Saat ini kita sudah masuk dan tinggal di era digital, di mana segala sesuatunya lebih dipermudah dan efektif. Apalagi era digital saat ini sudah memberikan manfaat dan memberikan kontribusi yang banyak bagi kehidupan manusia sehari-hari. Dengan teknologi semakin canggih, dapat mempermudah kita untuk menemukan sesuatu yang kita cari semakin mudah hanya dengan mengakses internet lewat handphone atau PC.  

Era digitalisasi juga berdampak bagi perluasan dunia ini. Manfaatnya begitu luas hingga menyentuh dunia kuliner, khususnya para pengusaha kuliner yang memanfaatkan era digitalisasi untuk perkembangan bisnisnya. 

Masuki Era Digital, Bango Dorong Usaha Kuliner Lewat Digital MarketingDoc.Istimewa

Setelah para pelaku bisnis semakin berkembang dan dikelola secara turun temurun hingga di era saat ini yang serba canggih,  Bango kembali mendukung regenerasi dan pelestarian warisan kuliner Nusantara melalui kompetisi “Bango Penerus Warisan Kuliner 2019”.

Kompetisi yang sudah digelar selama tiga tahun ini berhasil merangkul ribuan wirausaha kuliner Nusantara dari seluruh wilayah Indonesia. Di tahun 2019, lebih dari 10 ribu pengusaha kuliner Nusantara yang telah mengikuti kompetisi ini dengan mendaftarkan usaha mereka lewat situs resminya. Kemudian tersaring 24 peserta dengan hidangan dan cerita menarik di balik makanan tersebut. Dari 24 peserta tersebut, terpilihlah lima terbaik yang menjadi pemenang dalam kompetisi ini. 

Masuki Era Digital, Bango Dorong Usaha Kuliner Lewat Digital MarketingDoc.Istimewa

Tentunya menentukan pemenang dari jumlah yang banyak itu nggak mudah. Dengan pilihan para dewan juri yang terdiri dari Vita Datau selaku ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementrian Pariwisata Republik Indonesia sekaligus Ketua Indonesia Gastronomy Network, Chef Ragil Imam Wibowo, dan perwakilan Unilever Food Solutions telah memilih lima pemenang terbaik dalam kompetisi tersebut.

Lima pemenang diantaranya Renata Zoraifi yang menghidangkan Pukis Badran Topping Daging Sapi (Solo), Riswah Yuni yang menghidangkan Ayam Bakar Madu Salakilo (Balikpapan), Nurmalita Selpiani yang menghidangkan Iga Gongso Warung Gongso (Solo), Merry Christina, Lim yang menghidangkan Iga Bakar Nyakk Merry (Semarang) serta Doni Damara yang menghidangkan Ikan Mas Bakar Donto Sau San (Tasikmalaya) berhak menerima uang tunai sebesar Rp100 juta sebagai modal pengembangan usaha mereka. Wah bukan nominal yang sedikit lho.

Masuki Era Digital, Bango Dorong Usaha Kuliner Lewat Digital MarketingDoc.Istimewa

Dalam perkembangannya, perlu didorong pula oleh digital marketing di mana perlunya kombinasi yang sesuai antara visualissi dan narasi untuk menghasilkan konten yang menarik. Nggak hanya ‘menjual’ makanannya saja, tapi pengusaha juga dapat ‘menjual’ konten yang dapat mendorong keunggulan hidangan tersebut kepada konsumen. 

Sementara itu, Ussy Sulistiawaty selaku selebritas sekaligus pemilik usaha kuline Bakoel Ussy mengaku bahwa teknologi digital sangat membantu untuk mengembangkan suatu usaha. Ussy sendiri mengaku bahwa media sosial Instagram sangat membantu dirinya untuk mempromosikan usahanya tersebut, ia aktif untuk membuat konten kuliner sekaligus mengelola usahanya lewat teknologi digital. Dalam akun Instagramnya, Ussy kerap kali membagikan video dirinya sedang makan atau memasak yang secara nggak langsung juga menjadi sarana promosi baginya.

Baca Juga: Lestarikan Kuliner Langka & Autentik Lewat Festival Makanan Kekinian