Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Cuma Gengsi, Pertimbangkan 6 Hal Ini Saat Ingin Beli Rumah
Canva.com/89Stocker
  • Sebelum membeli rumah, pastikan pemasukan stabil jangka panjang dan arus kas terkelola; jika pendapatan masih pas-pasan, keputusan pembelian sebaiknya ditunda.
  • Siapkan dana darurat sesuai kondisi keluarga—6, 9, atau 12 kali pendapatan bulanan—serta prioritaskan perlindungan asuransi kesehatan atau jiwa.
  • Hindari cicilan rumah bila utang total melebihi 30% pendapatan; tetapkan tujuan jelas, pilih metode pembelian dan investasi sesuai kebutuhan serta likuiditas dana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di kondisi dunia sekarang yang tak menentu, tapi juga menuntut, tak sedikit orang jadi bingung dan salah langkah dalam mengalokasikan keuangannya. Melihat orang lain membeli rumah, kamu mungkin ikut tergiur.

Rumah tampak jadi aset yang menjanjikan dan diperlukan untuk masa depan. Tapi, Rista Zwestika, seorang financial planner menyarankan untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli rumah, apalagi kalau kamu cuma fomo atau gengsi.

Bukan tidak boleh, melainkan agar kamu tak salah langkah dalam mengambil keputusan keuangan. Yuk, simak pertimbangan membeli rumah di kondisi ekonomi saat ini.

1. Pastikan pemasukan aman dalam jangka panjang

Pexels.com/Karola G

Sebelum memutuskan untuk mengambil cicilan atau membeli rumah, pastikan kondisi keuanganmu sudah siap. Perkirakan apakah sumber pemasukan aman untuk jangka panjang, terutama mengingat kondisi industri ekonomi yang rentan terhadap risiko PHK. Pahami serta kelola arus masuk (pendapatan) dan keluar (pengeluaran) dengan baik. Kamu harus dapat memetakan mana pengeluaran yang prioritas dan yang tidak. Jika ternyata pendapatanmu masih pas-pasan, maka lebih baik jangan membeli rumah dulu.

2. Ketersediaan dana darurat

Canva.com/Aflo Images

Hal kedua yang harus kamu pertimbangankan adalah apakah kamu memiliki dana darurat yang memadai. Kalau kamu masih single, dana darurat yang harus kamu miliki adalah 6 kali pendapatan bulanan. Sementara kalau kamu sudah menikah atau berpasangan, maka harus ada 9 kali pendapatan bulanan. Sedangkan, jika kamu sudah berkeluarga atau memiliki anak, maka kamu harus mempunyai dana darurat sebesar 12 kali pendapatan bulanan. Jika, ternyata dana daruratmu aman, maka kamu tak akan terlalu khawatir saat memutuskan membeli rumah.

3. Mitigasi risiko dengan memiliki asuransi

Pixabay.com/schluesseldienst

Sebelum membeli rumah, pastikan kalau kamu sudah lebih dahulu memiliki asuransi untuk dirimu, baik itu kesehatan atau jiwa. Menurut Rista, memiliki asuransi saat ini lebih penting daripada membeli rumah.

4. Jangan ambil cicilan rumah kalau hutangmu masih menumpuk

Canva.com/Aflo Images

Rista Zwestika juga tidak menyarankan untuk mengambil cicilan rumah jika kamu masih memiliki cicilan lain atau hutang yang lain. Pastikan, total utang/cicilanmu tidak melebihi 30% dari pendapatan bulanan kalau ingin membeli rumah dengan metode angsuran. Misal, pendapatanmu Rp10 juta, maka maksimal biaya yang kamu keluarkan untuk cicilan perbulan adalah Rp3 juta.

5. Kejelasan tujuan membeli rumah

Canva.com/89Stocker

Hal penting yang juga perlu dipertimbangkan adalah tentukan apakah rumah tersebut dibeli untuk tempat tinggal atau sekadar aset. Misalnya, kamu dan pasangan memang hendak membeli rumah untuk ditinggali bersama, ya sah-sah saja atau mungkin menyisihkan uang untuk aset daripada dipakai untuk jajan. Tapi, pastikan keputusan tersebut datang dari perhitungan yang tepat. Hindari membeli rumah hanya demi gengsi atau pengakuan dari orang lain.

6. Memilih jenis investasi dan metode pembelian

Instagram.com/popmama_com

Ada banyak cara membeli rumah, bisa dengan langsung tunai, menabung dahulu, atau dengan investasi. Misalnya, kamu ingin berinvestasi saham atau reksa dana, maupun menabung emas untuk membeli rumah, hal ini bisa saja dilakukan. Menurut Rista, investasi adalah kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan.

Jika belum memiliki dana darurat, maka sebaiknya kamu fokuskan investasi ke instrumen yang aman dan likuid. Contohnya, Tabungan, Deposito, Reksadana Pasar Uang, dan Emas. Strategi ini bisa dilakukan melalui diversifikasi alokasi sesuai kenyamanan dan batasan minimal masing-masing instrumen.

Tapi, kalau kamu ingin berinvestasi jangka panjang atau menengah, seperti membeli rumah, maka opsi investasi yang aman meliputi Reksadana Pasar Uang dan Reksadana Pendapatan Tetap.

Itulah beberapa pertimbangan membeli rumah di era ekonomi saat ini. Jadi, bagaimana pendapatmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article