Selain aktif sebagai content creator dan sutradara, Aulion juga memperluas kiprahnya ke dunia seni pertunjukan melalui berbagai proyek drama musikal.
Salah satu karyanya yang cukup dikenal adalah Kukejar Kau Sayang, sebuah musikal dangdut yang dipentaskan pada 29 November hingga 1 Desember 2024 di Taman Ismail Ismail Marzuki. Pertunjukan ini menjadi salah satu eksplorasi besar Aulion dalam menggabungkan teater, musik dangdut, dan storytelling visual khas dirinya.
Musikal Kukejar Kau Sayang sendiri dikembangkan dari ide cerita lama yang sudah ia buat sejak masa kuliah, kemudian diproses kembali menjadi pertunjukan panggung yang lebih matang. Dalam proyek ini, ia turut melibatkan sejumlah kreator dan performer seperti Ganta, Bondol JPG, Leyla Aderina serta berbagai talenta lain yang membawakan kisah dengan nuansa komedi, drama, dan musik dangdut.
Selain itu, Aulion juga menggarap proyek musikal berjudul Musikal Absurd: Hidup Segan but I’m Not Done. Pertunjukan ini dipentaskan dalam Jakarta Doodle Fest 2025 di Taman Ismail Ismail Marzuki pada 2 November 2025. Berbeda dengan musikal sebelumnya, karya ini lebih menonjolkan pendekatan teater kontemporer dan visual eksperimental yang diadaptasi dari ilustrasi karya Sherchle.
Musikal ini mengangkat kisah seorang pekerja bernama Vina yang terjebak dalam rutinitas hidup dan kemudian memasuki dunia imajinatif yang membawanya pada refleksi tentang makna kehidupan. Pendekatan visual, musik, dan narasi yang kuat membuat pertunjukan ini mendapat perhatian positif dari penonton karena dianggap menghadirkan pengalaman teater yang segar dan relevan dengan isu modern.
Dengan dua proyek tersebut, Aulion semakin menunjukkan dirinya bukan hanya sebagai kreator digital, tetapi juga sutradara yang aktif bereksperimen dalam dunia seni pertunjukan lintas medium.
Itu dia profil Aulion, content creator multitalenta yang kini aktif hidupkan pertunjukan musikal. Dari semua karyanya, mana yang jadi favoritmu, Bela?