Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Apakah Puasa Boleh Potong Kuku? Penjelasan Lengkapnya
pexels.com
  • Memotong kuku saat puasa diperbolehkan dan tidak membatalkan ibadah, karena tidak termasuk dalam hal-hal yang disebutkan syariat sebagai pembatal puasa.
  • Aktivitas seperti potong rambut atau bercukur juga memiliki hukum serupa, yakni bagian dari perawatan diri yang tidak memengaruhi keabsahan puasa baik wajib maupun sunnah.
  • Larangan memotong kuku hanya berlaku saat ihram dalam ibadah haji atau umrah, bukan ketika berpuasa, sehingga penting memahami konteks tiap ibadah agar terhindar dari mitos.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah puasa boleh potong kuku? Boleh, dan tidak membatalkan puasa. Memotong kuku tidak termasuk dalam hal-hal yang membatalkan puasa menurut syariat Islam, sehingga aktivitas ini tetap diperbolehkan saat menjalankan ibadah puasa, termasuk di bulan Ramadan.

Banyak orang mencari jawaban atas pertanyaan apakah puasa boleh potong kuku karena khawatir puasanya batal akibat aktivitas kecil sehari-hari. Saat Ramadan, hal-hal sederhana seperti potong kuku, potong rambut, atau bercukur sering diragukan hukumnya karena takut mengurangi pahala atau membatalkan ibadah.

Artikel ini akan membahas secara lengkap hukum potong kuku saat puasa Ramadan, meluruskan mitos yang beredar, serta menjawab berbagai kondisi yang sering ditanyakan, termasuk apakah potong kuku membatalkan puasa dan bagaimana hukum potong kuku saat puasa menurut Islam.

Apakah puasa boleh potong kuku menurut Islam?

Potong kuku termasuk bagian dari perawatan diri (fitrah) dan tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa aktivitas ini membatalkan puasa. Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah puasa boleh potong kuku adalah boleh dan sah puasanya.

Dalam  kitab Hasyiyatul Jamal disebutkan:

"Disunahkan mencuci ujung-ujung jari setelah dipotong kukunya karena ada yang mengatakan bahwa menggaruk sebelum dicuci akan menyebabkan penyakit kusta. Yang utama memotong kuku dilakukan pada hari Jumat, Kamis, atau Senin."
(Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut: Dar al-Fikr, Juz III, Hal. 361).

Kaidah umum pembatal puasa adalah segala hal yang secara jelas disebutkan dalam syariat, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri dengan sengaja di siang hari. Memotong kuku tidak termasuk dalam kategori tersebut, sehingga tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa.

Hukum potong kuku saat puasa juga serupa dengan potong rambut dan bercukur. Ketiganya adalah aktivitas kebersihan dan perawatan diri yang tidak membatalkan puasa.

Kondisi yang sering bikin ragu soal potong kuku saat puasa

pexels.com

Banyak pertanyaan muncul karena adanya kekhawatiran atau informasi yang kurang tepat. Berikut beberapa kondisi yang sering ditanyakan terkait hukum potong kuku saat puasa.

1. Potong kuku di siang hari saat puasa

Waktu siang tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa dalam konteks memotong kuku. Tidak ada perbedaan hukum antara pagi, siang, maupun sore hari selama masih dalam waktu puasa.

2. Puasa batal kalau potong kuku?

Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa puasa batal karena potong kuku. Dalam kaidah fikih, sesuatu tidak dianggap membatalkan ibadah kecuali ada dalil yang jelas menyatakannya.

3. Potong kuku saat puasa Ramadan

Ramadan tidak memiliki larangan khusus terkait memotong kuku. Aturannya sama seperti puasa pada umumnya. Jadi, hukum potong kuku saat puasa Ramadan tetap boleh dan tidak membatalkan.

4. Potong kuku saat puasa sunnah

Baik puasa wajib maupun puasa sunnah memiliki ketentuan pembatal yang sama. Potong kuku tetap tidak membatalkan puasa sunnah.

5. Potong kuku bersamaan dengan Potong Rambut

Keduanya termasuk aktivitas perawatan diri. Sama seperti potong kuku, potong rambut juga tidak membatalkan puasa.

6. Potong kuku di malam hari Ramadan

Malam hari berada di luar waktu puasa. Artinya, memotong kuku di malam hari tidak ada kaitannya sama sekali dengan pembatalan puasa.

7. Potong kuku pada hari tertentu seperti Jumat

Ada anjuran memilih hari tertentu seperti Jumat, Kamis, atau Senin. Namun, anjuran ini tidak berkaitan dengan sah atau tidaknya puasa.

Perbedaan hukum potong kuku saat puasa dan saat Ihram

pexels.com

Larangan memotong kuku justru berlaku saat seseorang sedang dalam keadaan ihram pada ibadah haji atau umrah, bukan saat puasa. Dalam kondisi ihram, memotong kuku termasuk larangan tertentu yang memiliki konsekuensi hukum.

Karena itu, penting membedakan konteks ibadah. Puasa dan ihram adalah dua ibadah yang berbeda dengan aturan yang berbeda pula.

Jadi, jika pertanyaannya adalah apakah puasa boleh potong kuku, maka jawabannya tetap boleh. Larangan tersebut tidak berlaku dalam konteks puasa.

Hal yang perlu dipahami agar tidak salah kaprah tentang hukum potong kuku saat puasa

Agar tidak mudah termakan mitos, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami terkait hukum potong kuku saat puasa.

1. Memahami apa saja yang benar-benar membatalkan puasa

Secara umum, pembatal puasa adalah makan, minum, muntah dengan sengaja, hubungan suami istri, dan hal-hal lain yang secara eksplisit disebutkan dalam dalil.

2. Membedakan mitos dan fakta seputar Puasa

Banyak informasi beredar tanpa dasar dalil yang jelas. Tidak semua yang sering didengar memiliki landasan dalam fikih.

3. Mengetahui konteks perbedaan ibadah dalam Islam

Setiap ibadah memiliki aturan tersendiri. Larangan dalam ihram tidak otomatis berlaku dalam puasa.

4. Tidak mudah percaya informasi tanpa sumber jelas

Pastikan informasi berasal dari referensi kitab, ulama, atau sumber yang kredibel.

5. Bertanya kepada Ustaz atau ahli agama jika ragu

Jika masih merasa ragu, bertanya langsung kepada ustaz atau ahli fikih adalah langkah terbaik.

6. Fokus pada esensi menahan diri dalam puasa

Puasa pada dasarnya adalah menahan makan, minum, dan hal-hal yang ditetapkan sebagai pembatal sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Potong kuku tidak termasuk di dalamnya.

Kesimpulan

Jawaban dari apakah puasa boleh potong kuku adalah boleh dan tidak membatalkan puasa. Pembatal puasa hanya terbatas pada hal-hal yang telah ditetapkan dalam syariat Islam, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri dengan sengaja di siang hari.

Dengan memahami dasar hukumnya, kamu tidak perlu lagi ragu atau terpengaruh mitos tentang potong kuku saat puasa. Ibadah tetap sah selama tidak melakukan hal yang memang termasuk pembatal puasa.

FAQ seputar hukum potong kuku saat puasa

Apakah potong kuku bisa mengurangi pahala puasa?

Tidak. Selama tidak melakukan hal yang membatalkan atau mengurangi nilai puasa seperti berkata kasar atau berbuat maksiat, potong kuku tidak memengaruhi pahala puasa.

Apakah anak yang belajar puasa boleh potong kuku?

Boleh. Tidak ada larangan khusus bagi anak yang sedang belajar puasa untuk memotong kuku.

Apakah ada waktu yang lebih dianjurkan untuk potong kuku saat Ramadan?

Ada anjuran memilih hari seperti Jumat, Kamis, atau Senin, tetapi tidak wajib dan tidak berkaitan dengan sahnya puasa.

Apakah potong kuku saat berwudu memengaruhi puasa?

Tidak. Wudu dan potong kuku tidak memengaruhi sahnya puasa selama tidak melakukan pembatal puasa.

Apakah ada doa khusus sebelum potong kuku di bulan Ramadan?

Tidak ada doa khusus yang diwajibkan sebelum memotong kuku di bulan Ramadan. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan niat yang baik.

Disclaimer: Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.

Editorial Team