ke depan. Tapi sejatinya, pemimpin yang baik mengetahui pentingnya perencanaan dan dengan jelas mengeja jalan di depan.

Komunikatif, berwibawa dan fleksibel

Kamu Generasi Millenial dan Ingin Jadi Pemimpin yang Baik? Ini Caranya!unsplash.com/ rawpixel.com

Menjadi pemimpin butuh keterampilan komunikasi yang hebat, dan itu bisa menjadi tantangan bagi beberapa millennials. Apalagi jika bekerja dengan generasi X dan Y sekaligus, tentu bukanlah hal yang mudah. Itulah kenapa fleksibel tetap dibutuhkan dalam berkomunikasi. Untuk generasi Y alias millennials misalnya, mereka akan lebih baik dengan email dan chat group misalnya, sementara generasi X tetap butuh waktu lebih banyak untuk bertatap muka.

Kalau memang kamu ingin kariermu meningkat dan menjadi seorang bos atau pemimpin, berusahalah untuk selalu efektif dalam banyak hal, fleksibel dalam berkomunikasi, dan jangan pernah takut gagal. Kamu siap jadi pemimpin, Bela?

BACA JUGA : Ingin Jadi Millennials yang Berkontribusi untuk Dunia? Lakukan Hal Ini