Etika adalah cara kita bersikap dalam menanggapi segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Baik etika yang baik maupun buruk sama–sama dapat memberikan dampak yang akan terjadi di kemudian hari terutama di lingkungan kerja.

Nah, semua orang pasti sudah paham bahwa kita harus menjaga etika agar nggak ada seseorang pun merasa dirugikan maupun nggak nyaman atas perilaku kita. Untuk itu, di sini Popbela akan beritahu tiga etika buruk yang sebaiknya kamu buang jauh-jauh dari kamus hidup kamu. Keep on reading, Bela!

Etika Buruk yang Perlu Kamu Hindari di Lingkungan Kerja
pinterest.com
 

Tahukah kamu Bela bahwa omongan basa-basi ini selain memakan waktu juga terkadang sulit dimengerti oleh orang lain. Seperti misalnya kamu ingin menanyakan sesuatu kepada atasan kamu, untuk menjaga kesopanan kamu biasanya menggunakan omongan basa-basi, padahal semua itu nggak benar, Bela! Tanyakan aja hal itu langsung kepada atasanmu dengan bahasa yang sopan dan langsung pada intinya.

Etika Buruk yang Perlu Kamu Hindari di Lingkungan Kerja
pinterest.com
 

Dalam lingkungan kerja, kita semua pasti memiliki sahabat yang biasa kita ajak ngobrol baik urusan pribadi ataupun kantor. Nah, hal ini ternyata nggak boleh dicampur-aduk lho, Bela! dalam mengirimkan pesan atau data yang berhubungan dengan pekerjaan melalui email, kamu seharusnya tetap bersikap professional layaknya rekan kerja, bukan sahabat dekat.

Etika Buruk yang Perlu Kamu Hindari di Lingkungan Kerja
pinterest.com
 

Jika kamu ditugaskan untuk mengerjakan sesuatu oleh atasanmu dan kamu rasa bisa menyanggupi tugas tersebut, kata yang sebaiknya kamu ucapkan adalah “Baik, saya akan usahakan semaksimal mungkin yang saya bisa” daripada mengatakan ‘ya, saya akan kerjakan”. Mengapa begitu? Karena kata “baik” dalam konteks kalimat ini dinilai lebih sopan dibandingkan kata “ya”. Jadi, hati-hati dalam berucap ya, Bela!

BACA JUGA: 5 Faktor Psikologis yang Memengaruhi Perilaku Seseorang​