Kalau kamu ditanya tentang orang terkaya di dunia, apakah kamu bisa menjawabnya? Yes, nggak salah lagi kalau kamu jawab nama pendiri perusahaan teknologi raksasa Microsoft yaitu Bill Gates. Kalau bertanya tentang apa yang membuat dia sedemikian sukses, mungkin lebih tepat jika kita mengetahuinya langsung dari orang tuanya. Dilansir dari Forbes, seperti apa ya sosok Bill Gates itu?

Pengakuan Bill Gates:  5 Hal Ini yang Membedakan Masa Mudanya dengan Anak Muda Lain

Sejak kecil, Bill suka banget membaca buku-buku yang menarik perhatiannya seperti buku pengetahuan dan ensiklopedia. Bahkan, orang tua Bill memberikan peraturan untuk melarang Bill membawa buku saat makan malam.

Pengakuan Bill Gates:  5 Hal Ini yang Membedakan Masa Mudanya dengan Anak Muda Lain

Bill memang memiliki IQ di atas rata-rata yaitu 160. Namun rasa penasaran dan terbiasa untuk berpikir kritis membuat Bill ingin menjadi ilmuwan sejak kecil. Menurut ayahnya yang kini bahkan menjadi bawahannya, Bill selalu ingin tahu tentang bagaimana dunia bekerja.

Pengakuan Bill Gates:  5 Hal Ini yang Membedakan Masa Mudanya dengan Anak Muda Lain

Tertarik dengan dunia komputer sejak usia 13 tahun, Bill yang tumbuh dan sekolah di bangku SMA sering nggak masuk kelas untuk melakukan programming. Orang tua dan kepala sekolah akhirnya sepakat bahwa aktivitas tersebut diperbolehkan untuk mengasah skill Bill.

Pengakuan Bill Gates:  5 Hal Ini yang Membedakan Masa Mudanya dengan Anak Muda Lain

Banyak orang yang menjadikan Bill sebagai contoh sosok yang ‘drop out tapi sukses’. Nggak sembarang drop out dari Harvard, Bill ternyata memang ingin membangun bisnis komputer. Ayah Bill yang terkejut akhirnya paham bahwa anaknya punya prinsip yang kuat dan tahu tentang apa yang dia lakukan.

Pengakuan Bill Gates:  5 Hal Ini yang Membedakan Masa Mudanya dengan Anak Muda Lain

Sulit bagi Bill dan sang istri untuk menjadi donatur ketika sibuk membangun rumah tangga dan bisnisnya. Namun setelah ibunda Bill wafat karena kanker, Bill yang dibantu sang ayah akhirnya mulai giat untuk menjadi filantropi, khususnya untuk yayasan.

 

BACA JUGA: Begini Bedanya Pola Pikir Orang Kaya dengan Orang Kelas Menengah dalam Menilai Pekerjaan