Duka kembali menyelimuti Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gempa bumi berkekuatan 7.0 Skala Richter mengguncang wilayah Lombok Utara, pukul 18.46 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.

Ini 5 Kisah Memilukan dari Korban Gempa LombokANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Sampai berita ini ditulis (6/8) pukul 19:05, tercatat ada 91 korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka. Selain itu, ribuan rumah lainnya rusak akibat gempa ini. Bukan hanya kondisi daerahnya saja yang membuat kita prihatin, kisah para korbannya pun sangat memilukan hati.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini lima kisah memilukan korban gempa Lombok.

Ini 5 Kisah Memilukan dari Korban Gempa Lombok

Korban gempa Lombok yang tewas rata-rata mereka tertimpa bangunan yang roboh. Salah satu korban tewas adalah keluarga Alimun. Keluarga Alimun yang terdiri dari istri dan anaknya yang berjumlah tiga orang tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya sendiri.

Ini 5 Kisah Memilukan dari Korban Gempa Lombok

Ada satu kejadian yang membuat Tim SAR terkejut dan terperangah, yakni ketika mereka menemukan jenazah ayah dan anak yang saling berpelukan di balik reruntuhan bangunan rumahnya. Alimun tewas tertimpa reruntuhan sambil memeluk anaknya yang juga sudah tidak bernyawa.

Ini 5 Kisah Memilukan dari Korban Gempa Lombok

Gempa bukan hanya terasa di Lombok, tetapi juga hingga ke Bali dan Surabaya. Salah satu yang paling terasa adalah di wilayah Bangli, Bali. Saat itu, di Masjid Agung Bangli, beberapa orang tengah solat berjamaah berhamburan ke luar saat gempa terjadi. Beruntung mereka langsung menyelamatkan diri sebelum atap masjid runtuh akibat gempa. Kejadian tersebut terekam kamera berikut ini.

 

Ini 5 Kisah Memilukan dari Korban Gempa Lombok

Bayi pun menjadi salah satu korban. Di Dusun Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Tim SAR menemukan jenazah bayi dengan kondisi memilukan akibat tidak sempat diselamatkan dan tertimpa reruntuhan bangunan.

Ini 5 Kisah Memilukan dari Korban Gempa Lombok

Ketika gempa terjadi, banyak orang tengah mendaki Gunung Rinjani. Salah satu yang saat itu tengah mendaki adalah Khrisna. Korban selamat yang berasal dari Bandung, Jawa Barat mengaku trauma mendaki. Dilansir dari BBC, Khrisna trauma lantaran sepanjang jalan pasca gempa ia melihat banyak korban dengan kondisi mengenaskan.

BACA JUGA: Begini Kronologi Bencana Longsor di Underpass Bandara Soekarno Hatta​