Penyanyi dan penulis lagu Febinda Tito resmi merilis album terbarunya bertajuk Terbentur, Terbentur, Terbentur, sebuah karya yang lahir dari proses panjang menghadapi kegagalan, kelelahan emosional, dan upaya bertahan di tengah ekspektasi hidup maupun cinta yang terus menerus menekan.
Album ini lahir dari proses yang dipenuhi oleh banyak ketidaktahuan dan keterbatasan. Dalam produksi yang dijalani secara lebih mandiri, Febinda Tito kembali bekerja bersama Wildan Ruruh dan Windu Airlangga—produser yang telah menemaninya sejak album pertama, ketika proses bermusik masih dijalani dengan sangat amatir. Bersama, mereka menghadapi keterbatasan, keraguan, dan tekanan di setiap tahap, sebuah pengalaman yang berat namun membentuk cara baru dalam memahami musik dan dirinya sendiri.
Judul Terbentur, Terbentur, Terbentur tidak dimaksudkan sebagai keluhan, melainkan pengakuan: bahwa jatuh bisa terjadi berkali-kali, dan bertahan tidak selalu berarti bangkit dengan gegap gempita. Dalam album ini, Febinda Tito merangkai cerita tentang perasaan yang sulit untuk selesai, perasaan menjadi pilihan kedua, harapan yang tertunda, serta proses berdamai dengan diri sendiri.
Di antara lapisan emosi tersebut, "Damai Sentosa" hadir sebagai focus track—sebuah lagu bernuansa upbeat yang menawarkan ruang bernapas, menghadirkan optimisme di tengah perjalanan yang penuh benturan. Secara musikal, album ini dibangun dengan dinamika yang kuat, memadukan nuansa musik band khas era 2000-an dengan sentuhan pop modern, sehingga setiap lagu memiliki ruang emosional dan energi yang berbeda
Dari semua lagu di atas, mana yang cocok dengan keadaan kamu saat ini, Bela?