Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Yayoi Kusama, Seniman Polkadot Jepang yang Meninggal Dunia
instagram.com/yayoikusamamuseum
  • Yayoi Kusama merupakan seniman kontemporer asal Jepang yang dikenal dengan ciri khas polkadot telah wafat di usia 97 tahun pada 14 Agustus 2026.

  • Perjalanan kariernya mencakup berbagai pola dan medium telah membawanya dikenal hingga panggung seni internasional.

  • Karya-karyanya seperti Infinity Mirror Rooms, Pumpkin, Narcissus Garden, dan Infinity Nets menjadi bagian penting dari warisan seninya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yayoi Kusama, seniman asal Jepang telah meninggal pada 14 Agustus 2026 lalu. Namanya tentu sudah tidak asing bagi pencinta seni kontemporer.

Kepergiannya di usia yang hampir seabad ini kembali membuat perjalanan hidupnya menjadi sorotan. Untuk mengenangnya, berikut Popbela sajikan profil Yayoi Kusama dan karya karyanya.

1. Biodata Yayoi Kusama

instagram.com/yayoikusamamuseum

  • Nama: Yayoi Kusama

  • Nama Jepang: 草間 彌生

  • Tanggal lahir: 22 Maret 1929

  • Meninggal: 14 Agustus 2026

  • Tempat lahir: Matsumoto, Nagano, Jepang

  • Kewarganegaraan: Jepang

  • Profesi: Seniman kontemporer

  • Bidang: Lukisan, patung, instalasi, seni pertunjukan, film, fashion, sastra

  • Penghargaan: Praemium Imperiale

2. Latar Belakang Yayoi Kusama

instagram.com/yayoikusamamuseum

Lahir dan besar di Matsumoto, Yayoi Kusama sejak muda sudah tertarik pada dunia seni. Ia kemudian mempelajari seni lukis nihonga di Sekolah Seni dan Kerajinan Kyoto sebelum mengembangkan gaya artistiknya sendiri.

Pada 1957, ia pindah ke Amerika Serikat dan kemudian menetap di New York. Di sana, karya seri Infinity Nets yang dibuatnya mulai mendapat perhatian. Garapannya ini bahkan banyak disejajarkan dengan karya sejumlah seniman besar, seperti Jackson Pollock dan Mark Rothko.

3. Perjalanan Karier Yayoi Kusama

instagram.com/yayoikusamamuseum

Karier Yayoi Kusama berkembang seiring dengan eksplorasi medium seninya. Mulai dari lukisan hingga instalasi ruang, ia terus berinovasi dengan pola berulang yang telah jadi ciri khasnya.

Berkat karyanya, ia berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi. Karya-karyanya seperti Infinity Mirror miliknya bahkan dianugerahi Praemium Imperiale. Melalui pencapaian ini, ia menjadi perempuan Jepang pertama yang menerima penghargaan tersebut.

4. Wafatnya Yayoi Kusama

instagram.com/yayoikusamamuseum

Kabar duka datang pada 14 Agustus 2026 karena Yayoi Kusama meninggal dunia di usia 97 tahun. Ia dikabarkan meninggal karena komplikasi organ di Rumah Sakit Tokyo, Jepang.

Meski telah tiada, pengaruh Kusama tetap terasa melalui berbagai museum dan pameran yang menampilkan karya-karyanya. Salah satunya adalah Yayoi Kusama Museum di Tokyo yang dibuka pada 2017 untuk memamerkan karya sang seniman.

5. Karya-karya Yayoi Kusama

instagram.com/yayoikusamamuseum

Membahas profil Yayoi Kusama dan karya-karyanya tak lepas dari karakternya yang berani. Beberapa di antaranya bahkan telah dipamerkan di museum ternama dunia, termasuk di Jakarta. Berikut daftar selengkapnya:

  1. Infinity Mirror Rooms
    Instalasi ruang bercermin yang menciptakan ilusi ruang tanpa batas dan menjadi salah satu karya Kusama paling populer.

  2. Pumpkin
    Patung labu kuning dengan pola bintik hitam yang menjadi salah satu simbol paling melekat pada karya Kusama. Bentuk labu raksasanya mulai berkembang setelah kesuksesan paviliun Jepang di Venice Biennale 1993.

  3. Narcissus Garden
    Instalasi yang menggunakan bola-bola reflektif dan pernah dipamerkan di berbagai lokasi, termasuk The Glass House dan Instituto Inhotim di Brasil.

  4. Infinity Nets
    Seri lukisan dengan pola jaring halus berulang yang dibuat sejak periode Kusama tinggal di New York dan menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan kariernya.

  5. I'm Here, but Nothing
    Instalasi ruang yang dipenuhi polkadot fluoresen sehingga benda-benda di dalamnya tampak melebur dalam ilusi ruang tak terhingga.

  6. Life is the Heart of a Rainbow
    Pameran yang membawa karya Kusama ke Jakarta melalui Museum MACAN pada 2018.

Membahas profil Yayoi Kusama dan karya-karyanya mengingatkan kita pada jejak abadi yang ia tinggalkan. Selamat jalan sang maestro, karyamu akan selalu menginspirasi dari masa ke masa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article