Meskipun hukumnya jelas, masih banyak situasi yang membuat orang ragu. Biasanya keraguan muncul karena kurangnya pemahaman tentang apa saja yang benar-benar membatalkan puasa. Berikut beberapa kondisi yang sering ditanyakan.
1. Potong rambut di siang hari saat puasa
Memotong rambut di siang hari tidak membatalkan puasa. Waktu pelaksanaannya, baik pagi, siang, maupun sore, tidak memengaruhi hukum berpuasa. Selama tidak melakukan hal yang membatalkan puasa, aktivitas ini tetap sah.
2. Potong rambut saat Ramadan
Ramadan tidak memiliki larangan khusus terkait memotong rambut. Penting untuk membedakan antara aturan puasa dan aturan ihram saat haji atau umrah. Larangan memotong rambut berlaku saat ihram, bukan saat berpuasa di bulan Ramadan.
3. Puasa batal kalau potong rambut?
Tidak ada dalil yang menyatakan puasa batal karena memotong rambut. Dalam kaidah fikih, pembatal puasa bersifat terbatas dan jelas. Karena potong rambut tidak termasuk dalam daftar tersebut, maka puasa tetap sah.
4. Potong rambut dan bercukur jenggot
Bercukur jenggot juga termasuk perawatan diri. Sama seperti potong rambut, bercukur tidak membatalkan puasa. Selama tidak ada unsur makan atau memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, puasa tetap sah.
5. Potong rambut saat puasa sunnah
Aturan pembatal puasa berlaku sama antara puasa Ramadan dan puasa sunnah. Jadi, saat menjalankan puasa Senin Kamis atau puasa sunnah lainnya, memotong rambut tetap diperbolehkan.
6. Potong rambut bersamaan dengan potong kuku
Potong rambut dan potong kuku memiliki hukum yang sama. Keduanya tidak membatalkan puasa karena tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang menjadi pembatal dalam syariat.
7. Potong rambut saat dalam kondisi tertentu seperti haid selesai
Bagi perempuan yang baru selesai haid dan sudah suci, memotong rambut tetap diperbolehkan selama tidak ada larangan khusus lainnya. Tidak ada hubungan antara potong rambut dan batalnya puasa dalam kondisi tersebut.