pexels.com/Nguyễn Tiến Thịnh
Menurut UNICEF, menjadi perempuan seharusnya tidak membatasi seseorang dalam menentukan pilihan, meraih impian, atau membangun masa depan. Namun, kenyataannya, jutaan anak perempuan di berbagai belahan dunia masih menghadapi hambatan dalam mendapatkan hak dan kesempatan yang setara.
Perkiraan UNICEF tahun 2026, diperkirakan satu dari lima anak perempuan di seluruh dunia menikah sebelum usia 18 tahun. Angka ini mewakili sekitar 650 juta perempuan dan anak perempuan yang masih hidup saat ini dan pernah menikah di masa kanak-kanak.
Selain itu, hampir satu dari empat gadis berusia 15-19 tahun yang pernah menikah atau berpacaran pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga sepanjang hidup mereka. Meskipun telah ada kemajuan selama beberapa dekade, ternyata masih banyak anak perempuan mengalami diskriminasi, kekerasan, kemiskinan, hingga konflik yang merampas hak-hak mereka.
Maka dari itu, investasi pada hak-hak anak perempuan menjadi salah satu solusi untuk membangun keluarga yang lebih sehat, komunitas kuat, dan masyarakat yang tangguh.
Itu dia penjelasan seputar sejarah dan tema Hari Anak Perempuan Internasional 2026. Yuk, bersama-sama kita mengakhiri pernikahan anak dan memastikan setiap anak perempuan punya kebebasan untuk memilih masa depannya sendiri!