Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260120_132739_0005.png
Instagram.com / prillylatuconsina96

Intinya sih...

  • Prilly Mahatei Latuconsina lahir pada 15 Oktober 1996. Kedekatannya dengan keluarga membentuknya menjadi pribadi yang disiplin dan mandiri.

  • Prilly menyelesaikan kuliahnya tepat waktu pada 2021 dengan nilai A dan predikat Summa Cum Laude.

  • Karier Prilly dimulai pada 2009 di Sanggar Ananda. Mental entertainer terbentuk sejak usia belia hingga membuat ia dikenal melalui sinetron Hanya Kamu, Monyet Cantik 2

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Keputusan Prilly Latuconsina untuk mengakhiri seluruh keterikatannya dengan Sinemaku Pictures sontak menjadi sorotan publik. Bukan tanpa alasan, rumah produksi yang ia dirikan bersama Umay Shahab tersebut telah menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Prilly selama enam tahun terakhir. Mundurnya Prilly dari posisi pemegang saham dan anggota direksi menandai berakhirnya satu fase besar dalam hidupnya, sekaligus memantik rasa penasaran publik mengenai arah baru yang akan ia tempuh.

Di balik kabar tersebut, Prilly Latuconsina bukanlah sosok biasa. Ia dikenal sebagai figur multitalenta dengan pengaruh besar di dunia hiburan, pendidikan, bisnis, hingga aktivisme sosial. Perjalanan hidupnya mencerminkan transformasi seorang artis cilik menjadi pemimpin kreatif yang disegani. Lantas, seperti apa sebenarnya sosok Prilly Latuconsina? Mari simak profilnya dalam artikel berikut ini, Bela!

Profil dan pendidikan Prilly Latuconsina

Instagram.com / prillylatuconsina96

Prilly Mahatei Latuconsina lahir pada 15 Oktober 1996. Ia merupakan perempuan berdarah Ambon-Sunda, buah hati dari pasangan Rizal Latuconsina dan Ully Djulita. Prilly adalah anak sulung dari dua bersaudara dan memiliki seorang adik laki-laki bernama Raja Latuconsina. Lingkungan keluarga yang menjunjung nilai agama, etika, dan kerja keras membentuk Prilly menjadi pribadi yang disiplin dan mandiri sejak dini. Kedekatannya dengan keluarga juga kerap terlihat dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam keputusan besar hidup dan kariernya.

Sejak kecil, Prilly telah ditempa dengan pendidikan berbasis nilai. Ia mengenyam pendidikan di SDIT Asy-Syukriyyah sebelum melanjutkan ke SMP Negeri 4 Tangerang dan SMA Negeri 7 Tangerang. Namun, padatnya jadwal syuting membuatnya memilih jalur homeschooling di Homeschooling Kak Seto.

Keseriusan Prilly terhadap pendidikan terlihat jelas saat ia melanjutkan studi ke London School of Public Relations (LSPR) pada 2017 dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Di tengah kesibukannya di dunia hiburan dan bisnis, Prilly berhasil menyelesaikan kuliahnya tepat waktu pada 2021 dengan nilai A dan predikat Summa Cum Laude. Ia juga dinobatkan sebagai Best of The Best Graduate 2021 serta memperoleh beasiswa penuh pascasarjana, menjadikannya salah satu figur publik dengan prestasi akademik paling menonjol.

Awal karier Prilly Latuconsina

Instagram.com / prillylatuconsina96

Karier Prilly dimulai pada 2009. Ia mengasah kemampuan akting di Sanggar Ananda dan kemudian mendapatkan kesempatan tampil di program anak Si Bolang serta Koki Cilik. Dari sinilah mentalnya sebagai entertainer terbentuk sejak usia belia.

Sebelum dikenal luas sebagai aktris, Prilly juga aktif di dunia modeling. Ia meraih gelar Top Modeling Indonesia 2008 kategori anak dan menjadi wajah berbagai produk nasional. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, dan profesionalisme Prilly sejak usia muda.

Meroket lewat sinetron dan televisi nasional

Instagram.com / prillylatuconsina96

Nama Prilly mulai dikenal publik melalui sinetron Hanya Kamu dan Monyet Cantik 2. Namun, titik balik kariernya terjadi saat ia memerankan karakter Sisi dalam sinetron fenomenal Ganteng-Ganteng Serigala (2014–2015). Peran tersebut mengantarkannya meraih berbagai penghargaan, di antaranya:

  • Aktris Utama Paling Ngetop SCTV Awards

  • Aktris Terfavorit Panasonic Gobel Awards selama tiga tahun berturut-turut

  • Aktris Terpopuler Indonesian Television Awards

Sejak saat itu, Prilly menjelma menjadi salah satu ikon generasi muda di layar kaca Indonesia.

Karier akting dari box office hingga festival internasional

Instagram.com / prillylatuconsina96

Prilly memulai karier filmnya pada 2013 dan terus berkembang hingga menjadi salah satu aktris dengan deretan film box office terbanyak. Film horor Danur: I Can See Ghosts (2017) menjadi tonggak penting dengan raihan lebih dari 2,7 juta penonton dan mencetak rekor nasional. Ia kemudian membintangi sekuel Danur 2 dan Danur 3, serta film-film sukses lain seperti Hangout, Kukira Kau Rumah, dan Ketika Berhenti di Sini.

Puncak pengakuan artistik diraih lewat film Budi Pekerti (2023) yang tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF). Lewat film tersebut, Prilly meraih Piala Citra Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia 2023.

Prilly juga membuktikan kemampuannya beradaptasi dengan perubahan zaman melalui serial web. Sejak 2017, ia aktif membintangi berbagai serial digital, termasuk Negeri 5 Menara dan Hari Ini Kenapa, Naira?. Kesuksesan terbesarnya hadir lewat My Lecturer My Husband (2020–2022) yang tayang di WeTV. Serial ini menjadi fenomena lintas negara dan menempati posisi puncak Global Hot Hits di berbagai wilayah, mengukuhkan nama Prilly di pasar internasional.

Kreativitas Prilly di bidang musik, kepenulisan, pengusaha, hingga aktivis

Instagram.com / prillylatuconsina96

Selain seni peran, Prilly juga aktif di dunia musik dengan merilis album Sahabat Hidup serta sejumlah singel solo dan kolaborasi. Ia dikenal terlibat langsung dalam proses kreatif, termasuk penulisan lirik. Di dunia sastra, Prilly telah menerbitkan beberapa buku puisi dan novel, seperti 5 Detik dan Rasa Rindu, Fatamorgana, dan Ruang Tengah Ingatan. Karya-karyanya memperlihatkan sisi reflektif, emosional, dan intelektual yang menjadi ciri khas Prilly.

Di luar dunia hiburan, Prilly merupakan pengusaha dengan berbagai lini bisnis di bidang kuliner, kecantikan, fesyen, kesehatan, dan perhiasan. Ia juga aktif dalam pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif. Prilly menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional, pengurus PARFI 56, pendiri komunitas UMKM Yuk Tumbuh Bersama, serta komunitas lingkungan Gerakan Peduli Bumi. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemilik klub sepak bola Persikota Tangerang.

Prestasi nasional dan internasional

Instagram.com / prillylatuconsina96

Prestasi Prilly meliputi berbagai capaian bergengsi di tingkat nasional maupun internasional yang menegaskan posisinya sebagai figur muda berpengaruh di industri kreatif. Konsistensi, dedikasi, dan kontribusinya di berbagai bidang mengantarkan Prilly meraih sederet penghargaan serta kepercayaan strategis berikut:

  • Forbes 30 Under 30 Asia 2022

  • Tatler Asia Gen.T Leaders of Tomorrow 2023

  • Berbagai penghargaan nasional dan internasional

  • Ketua Pelaksana Festival Film Indonesia 2024–2026

  • Dosen praktisi di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Udayana

Prilly Latuconsina sebagai produser di Sinemaku Pictures hingga mundur secara resmi

Instagram.com / prillylatuconsina96

Pada 2019, Prilly mendirikan Sinemaku Pictures bersama Umay Shahab. Ia menjabat sebagai founder, pemegang saham, anggota direksi, produser eksekutif, sekaligus Chief Marketing Officer. Di bawah kepemimpinannya, Sinemaku Pictures melahirkan berbagai film dan serial yang sukses secara komersial maupun kritik. Film Kukira Kau Rumah mencetak sejarah sebagai film Indonesia pertama di masa pandemi yang berhasil menembus dua juta penonton.

Pada 19 Januari 2026, Prilly secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Sinemaku Pictures. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi menemukan ruang kreatif yang lebih jujur dan selaras dengan visi pribadinya. Prilly menekankan bahwa ia tidak meninggalkan industri film, melainkan tengah memasuki fase baru dalam berkarya dengan pendekatan yang lebih personal dan bertanggung jawab penuh atas suara kreatifnya.

Prilly Latuconsina kini berdiri sebagai simbol generasi muda Indonesia yang berani tumbuh, berani berubah, dan berani melepaskan zona nyaman demi kejujuran berkarya. Keputusannya mundur dari Sinemaku Pictures bukanlah akhir, melainkan penanda awal perjalanan baru yang lebih matang, personal, dan bermakna.

Editorial Team