Jika kamu penonton film The Devil Wears Prada, mungkin nama Meryl Streep sudah tak asing lagi. Yup, aktris Hollywood berusia 76 tahun ini kerap dikenal melalui perannya sebagai Miranda Priestly—sosok editor majalah mode yang tegas, dingin, namun karismatik.
Profil Meryl Streep, Aktor Ikonik di 'The Devil Wears Prada 2'

- Meryl Streep, aktris legendaris berusia 76 tahun, kembali memerankan Miranda Priestly dalam sekuel The Devil Wears Prada 2 yang dijadwalkan rilis pada 1 Mei 2026.
- Perjalanan karier Meryl dimulai dari teater hingga meraih tiga Oscar dan berbagai penghargaan bergengsi, menegaskan statusnya sebagai salah satu aktris terbaik sepanjang masa.
- Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, Meryl terus bereksperimen di film dan serial streaming, membuktikan fleksibilitas serta relevansinya di industri hiburan modern.
Kini, setelah hampir dua dekade sejak film pertamanya rilis, Meryl Streep kembali menjadi sorotan berkat kembalinya ia di sekuel The Devil Wears Prada 2. Comeback ini tentu saja langsung membangkitkan nostalgia sekaligus rasa penasaran publik akan bagaimana karakter Miranda berkembang di era baru.
Di balik perannya yang ikonik, Meryl Streep dikenal sebagai salah satu aktris terbaik sepanjang masa dengan karier yang luar biasa panjang dan penuh pencapaian. Yuk, kenalan lebih dekat dengan sosoknya lewat profil lengkap berikut ini, Bela!
Table of Content
Biodata Meryl Streep

Biodata Meryl Streep
Nama lengkap: Mary Louise Streep
Nama panggung: Meryl Streep
Tanggal lahir: 22 Juni 1949
Tempat lahir: Summit, New Jersey, Amerika Serikat
Profesi: Aktris
Tahun aktif: 1975-sekarang
Zodiak: Cancer
Latar Belakang Kehidupan Meryl Streep

Meryl Streep lahir dengan nama Mary Louise Streep pada 22 Juni 1949 di Summit, New Jersey. Ia tumbuh dalam keluarga kelas menengah yang sangat mendukung perkembangan bakat seninya sejak kecil.
Ibunya, Mary Wolf Wilkinson, merupakan seorang seniman komersial yang berperan besar dalam membangun rasa percaya diri Meryl. Sementara sang ayah, Harry William Streep Jr., bekerja sebagai eksekutif farmasi. Dukungan keluarga inilah yang membentuk mentalitas kerja keras dan keyakinan diri yang kuat dalam diri Meryl sejak dini.
Menariknya, sebelum jatuh cinta pada dunia akting, Meryl justru bercita-cita menjadi penyanyi opera. Ia bahkan mulai mengikuti pelatihan vokal sejak usia 12 tahun. Namun, titik balik terjadi saat ia berkuliah di Vassar College dan mulai aktif di dunia teater. Dari sanalah ia menemukan passion sejatinya sebagai seorang aktris.
Dalam kehidupan pribadinya, Meryl menikah dengan Don Gummer pada tahun 1978 dan dikaruniai empat anak. Sebelumnya, ia juga sempat menjalin hubungan dengan John Cazale, yang ia dampingi hingga akhir hayatnya saat berjuang melawan kanker—sebuah fase hidup yang sangat membentuk sisi emosionalnya sebagai individu maupun aktris.
Latar Pendidikan Meryl Streep yang Kuat

Perjalanan pendidikan Meryl Streep menjadi salah satu fondasi kuat dalam karier gemilangnya. Ia menempuh pendidikan menengah di Bernards High School dan aktif dalam berbagai kegiatan seni, termasuk drama dan vokal.
Ia kemudian melanjutkan studi ke Vassar College dan lulus dengan predikat cum laude pada tahun 1971 dalam bidang drama dan desain kostum. Tak berhenti di situ, Meryl melanjutkan pendidikan ke Yale School of Drama dan meraih gelar Master of Fine Arts (MFA) pada tahun 1975.
Selama masa studinya, ia dikenal sebagai mahasiswa berbakat yang mampu memainkan berbagai karakter kompleks di panggung teater. Bahkan, kontribusinya di dunia seni membuatnya menerima berbagai gelar doktor kehormatan dari universitas ternama seperti Yale, Harvard, hingga Princeton.
Awal Karier: Dari Panggung Teater ke Layar Lebar

Karier profesional Meryl Streep dimulai dari panggung teater pada tahun 1975 di Eugene O’Neill Theater Center. Dalam waktu singkat, ia sudah tampil dalam berbagai produksi teater di New York, termasuk karya-karya klasik seperti Henry V dan The Taming of the Shrew.
Ia juga sempat mengikuti audisi untuk film King Kong (1976), meski belum berhasil. Namun, hal ini tidak menghentikannya. Meryl terus aktif di Broadway dan mendapatkan pengakuan lewat nominasi Tony Awards.
Karier filmnya mulai menanjak saat ia membintangi The French Lieutenant's Woman, yang menjadi salah satu peran penting dalam karier awalnya. Tak lama kemudian, ia meraih kesuksesan besar lewat Sophie's Choice—peran yang membawanya memenangkan Oscar pertamanya sebagai Aktris Terbaik.
Puncak Karier dan Peran Ikonik di Dunia Film

Memasuki era 2000-an, nama Meryl Streep semakin tak tergoyahkan sebagai salah satu aktris paling berpengaruh di Hollywood. Ia terus menunjukkan kualitas aktingnya lewat berbagai proyek besar seperti The Hours dan Adaptation, yang tak hanya menuai pujian kritikus, tetapi juga membawanya meraih penghargaan bergengsi seperti Golden Globes.
Namun, jika berbicara soal peran yang benar-benar melekat di benak penonton, The Devil Wears Prada (2006) jelas jadi salah satu yang paling ikonik. Lewat karakter Miranda Priestly, Meryl berhasil menghadirkan sosok pemimpin perempuan yang tegas, dingin, namun tetap penuh pesona dan karisma. Peran ini pun kembali mengantarkannya pada nominasi Oscar serta kemenangan Golden Globes—sekaligus mempertegas statusnya sebagai aktris kelas dunia.
Meski begitu, di balik citra glamor dan reputasinya sebagai aktris papan atas, Meryl Streep melihat perjalanan kariernya dengan sudut pandang yang lebih sederhana. Dalam wawancaranya bersama The Talks, ia mengungkapkan bahwa label atau kesan yang melekat di awal karier sering kali membentuk bagaimana publik memandang seorang aktor.
“Saya selalu melakukan berbagai macam hal sepanjang karier saya. Film apapun yang pertama kali dibintangi, bagaimana pun orang pertama kali memandang, itu seperti kesan pertama saat memasuki ruangan dan itulah yang akan dikaitkan dengan diri sendiri. Beberapa film pertama yang saya bintangi adalah drama, tetapi di sekolah drama saya tidak pernah bermain dalam drama serius atau realistis. Tidak, hanya ada satu. Semua film lainnya adalah komedi selama tiga tahun. Tapi itulah masanya,” jelasnya.
Eksplorasi Genre dan Kemenangan Oscar Ketiga

Setelah sukses besar lewat The Devil Wears Prada, Meryl Streep nggak berhenti di satu zona nyaman. Justru sebaliknya, ia semakin berani mengeksplorasi berbagai genre yang menunjukkan fleksibilitas aktingnya. Mulai dari film musikal Mamma Mia! yang sukses besar secara komersial, hingga Julie & Julia (2009) yang kembali mengantarkannya meraih penghargaan bergengsi.
Puncak pencapaiannya di fase ini datang lewat perannya sebagai Margaret Thatcher dalam The Iron Lady. Lewat transformasi yang begitu total—baik dari segi fisik, suara, hingga gestur—Meryl berhasil membuktikan kualitas aktingnya yang luar biasa dan membawa pulang Oscar ketiganya. Peran ini sekaligus mempertegas reputasinya sebagai salah satu aktris dengan kemampuan akting paling mumpuni di industri film.
Bahkan, konsistensi Meryl Streep di Hollywood bukan hanya soal bakat, tetapi juga soal dedikasi dan kemampuannya untuk terus beradaptasi. Selama lebih dari lima dekade, ia tetap relevan di tengah perubahan industri yang begitu cepat. Alih-alih bergantung pada citra atau persona tertentu, Meryl justru dikenal karena kemampuannya menghadirkan karakter yang selalu segar dan autentik di setiap proyeknya.
Reputasinya yang seolah “tak tersentuh” ini pun lahir dari komitmennya untuk selalu memberikan performa terbaik, bukan sekadar mempertahankan popularitas. Hal inilah yang membuatnya mampu menjangkau berbagai generasi penonton—dari masa ke masa. Sebagai aktris senior, Meryl juga memiliki pandangan yang cukup reflektif tentang perjalanan karier dan waktu. Dalam wawancaranya bersama Business Insider, ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses dan perubahan yang terjadi.
“Semua itu butuh waktu, dan kamu nggak bisa melakukannya sendirian—ini bukan seperti menulis atau menggubah musik. Saya nggak pernah berpikir ‘saya akan melakukan pekerjaan ini selamanya’. Yang saya pikirkan adalah: dunia ini terus berubah, dan kita harus belajar untuk siap menghadapinya,” ungkapnya.
Eksistensi di Masa Kini hingga Raih Penghargaan Bergengsi

Memasuki era modern, Meryl Streep kembali membuktikan bahwa dirinya mampu beradaptasi dengan perubahan industri hiburan. Nggak hanya berjaya di layar lebar, ia juga mulai merambah dunia serial televisi dan platform streaming. Lewat proyek seperti Only Murders in the Building dan Extrapolations (2023), Meryl menunjukkan fleksibilitasnya dalam mengeksplorasi berbagai format cerita yang lebih segar dan relevan dengan penonton masa kini.
Perjalanan panjangnya pun terus diapresiasi melalui berbagai penghargaan kehormatan. Salah satunya adalah Honorary Palme d’Or yang ia terima di Festival Film Cannes 2024—sebuah pengakuan prestisius atas kontribusinya yang luar biasa di dunia perfilman global.
Dengan karier yang telah melampaui lima dekade, Meryl kini kerap disebut sebagai “Elder Stateswoman” di Hollywood. Julukan ini bukan tanpa alasan, melainkan simbol dari pengalaman, konsistensi, dan dedikasinya yang tak tergantikan di dunia seni peran.
Status tersebut juga diperkuat oleh deretan pencapaiannya yang mengesankan. Meryl Streep dikenal sebagai salah satu aktris dengan rekor nominasi Academy Awards (Oscar) terbanyak sepanjang sejarah, serta telah mengantongi tiga piala Oscar. Tak hanya itu, ia juga meraih berbagai penghargaan bergengsi lainnya seperti Golden Globe, BAFTA, hingga Emmy Awards—menjadikannya figur yang tak hanya dihormati, tetapi juga menjadi standar kualitas dalam industri hiburan.
Kembali Memerankan Miranda Priestly di ‘The Devil Wears Prada 2’

Kabar paling dinantikan tentu datang dari proyek The Devil Wears Prada 2. Meryl Streep kembali memerankan sosok ikonik, Miranda Priestly, dan akan menghadirkan kembali “the original squad” seperti Anne Hathaway, Emily Blunt, hingga Stanley Tucci.
Menariknya, film ini nggak sekadar menghadirkan cerita lama, tetapi juga akan mengeksplorasi dinamika baru yang lebih relevan. Kali ini, Miranda dikisahkan harus menghadapi perubahan besar di industri media, terutama pergeseran dari majalah cetak ke era digital. Konflik ini terasa dekat dengan realitas saat ini, sekaligus membuka sisi baru dari karakter yang selama ini dikenal kuat.

Di sisi lain, Meryl Streep juga sempat mengungkap fakta menarik soal karakter Miranda Priestly. Dalam wawancaranya di The Late Show with Stephen Colbert, ia menegaskan bahwa sosok Miranda bukan terinspirasi dari satu figur saja, seperti yang sering diasosiasikan dengan Anna Wintour. Justru, karakter tersebut merupakan perpaduan dari gaya kepemimpinan dua sosok besar, yaitu sutradara Mike Nichols dan Clint Eastwood.
Comeback ini pun terasa semakin spesial karena datang di fase kehidupan Meryl yang kini memasuki usia 70-an. Ia mengaku merasa bangga masih dipercaya menjadi pemeran utama dalam proyek film besar, sekaligus ingin menunjukkan bahwa usia bukanlah batas untuk terus berkarya di industri hiburan.
Deretan Penghargaan Bergengsi yang Diraih Meryl Streep

Sepanjang kariernya, Meryl Streep telah mengoleksi berbagai penghargaan bergengsi:
3 Academy Awards (Oscar) : Aktris Pendukung Terbaik – Kramer vs. Kramer (1979), Aktris Terbaik – Sophie's Choice (1982), Aktris Terbaik – The Iron Lady (2011)
8 Golden Globe Awards dari 34 nominasi
4 Primetime Emmy Awards
2 BAFTA Awards
Honorary Palme d’Or (2024)
Presidential Medal of Freedom (2014)
Dengan perjalanan karier yang luar biasa panjang, dedikasi tanpa henti, serta kemampuan akting yang terus berkembang, Meryl Streep bukan hanya sekadar aktris—but, she's the legendary. Kembalinya ia sebagai Miranda Priestly di The Devil Wears Prada 2 menjadi bukti bahwa pesonanya tetap tak tergantikan. Jadi, siap melihat kembali sisi “devilish” yang ikonik dari Miranda, Bela?











![[EKSKLUSIF] RINNI Ungkap Perjalanan Menemukan Diri Kembali Lewat EP 'Superstar'](https://image.popbela.com/post/20260427/upload_44cbc7c21f8d32c258cdb865d2072fce_4a2cf16d-625e-4edf-8587-771d68fc30cd.png)






