5 Cara Ampuh Mencegah Tabungan Lenyap Sebelum Tanggal Tua

Fenomena Mantab terjadi ketika tabungan terus terpakai untuk menutup biaya hidup dan pengeluaran sehari-hari.
Conscious spending membantu menentukan tujuan uang sebelum dibelanjakan, termasuk dengan mengenali micro-spending dan menerapkan jeda 24 jam.
Tabungan dapat dijaga dengan memisahkan alokasi, menggunakan cicilan secara terukur, serta tetap menyediakan anggaran self-care.
Saldo tabungan lama-lama menyusut karena sedikit-sedikit ‘dimakan’? Bisa jadi kamu sedang ikut dalam fenomena Mantab (makan tabungan). Fenomena satu ini memang lagi marak dialami banyak orang. Gaji yang pas-pasan sering kali nggak cukup menutupi biaya hidup sehari-hari yang merangkak naik, ujung-ujungnya rekening tabungan yang jadi korbannya.
Bahkan, data Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat porsi pendapatan masyarakat yang terpakai untuk konsumsi meningkat jadi 74,2%, sementara alokasi untuk tabungan menyusut tinggal 15,8% saja.
Eits, tapi jangan berkecil hati dulu! Menurut Ivan Kusuma, Head of Investment & Insurance DANA Group, kunci agar tabungan nggak terus "tergerus" bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hidup atau sama sekali nggak boleh belanja.
Rahasianya ada pada strategi conscious spending, yaitu menentukan tujuan yang jelas untuk uangmu sebelum dibelanjakan. Yuk, simak 5 langkah realistis berikut ini agar tabunganmu aman dari fenomena "Mantab"!
Table of Content
1. Waspadai Micro-Spending

pexel.com/Karola G Jajan kopi kekinian, bayar parkir, hingga subscription aplikasi mingguan yang lupa di-canceI sering dianggap pengeluaran sepele. Padahal, pengeluaran kecil (micro-spending) ini kalau dikumpulkan jumlahnya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih fundamental.
Untuk itu, coba rajin cek kembali riwayat transaksimu, seperti dalam fitur Activity Tracker di dompet digitalmu untuk mengenali pola pengeluaran, sehingga tahu mana yang masih perlu dan mana yang bisa dipangkas.
2. Terapkan Prinsip "Pause, Bukan Pantang"

pexel.com/ron lach Kadang, niatnya ingin hemat, tapi kalau terlalu mengekang diri biasanya justru bikin kamu lapar mata dan berbelanja secara impulsif di kemudian hari. Dari pada terlalu menahan dan berakhir sama saja, coba terapkan aturan jeda 24 jam sebelum memutuskan membeli barang yang bukan kebutuhan mendesak. Beri waktu untuk berpikir: "Apakah aku benar-benar butuh barang ini, atau cuma ingin saja/FOMO?" Cara ini ampuh menahan keinginan impulsif tanpa harus merasa tersiksa karena melarang diri sendiri.
3. Kenali Prioritas dan Atur Alokasinya

Dok. DANA Salah satu penyebab utama tabungan cepat habis adalah karena uang untuk makan sehari-hari, dana darurat, dan tabungan masa depan bercampur di satu tempat yang sama. Akibatnya, uang tabungan terasa fleksibel untuk dipakai kapan saja.
Berangkat dari situ, kamu bisa kenali dulu mana prioritas kamu dan alokasikan uangmu secara terpisah sesuai tujuannya. Misalnya, kalau mau memanfaatkan aplikasi DANA, kamu bisa menggunakan DANA Goals untuk impian jangka panjang atau pendek, menabung emas digital di DANA eMAS, atau berinvestasi reksa dana pasar uang lewat DANA+.
4. Manfaatkan Cicilan Secara Bijak dan Terukur

Dok. DANA Menggunakan fasilitas kredit atau cicilan nggak selamanya buruk, kok! Justru, cicilan bisa membantumu menjaga cash flow bulanan tetap stabil asalkan disesuaikan dengan kemampuan finansialmu.
Meski begitu, pastikan cicilan yang kamu ambil memang punya tujuan terencana dan jumlahnya masuk akal. Saat ini banyak dompet digital yang punya fitur cicilan untuk membantu kamu membagi pembayaran secara bertahap agar pengeluaran tetap terkontrol.
5. Tetap Alokasikan Dana untuk Self-Care

pexel.com/rachel-claire Keuangan yang sehat itu bukan berarti kamu harus hidup serba hemat sampai nggak bisa bersenang-senang. Jika kamu memaksakan diri berhenti menikmati hidup, kebiasaan menabung malah jadi sulit bertahan dalam jangka panjang.
Tetap berikan ruang untuk menikmati hasil kerja kerasmu, baik itu untuk ngopi, liburan singkat, atau menyalurkan hobi. Kuncinya adalah memasukkan anggaran hiburan ini sejak awal agar tidak mengganggu pos tabungan utama.
Yuk, mulai terapkan conscious spending dari sekarang!























