Nama Tahera Rahman kini hadir menghiasai televisi di Amerika. Menariknya, gadis yang berprofesi sebagai reporter televisi ini merupakan reporter tv pertama di Amerika yang menggunakan hijab. Tentu hal ini sangat jarang terjadi terutama di negara Amerika. Gadis berusia 27 tahun ini, Tahera memiliki banyak pengalaman salah satunya menjadi produser selama dua tahun di sebuah televisi lokal di Amerika Serikat. Dikutip dari laman dailymail.co.uk ada beberapa fakta menarik tentang Tahera yang belum banyak diketahui, apa saja ya fakta tersebut?
6 Fakta Menarik Tahera Rahman, Reporter TV Berhijab Pertama di Amerika

1. Lulusan Loyola University Chicago

Fakta pertama Tahera adalah bahwa ia adalah mahasiswi lulusan Loyola University Chicago, sebuah perguruan tinggi Khatolik di Amerika Serikat. Meskipun ia seorang Muslimah, ia tetap dapat beradaptasi dengan kondisi di perguruan tinggi dan keberagaman agama yang ia hadapi.
2. Gigih

Sejak lulus kuliah, Tahera memang berfokus pada jurnalisme. Ia selalu menunjukkan kemampuannya dalam dunia jurnalis. Dalam upaya meyakinkan bahwa ia mampu menjadi reporter, ada sebagian orang yang berusaha mematahkan semangat Tahera bahwa Amerika belum siap menjadikan jurnalis berhijab sebagai reporter tv. Namun, Tahera tidak patah semangat, ia berusaha dengan gigih dan kini mimpi itu terwujudkan.
3. Memutuskan Berhijab Sejak Kelas 5 SD

Disaat anak-anak seusia kelas 5 sekolah dasar masih asyik bermain, Tahera memutuskan untuk berhijab. Kejadian itu terjadi saat Tahera berjalan keluar rumah dalam keadaan tidak memakai hijab. Ia baru ingat bahwa dia sudah bertekad untuk berhijab dan segera masuk kerumah untuk mengenakan hijab kemanapun dan di manapun.
4. Pentingnya Berhijab

Dibalik kegigihanannya, ada keyakinan yang dia yakini dan dia buktikan dengan kehadiran hijab di dalam dirinya. Menurut Tahera, hijab menunjukkan sebuah perasaan dan pendapat atas iman yang diyakininya dan menaati sebuah prinsip kesopanan.
5. Percaya Diri

Kepercayaan diri dalam diri Tahera memang tidak perlu diragukan lagi deh. Meski ada banyak cibiran dari beberapa oknum di Amerika pasca kejadian 9/11 tentang pandangan terhadap Muslim Amerika. Tapi dia tetap percaya diri untuk terus menghadapi kehidupannya dengan memegah teguh keyakinan dan dibuktikan melalui hijabnya.
6. Berani Ambil Risiko

Atas keputusannya untuk terjun di dunia jurnalis sebagai reporter tv di Amerika. Bukan berarti Tahera baik-baik saja. Pertama kalinya dia menyiarkan berita sebagai reporter, Tahera mendapatkan reaksi kebencian di kemudian hari. Bukan hanya itu saja, sebuah situs web anti-Islam memprovokasi untuk membenci Tahera. Namun WHBF TV sebagai tempat Tahera bekerja tidak tidak tinggal diam dan ingin memastikan keselamatan wartawannya.
Kisah Tahera merupakan sejarah baru dalam pertelevisian di Amerika. Tentunya, pekerjaan sebagai reporter juga memiliki banyak risiko dan tantangan yang begitu berat melihat kondisi yang dihadapi Tahera tidaklah mudah. Meskipun demikian, hal ini menjadi revolusi baru bagi dunia jurnalisitik di dunia. Semoga kehadiran Tahera dapat terus menginpirasi siapapun yang mengenalnya ya, Bela.



















