Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Dilihat di Indonesia, Ini Jadwal & Tips Mengamatinya
WIRED
  • Gerhana bulan total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia tanpa alat bantu khusus, menjadi salah satu fenomena langka tahun itu.

  • Peristiwa ini terjadi saat bumi menghalangi cahaya matahari ke bulan, membuat permukaannya tampak merah akibat hamburan cahaya di atmosfer bumi.

  • Puncak gerhana berlangsung pukul 18.34 WIB dengan totalitas sekitar 59 menit, dan masyarakat disarankan memilih lokasi terbuka minim polusi cahaya untuk menikmati momen tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 Februari 2026

Gerhana Matahari Cincin terjadi sebagai salah satu dari empat peristiwa gerhana sepanjang tahun 2026.

3 Maret 2026

Gerhana Bulan Total terjadi dan dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia serta beberapa kawasan dunia. Puncak gerhana berlangsung pukul 18.34 WIB dengan durasi totalitas sekitar 59 menit.

12 Agustus 2026

Gerhana Matahari Total terjadi sebagai bagian dari rangkaian empat peristiwa gerhana pada tahun yang sama.

28 Agustus 2026

Gerhana Bulan Sebagian terjadi dan melengkapi daftar empat fenomena gerhana pada tahun 2026.

31 Desember 2028

Gerhana Bulan Total berikutnya dijadwalkan terjadi setelah jeda hampir tiga tahun sejak peristiwa Maret 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gerhana bulan total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, menjadi salah satu peristiwa astronomi penting tahun tersebut.
  • Who?
    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis jadwal resmi gerhana serta memberikan panduan pengamatan bagi masyarakat di berbagai daerah.
  • Where?
    Fenomena ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
  • When?
    Gerhana berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026 mulai pukul 15.44 WIB hingga sekitar 21.22 WIB dengan puncak gerhana terjadi pukul 18.34 WIB.
  • Why?
    Gerhana terjadi karena posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar sehingga cahaya matahari ke bulan terhalang bumi; warna merah muncul akibat hamburan cahaya di atmosfer bumi.
  • How?
    Masyarakat dapat mengamati langsung tanpa alat bantu khusus dari lokasi terbuka yang minim polusi cahaya atau mengikuti siaran langsung BMKG jika cuaca tidak mendukung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 dan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang paling dinantikan tahun ini. Berdasarkan Almanak 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua dapat menyaksikan puncak gerhana secara langsung.

Selain Indonesia, fenomena ini juga dapat diamati dari Amerika, Australia, serta sebagian besar wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Tengah. Peristiwa ini istimewa karena dapat dilihat tanpa alat bantu khusus dan aman bagi mata, berbeda dengan gerhana Matahari yang memerlukan pelindung.

Gerhana bulan total pada awal Maret menjadi salah satu dari empat peristiwa gerhana sepanjang 2026, yaitu dua gerhana bulan dan dua gerhana matahari. Momen ini dinilai penting karena kesempatan menyaksikan “Bulan merah” secara sempurna tidak terjadi setiap tahun.

Apa itu gerhana bulan dan mengapa bulan berwarna merah?

Live Science

Gerhana bulan terjadi ketika cahaya matahari menuju bulan terhalang oleh bumi. Peristiwa ini hanya berlangsung saat fase purnama, ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus.

Pada gerhana bulan total, seluruh permukaan bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi (umbra). Akibatnya, bulan tampak berwarna kemerahan atau sering disebut blood moon. Warna merah ini disebabkan oleh proses hamburan cahaya di atmosfer bumi.

Ketika sinar matahari melewati atmosfer, warna biru yang memiliki panjang gelombang pendek lebih banyak tersebar, sementara warna merah tetap lolos dan mencapai permukaan bulan. Inilah yang membuat Bulan terlihat merah dari bumi, terutama saat puncak gerhana dan kondisi langit cerah.

Jadwal lengkap fase gerhana bulan total 3 Maret 2026

The Australian

Mengacu pada data BMKG, berikut rincian fase gerhana dalam waktu WIB:

  1. Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.44 WIB

  2. Gerhana Sebagian mulai (U1): 16.50 WIB

  3. Gerhana Total mulai (U2): 18.04 WIB

  4. Puncak Gerhana: 18.34 WIB

  5. Gerhana Total berakhir (U3): 19.02 WIB

  6. Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17 WIB

  7. Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.22 WIB

Durasi fase totalitas berlangsung sekitar 59 menit. Secara keseluruhan, gerhana berlangsung lebih dari lima jam, sehingga masyarakat memiliki waktu cukup panjang untuk menikmati setiap tahapnya. Sepanjang 2026, terdapat empat peristiwa gerhana:

  1. Gerhana Matahari Cincin (17 Februari 2026)

  2. Gerhana Bulan Total (3 Maret 2026)

  3. Gerhana Matahari Total (12 Agustus 2026)

  4. Gerhana Bulan Sebagian (28 Agustus 2026)

Namun, hanya gerhana bulan total pada Maret yang dapat diamati langsung dari Indonesia.

Tips praktis menyaksikan gerhana agar lebih maksimal

Mashable

Agar pengamatan gerhana lebih maksimal, pilih lokasi terbuka yang menghadap ke timur karena fenomena mulai terlihat setelah bulan terbit. Hindari area yang terhalang gedung, pegunungan, atau pepohonan, serta pilih tempat minim polusi cahaya seperti perbukitan atau pinggiran kota agar warna merah bulan tampak lebih jelas.

Gerhana bisa dinikmati dengan mata telanjang, namun penggunaan teropong atau teleskop akan membantu melihat detail kawah dan gradasi warna. Jika ingin mengabadikan momen, siapkan kamera dan tripod agar hasil stabil, gunakan mode manual atau mode malam pada ponsel, serta manfaatkan timer untuk mengurangi getaran.

Datanglah lebih awal agar dapat menyaksikan seluruh fase gerhana dan cek prakiraan cuaca karena langit cerah menjadi kunci utama. Jika cuaca tidak mendukung, siaran langsung dapat diakses melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Mengingat gerhana bulan total berikutnya baru terjadi pada 31 Desember 2028, momen 3 Maret 2026 menjadi kesempatan langka.

Editorial Team

EditorAyu Utami