Setelah pemberitaannya ramai sejak tahun 2018, akhirnya kita bisa menyaksikan secara langsung bagaimana aksi patriot Indonesia berlaga di layar lebar. Mulai tanggal 29 Agustus 2019, Gundala sudah bisa kita nikmati di seluruh bioskop di Indonesia.

Mengadakan gala premier yang cukup meriah di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, 28 Agustus 2019, saya berkesempatan menjadi salah satu orang pertama yang menyaksikan kehadiran Gundala di layar lebar Indonesia. Selama 123 menit, saya dipuaskan dengan beragam aksi dan pengenalan tokoh pembuka Jagat Sinema Bumilangit.

Sebelum menonton filmnya, berikut review saya mengenai film Gundala. Simak ya!

Sinopsis: Lahirnya Patriot yang Ditunggu Kehadirannya

Review Film: Gundala, Pembuka Jagat Sinema yang Cukup MemuaskanInstagram.com/gundalaofficial

Lahir dari keluarga buruh pabrik yang selalu dirampas haknya, membuat Sancaka kecil (Muzakki Ramadhan) belajar satu hal, yakni jangan mengganggu urusan orang lain kalau hidupnya tak ingin kesusahan. Hal ini selalu ia pegang teguh sampai dewasa.

Sancaka (Abimana Aryasatya) akhirnya tumbuh menjadi sosok yang tak peduli terhadap lingkungan sekitar karena ia tak ingin hidupnya disusahkan oleh orang lain. Sampai pada akhirnya, mau tak mau ia membantu tetangganya, Wulan (Tara Basro) dan adiknya yang selalu diganggu oleh preman pasar. Ternyata, bantuan Sancaka untuk Wulan berbuntut panjang yang membuatnya dicari oleh para pejabat di negerinya. 

Di satu sisi, Sancaka sangat dibutuhkan kehadirannya, namun di sisi lain ia dianggap ancaman yang bisa membuat keseimbangan masyarakat berantakan. Dengan kekuatan yang dimilikinya secara tiba-tiba, Sancaka berusaha memanfaatkan kekuatan tersebut untuk membantu menolong sebanyak mungkin orang di sekitarnya.

Pembuka Jagat Sinema yang Cukup Memuaskan

Review Film: Gundala, Pembuka Jagat Sinema yang Cukup MemuaskanInstagram.com/gundalaofficial

Sebagai pembuka jagat sinema yang lebih besar dengan lebih banyak tokoh nantinya, Gundala patut diapresiasi. Bagaimana penjelasan dari satu adegan ke adegan lain, Joko Anwar selaku penulis naskah sekaligus sutradara Gundala, bisa menyampaikannya dengan detail namun mudah dipahami.

Lewat film pertama dari Jagat Sinema Bumilangit, para penonton benar-benar harus memperhatikan adegan demi adegan yang ditampilkan. Sebab, dari scene tersebut, ditampilkan tokoh dan petunjuk yang menuju ke film selanjutnya. Kalau kamu memperhatikan film dengan saksama, dijamin, kamu nggak akan kesulitan untuk memahami seri Bumilangit selanjutnya.

Bagi saya, Gundala cukup memuaskan dan nggak membuat bingung penonton. Saya sendiri belum pernah sekalipun membaca komik karya Harya Suraminata atau yang akrab disapa Hasmi tersebut. Saya dapat langsung memahami bagaimana karakter tokoh dan perannya dalam film tanpa bertanya lebih lanjut soal siapa serta kepentingannya pada alur cerita Gundala ini.

Latar Waktu yang Mengecoh

Review Film: Gundala, Pembuka Jagat Sinema yang Cukup MemuaskanInstagram.com/gundalaofficial

Kalau dilihat secara sekilas, Gundala seperti mengambil latar waktu di masa lalu. Setidaknya sekitar tahun 1980-1990-an. Tak ada penjelasan latar waktu sempat membuat bingung penonton dan timbul pertanyaan sebenarnya kapan tepatnya kejadian ini berlangsung.

Melihat detail-detail pada film seperti teknologi dan gawai yang digunakan, saya menjadi tahu kalau Gundala mengambil latar waktu di tahun 2019 meskipun tampilannya bak tahun 90-an. Belakangan saya tahu, filter warna yang digunakanlah yang membuat tampilan film seolah berlatar waktu sepuluh tahun lalu.

Bertabur Aktor dan Aktris Papan Atas dengan Porsi yang Pas

Review Film: Gundala, Pembuka Jagat Sinema yang Cukup MemuaskanInstagram.com/gundalaofficial

Joko Anwar sepertinya tak main-main dalam menggarap film ini. Ia mengajak banyak aktor dan aktris papan atas untuk membintangi Gundala. Sebut saja Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Tara Basro, Ario Bayu, Rio Dewanto, Marissa Anita, Muzakki Ramadhan, Cecep Arif Rahman, Lukman Sardi, Faris Fadjar, Hannah Al Rashid, Kelly Tandiono, Andrew Sulaiman, Asmara Abigail, Zidni Hakim, Putri Ayudya, Dimas Danang, Ari Tulang, Rendra Bagus Pamungkas, Dea Panendra, Della Dartyan, Aming, Aqi Singgih, Indra Brasco, Arswendy, dan masih banyak lagi.

Bukannya berlebihan, deretan aktor dan aktris yang turut serta dalam film ini tampil dengan porsi yang pas. Saya bahkan bisa melihat siapa berperan sebagai apa dan bagaimana karakternya tanpa merasa bingung.

Untuk kamu yang memang akan mengikuti terus Jagat Sinema Bumilangit, Gundala wajib kamu tonton. Sebab, tokoh-tokoh yang hadir pada film ini akan muncul kembali dalam seri Jagat Sinema Bumilangit selanjutnya. Jadi, saat menontonya nanti perhatikan baik-baik setiap karakter yang muncul ya.

Menurutmu sendiri film Gundala ini bagaimana? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

Baca Juga: Review Film: Ready Or Not, Saat Pernikahan Hanya Kedok Pemujaan Setan