Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Sosok Promotor di Balik Festival Musik di Indonesia
instagram.com/synchronizefest, Dok. Internet
  • Tujuh promotor mengelola festival musik dengan ragam genre, konsep, dan skala acara di Indonesia.
  • Sejumlah festival berkembang dari kegiatan awal menjadi acara yang menghadirkan musisi lokal dan internasional.
  • Para promotor merancang, mendanai, dan mengeksekusi pertunjukan musik untuk pengunjung di berbagai lokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2000

Synchronize Fest pertama kali diselenggarakan sebagai ruang bagi musisi independen dan band lokal lintas genre.

2004

Java Festival Production didirikan oleh Peter F. Gontha.

tahun 2005

Java Jazz Festival pertama kali digelar dengan misi mempromosikan citra positif Indonesia lewat musik.

2008

Djakarta Warehouse Project mulai digelar.

2012

Joyland Festival mulai hadir. Bigu Festival memulai perjalanan pada 2022 di Hutan Kota GBK.

tahun 2014

We The Fest pertama kali digelar.

2015

Perjalanan The Sounds Project dimulai dari lingkungan kampus di Depok sebagai Gunadarma Sounds Project.

2019

Boss Creator berdiri.

September 2022

Pestapora pertama kali digelar sebagai simbol kebangkitan industri musik pasca pandemi.

Sejak 2023

Boss Creator resmi bergabung dalam ekosistem IDN.

2023

Bigu berpindah venue ke Stadion Madya GBK.

2024 dan 2025

Bigu menggunakan Stadion Aldiron Pancoran sebagai venue.

2026

Java Jazz akan pindah dari JIExpo Kemayoran ke NICE PIK 2, Tangerang. Bigu kembali ke Stadion Madya GBK dengan area Stadion Madya A & B.

7-9 Agustus 2026 kemarin

The Sounds Project hadir selama tiga hari di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta.

Kini

Java Jazz menarik lebih dari 100.000 pengunjung. Synchronize Fest menghadirkan ratusan musisi terkurasi di berbagai panggung selama tiga hari tiga malam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tujuh sosok promotor berada di balik festival musik besar di Indonesia.
  • Who?
    Kiki Aulia Ucup, Christian Rijanto, Armand Darmadji, Sarah Deshita, Dewi Gontha, Ferry Dermawan, Gerhana Banyubiru, Agil, dan David Karto.
  • Where?
    Indonesia, dengan sejumlah acara digelar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan berbagai kota serta negara.
  • When?
    Festival-festival tersebut mulai hadir pada rentang tahun 2000 hingga 2022, dengan sejumlah kegiatan berlangsung pada 2026.
  • Why?
    Promotor merancang, mendanai, dan mengeksekusi acara di tengah perkembangan industri festival musik Indonesia.
  • How?
    Festival dikelola melalui perusahaan promotor dan menghadirkan musisi lintas genre, panggung, serta konsep acara yang beragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aku tahu ada tujuh promotor yang membuat festival musik di Indonesia. Ada Kiki Aulia Ucup, Dewi Gontha, Ferry Dermawan, Gerhana Banyubiru, Agil, dan David Karto. Mereka menyiapkan panggung untuk banyak penyanyi. Kini, Synchronize Fest punya ratusan musisi di banyak panggung selama tiga hari tiga malam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keberadaan promotor di balik berbagai festival menunjukkan ruang musik Indonesia dapat menampung banyak genre dan generasi. Sejumlah acara juga memberi panggung bagi musisi lokal berdampingan dengan penampil internasional. Ragam konsep, dari musik hingga seni, komedi, film, dan lokakarya, memperluas bentuk pengalaman yang hadir dalam festival.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Festival musik sudah jadi bagian dalam lifestyle masyarakat Indonesia, setidaknya dalam satu dekade terakhir. Industri satu ini semakin berkembang, dari festival EDM megah di Jakarta hingga festival jazz yang sudah mendunia. Di balik gemerlap panggung dan deretan line-up bintang internasional, ada nama-nama promotor yang bekerja keras merancang, mendanai, dan mengeksekusi setiap acara.

Yuk, kenalan dengan sosok promotor yang menjadi otak di balik festival-festival musik terbesar di Tanah Air.

1. Pestapora - Boss Creator (Kiki Aulia Ucup)

instagram.com/pestapora, kikiauliaucup

Pestapora digagas oleh Kiki Aulia atau yang akrab disapa Ucup, bersama Riandika Winandatama dan Adi Praja, melalui perusahaan promotor bernama Boss Creator yang berdiri sejak 2019. Festival ini pertama kali digelar September 2022 sebagai simbol kebangkitan industri musik pasca pandemi, dan menampilkan ratusan musisi lintas genre dan generasi selama tiga hari.

Sejak 2023, Boss Creator resmi bergabung dalam ekosistem IDN, dan Pestapora tumbuh pesat hingga menarik puluhan ribu pengunjung setiap edisinya. Bahkan, mereka kini memiliki pre-event bernama Latihan Pestapora sebagai pemanasan menuju festival utama Pestapora. Acara ini menghadirkan pertunjukan musik lintas genre dan kolaborasi seru untuk mendekatkan pengalaman khas Pestapora ke berbagai kota dan negara.

2. Djakarta Warehouse Project & We The Fest - Ismaya Live (Christian Rijanto, Armand Darmadji, dan Sarah Deshita)

instagram.com/sarahdeshita

Ismaya Live adalah salah satu nama paling dikenal dalam industri hiburan Indonesia. Perusahaan ini menjadi promotor di balik Djakarta Warehouse Project (DWP), festival EDM yang digelar sejak 2008 dan dikenal sebagai salah satu festival dance music terbesar di Asia. DWP pernah mencatatkan rekor kehadiran harian hingga puluhan ribu pengunjung dan rutin menghadirkan DJ dunia seperti Calvin Harris, Martin Garrix, dan Zedd.

Selain DWP, Ismaya Live juga menaungi We The Fest (WTF), festival musik, seni, mode, dan kuliner yang pertama kali digelar tahun 2014. WTF berkembang dari acara satu hari menjadi festival tiga hari yang menghadirkan musisi indie, pop, dan hip-hop internasional seperti Lorde, Dua Lipa, dan The 1975, sekaligus memberi ruang bagi musisi lokal untuk tampil di panggung besar.

3. Java Jazz Festival - Java Festival Production (Dewi Gonta)

instagram.com/javajazzfest, Dok. Internet

Di balik Java Jazz Festival, salah satu festival jazz terbesar di dunia, berdiri perusahaan Java Festival Production (JFP) yang didirikan oleh Peter F. Gontha pada 2004. Festival ini pertama kali digelar tahun 2005 dengan misi mempromosikan citra positif Indonesia lewat musik, dan kini dipimpin oleh Dewi Gontha sebagai Presiden Direktur JFP.

Java Jazz konsisten digelar setiap tahun, kini menarik lebih dari 100.000 pengunjung, dan pada 2026 akan pindah lokasi dari JIExpo Kemayoran ke NICE PIK 2, Tangerang, setelah dua dekade menetap di Kemayoran.

4. Joyland Festival - Plainsong Live (Ferry Dermawan)

instagram.com/joylandfest, ferrydermawan

Joyland Festival, yang hadir sejak 2012, digagas oleh Ferry Dermawan selaku co-founder Plainsong Live. Festival ini dikenal dengan konsepnya yang lebih santai dan ramah keluarga dibanding festival EDM besar lainnya, serta rutin menghadirkan musisi indie dan pop lintas negara. Festival satu ini menghadirkan panggung musik, penampilan komedi (stand-up comedy), pemutaran film, lokakarya (workshop), serta pasar kurasi (market).

5. The Sounds Project - TSP & Co. (Gerhana Banyubiru)

instagram.com/thesoundsproject, ghanabanyubiru

The Sounds Project merupakan festival musik yang dipromotori oleh TSP & Co The Sounds Project & Co. perusahaan yang didirikan oleh Gerhana Banyubiru (Ghana) sebagai Founder sekaligus CEO. Perjalanan The Sounds Project dimulai sejak 2015 dari lingkungan kampus di Depok, yang saat itu dikenal sebagai Gunadarma Sounds Project, festival ini terus berkembang dari tahun ke tahun hingga menjadi salah satu festival musik dengan skala besar di Indonesia.

Penampilnya pun tak hanya musisi lokal, tapi juga internasional. Di tahun 2026 ini, mereka hadir selama tiga hari pada 7-9 Agustus 2026 kemarin di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Beberapa musisi yang turut memeriahkan antara lain, Raisa, Kangen Band, .Feast, Perunggu, The Adams, Juicy Luicy, Mahalini, Rizky Febian, Barasuara, Pamungkas.

6. Bigu Festival - Bigu Creative (Agil)

instagram.com/agilooo

Bigu Festival memulai perjalanannya pada 2022 di Hutan Kota GBK dengan konsep picnic music festival yang saat itu masih terbilang baru di Jakarta. Agil merupakan salah satu sosok promotor dan otak penting di balik Bigu Creative yang membidani lahirnya festival tersebut.

Terinspirasi dari festival seperti Electric Picnic, Bigu kemudian terus berkembang dan berpindah venue dari Stadion Madya GBK pada 2023, Stadion Aldiron Pancoran pada 2024 dan 2025, hingga kembali ke Stadion Madya GBK pada 2026 dengan menggunakan area Stadion Madya A & B yang lebih luas.

Di festival ini, pengunjung dapat menggelar tikar di atas rumput sambil menikmati penampilan musisi papan atas. Acara ini menggabungkan empat elemen penting, yaitu Music (musik), Ideas (bincang-bincang/talkshow), Comedy (stand-up comedy), dan Fashion. Nama "Bigu" sendiri berasal dari akronim "Banyak Ide Gue," yang mencerminkan wadah kreativitas anak muda.

7. Synchronize Fest - Demajors (David Karto)

instagram.com/synchronizefest, Dok. Internet

Synchronize Fest merupakan salah satu festival musik multi-genre tahunan berskala nasional terbesar di Indonesia. Berbeda dengan festival kebanyakan, acara ini terkenal karena menjadi "rumah" yang merayakan keberagaman musik Indonesia lintas genre dan lintas generasi, mulai dari pop, rock, jazz, metal, hiphop, ska, indie, hingga dangdut dan koplo.

David Karto bersama Demajors dikenal sebagai sosok di balik lahirnya festival yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2000 ini. Synchronize Fest berawal sebagai ruang bagi musisi independen dan band lokal lintas genre. Seiring waktu, berkembang menjadi festival musik multi-genre berskala nasional yang merayakan keberagaman musik Indonesia dari berbagai dekade, mulai dari era 70-an hingga 2000-an.

Kini, Synchronize Fest menghadirkan ratusan musisi terkurasi terbaik tanah air di berbagai panggung selama tiga hari tiga malam, sekaligus menjadi salah satu festival musik yang konsisten merayakan perjalanan dan keragaman musik Indonesia.

Itulah sosok promotor di balik festival musik besar di Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article