Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Cara Membedakan Burnout, Stress, dan Lelah Biasa. Jangan Keliru!
pexels.com/www.kaboompics.com
  • Stres, burnout, dan lelah biasa sama-sama bisa membuat energi menurun, tetapi pemicu dan dampaknya berbeda.

  • Perhatikan kondisi tubuh, tidur, emosi, serta perubahan perilaku untuk mengenali kondisi yang sedang kamu alami.

  • Mengenali tanda sejak awal dapat membantu kamu menentukan langkah yang tepat dan mencari bantuan jika diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Merasa lelah setelah menjalani hari yang padat merupakan hal yang wajar. Namun, rasa lelah yang terus muncul bersama tekanan fisik dan mood perlu perhatian khusus.

Stres, burnout, dan lelah biasa memang dapat menunjukkan beberapa tanda yang serupa. Supaya tidak keliru mengenalinya, yuk, cari tahu cara membedakan burnout, stres, dan lelah biasa dari beberapa hal berikut!

1. Kenali penyebabnya

pexels.com/Tima Miroshnichenko

Cara membedakan burnout, stres, dan lelah biasa yang pertama bisa dilihat dari penyebabnya. Lelah umumnya muncul setelah kurang tidur atau melakukan banyak aktivitas, sedangkan stres berkaitan dengan tuntutan tertentu.

Burnout dapat terjadi ketika stres berlangsung dalam waktu lama dan tidak dikelola dengan baik. Melakukan identifikasi atau labeling ini bisa membantu kamu membedakan ketiga hal tersebut dengan lebih baik.

2. Perhatikan kondisi tubuh

pexels.com/Nataliya Vaitkevich

Tubuh dapat memberikan tanda ketika sedang menghadapi tekanan. Kondisi stres biasanya disertai sakit kepala, nyeri tubuh, gangguan pencernaan, hingga perubahan nafsu makan.

Pada lelah biasa, tubuh biasanya terasa lebih baik setelah mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Sementara itu, kelelahan akibat burnout dapat terasa lebih menetap dan membuat energi sulit kembali meski kamu sudah beristirahat.

3. Amati pengaruhnya terhadap pola tidur

pexels.com/Ivan Oboleninov

Selain badan, pola tidur juga bisa menjadi petunjuk untuk mengenali kondisi yang sedang kamu alami. Rasa lelah biasa umumnya dapat membaik setelah tidur cukup, terutama jika sebelumnya tubuh memang kekurangan waktu istirahat.

Tekanan yang berkepanjangan justru dapat membuat kamu sulit tidur atau mengalami gangguan tidur. Kondisi tersebut kemudian bisa membuat tubuh semakin lelah dan sulit memulihkan energi.

4. Kenali perubahan emosional

pexel/Yan Krukau

Tidak hanya tubuh, kondisi emosional bisa ikut berubah dalam kondisi stress, burnout, atau kelelahan. Stres membuat kamu lebih mudah cemas, kesal, atau merasa kewalahan menghadapi berbagai hal.

Burnout dapat membuat perasaat tersebut terasa semakin berat. Kamu mungkin mulai kehilangan motivasi dan tidak lagi tertarik pada aktivitas yang biasanya disukai.

5. Perhatikan perubahan perilaku

pexels.com

Coba amati juga bagaimana kondisi tersebut memengaruhi kebiasaan kamu sehari-hari. Stres dapat membuat kamu lebih sulit berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan sosial, atau mengalami perubahan pola makan.

Ketika sudah mengalami burnout, perubahan perilaku bisa semakin terlihat. Kamu mungkin mulai menghindari pekerjaan, tanggung jawab, bahkan merasa enggan untuk bersosialisasi.

6. Ketahui cara meredakannya

pexels.com/Alex Green

Setelah mengetahui cara membedakan burnout, stres, dan lelah biasa, kamu juga perlu memahai cara penanganannya. Jika hanya merasa lelah setelah beraktivitas, tidur cukup dan istirahat cukup untuk memulihkan tubuh.

Sementara itu, stres dapat dikelola dengan mengurangi pemicu, berolahraga, atau melakukan self-care agar tubuh lebih rileks. Jika kondisi sudah mengarah pada burnout, kamu bisa mencoba cara yang sama. Namun, jika kondisi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional.

Itulah beberapa cara membedakan burnout, stres, dan lelah biasa yang bisa kamu cermati. Jangan lupa untuk istirahat dan memperhatikan kondisi tubuhmu, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article