Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Popbela’s Playlist: Dancefloor & Daydreams

Popbela’s Playlist: Dancefloor & Daydreams
Dok. Istimewa
Intinya Sih
5W1H
  • Popbela’s Playlist: Dancefloor & Daydreams menghadirkan perjalanan musik penuh energi, dari kolaborasi elektronik Cécil Yang x Dipha Barus x Janita Gabriela hingga nuansa reflektif pami di akhir.
  • Setiap lagu menggambarkan fase emosi berbeda—dari euforia dan kepercayaan diri, eksplorasi identitas lewat French Touch Angèle x Justice, hingga pelepasan emosional dalam ‘Ritual’ oleh Icona Pop feat. Daya.
  • Playlist ini menutup dengan ‘cry jar’ dari pami yang ringan namun tajam secara lirik, menandai transisi dari pesta dansa menuju ruang introspektif yang lebih personal dan jujur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Popbela’s Playlist: Dancefloor & Daydreams adalah kurasi musik dengan energi dance yang datang dari berbagai arah.

Ada kolaborasi Cécil Yang, Dipha Barus, dan Janita Gabriela, hingga sentuhan French Touch dari Angèle bersama Justice. Energinya kemudian memuncak lewat Icona Pop dan Daya, sebelum akhirnya ditutup dengan nuansa yang lebih ringan dari pami.

Setiap lagu dalam Popbela’s Playlist: Dancefloor & Daydreams disusun seperti perjalanan emosi. Dari dorongan awal untuk bergerak, tenggelam dalam euforia, hingga perlahan kembali ke ruang yang lebih reflektif. Yuk, kita dengar lagunya bersama!

Table of Content

1. “I Am Something” – Cécil Yang x Dipha Barus x Janita Gabriela

1. “I Am Something” – Cécil Yang x Dipha Barus x Janita Gabriela

Playlist ini dibuka dengan energi yang langsung terasa uplifting lewat kolaborasi Cécil Yang, Dipha Barus, dan Janita Gabriela. “I Am Something” dibangun dengan beat elektronik yang upbeat dan catchy, menjadikannya lagu yang langsung terasa hidup sejak detik pertama.

Dipha Barus berperan besar dalam membentuk identitas sound lagu ini lewat sentuhan elektronik modern yang khas. Di sisi lain, vokal Cécil Yang dan Janita Gabriela menciptakan layer yang seimbang antara energi dan emosi, membuat lagu ini tidak hanya enak untuk joget, tetapi juga tetap punya kedalaman rasa.

Proses kreatifnya pun digarap serius. Arahan vokal dari Kamga membantu memperkuat karakter masing-masing penyanyi, sementara tahap mixing oleh Hery Alesis dan mastering oleh Rama Harto memastikan kualitas audio yang matang dan solid.

Lebih dari sekadar lagu danceable, “I Am Something” membawa pesan tentang kepercayaan diri dan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Energi yang terasa sepanjang lagu ini menjadikannya bukan hanya anthem untuk bergerak, tetapi juga pernyataan personal dari para musisi yang terlibat.

2. “What You Want” – Angèle x Justice

Dari energi yang mulai terbentuk, playlist ini bergerak ke arah yang lebih bold dan stylish lewat kolaborasi Angèle dan Justice. “What You Want” tidak hanya bermain di beat elektronik khas French Touch, tetapi juga membawa nuansa modern yang terasa relevan dengan scene global saat ini.

Secara visual, proyek ini juga didukung oleh (LA)HORDE yang melihat kolaborasi ini sebagai momen penting. Mereka menyoroti bagaimana Angèle sebagai perempuan muda mampu masuk dan “mengambil alih” ruang French Touch yang selama ini didominasi laki-laki.

Menariknya, video musiknya direkam menggunakan iPhone 17 Pro yang digunakan untuk menangkap gerakan dengan lebih intim. Visualnya terasa dekat, mengikuti ekspresi dan tubuh Angèle di tengah atmosfer malam yang padat dan gelap, memperkuat kesan bold sekaligus elegan.

Dari sisi musikal, lagu ini bergerak di antara dua dunia. Justice membawa produksi yang megah dan penuh tensi, sementara Angèle menghadirkan vokal yang lembut tapi magnetis.

Lirik bilingual dalam bahasa Inggris dan Prancis menambah dimensi personal sekaligus kolektif, menciptakan pengalaman mendengarkan yang terasa intimate namun tetap danceable.

3. “Ritual” – Icona Pop feat. Daya

Setelah build-up yang matang, playlist ini mencapai puncaknya lewat “Ritual” dari Icona Pop bersama Daya. Lagu ini langsung terasa powerful dengan beat yang dinamis dan atmosfer dancefloor yang intens, tetapi di saat yang sama menyimpan lapisan emosi yang lebih dalam.

Ritual” tidak hanya menawarkan euforia, tetapi juga cerita tentang perjuangan, bertahan, dan proses menemukan diri kembali. Lirik seperti “This is my ritual, yeah I do it to survive” menangkap bagaimana musik dan gerakan bisa menjadi bentuk pelepasan emosional.

Inspirasi lagu ini juga datang dari pengalaman personal. Icona Pop mengisahkan momen ketika seorang teman mereka mencari jawaban lewat praktik spiritual, yang kemudian memicu ide tentang “ritual” sebagai cara untuk kembali terhubung dengan tubuh dan diri sendiri.

Kolaborasi dengan Daya menambah dimensi baru, menghadirkan vokal yang emosional sekaligus tetap menyatu dengan energi elektronik yang intens. Hasil akhirnya adalah lagu yang terasa katarsis, mengajak pendengar untuk melepaskan beban, bergerak bebas, dan menemukan kembali kekuatan lewat musik.

Sebagai bagian dari fase baru setelah album CLUB ROMANTECH, “Ritual” juga menegaskan arah musikal Icona Pop yang semakin berani mengeksplorasi batas antara kerapuhan dan perayaan.

4. “cry jar” – pami

Setelah euforia mencapai puncaknya, playlist ini perlahan menurunkan tempo lewat “cry jar” dari pami. Mendengarkan lagu ini akan menghadirkan suasana manis dan playful, meski liriknya tajam dan penuh sindiran.

Secara konsep, lagu ini mengangkat ide unik tentang “emotional compensation”, ketika setiap luka dalam hubungan diibaratkan sebagai air mata yang dikumpulkan dalam sebuah “jar”. Lewat pendekatan ini, pami mengubah rasa sakit menjadi sesuatu yang konkret, seolah ingin menegaskan bahwa perasaan tidak pernah benar-benar hilang, hanya terakumulasi.

Menariknya, kontras menjadi kekuatan utama “cry jar”. Aransemen musiknya terdengar ringan dan hampir ceria, sementara liriknya justru blak-blakan dan sedikit sarkastik. Pami sendiri menyebut lagu ini sebagai “dark joke”, cara halus untuk menyampaikan bahwa setiap luka dalam hubungan tetap punya konsekuensi.

Ditulis saat sesi song camp di Sydney, lagu ini juga menandai fase baru dalam perjalanan pami setelah kesuksesan album puffette dan pengakuan sebagai salah satu rising artist di Asia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Latest in Career

See More